
Saat ini mata pelajaran olahraga, dan guru olahraga kelas 10 sedang cuti karena akan menikah. Kebetulan hari ini jam olahraganya bersamaan dengan kelas 11 IPA satu ya itu kelas milik siketos cool nan ganteng (Rangga) Membuat Nay berdecak kesal.
"Ck, Kenapa pake nggak masuk segala sih!!" Ucap Nay kesal.
"Lo kenapa sih Nay??" Ucap Zey.
"Males aja sama cowok jigong!" Ucap Nay kesal.
"What?? Cowok??" Tanya Aira
"Jigong??" Ucap Ayara menyahuti Aira.
"Aisshh kalian belom tau, itu Rangga!" Ucap Nay membuat Mata ketiganya terbelalak.
"What?? Kak Rangga?? Anjiirr berani bener lo?" Ucap Zeyna sambil tepuk tangan.
"Iya lah ngapain takut sama ketos sialan!" Ucap Nay bangga.
Teman teman Nay terdiam saat ada seseorang dibelakang Nayara, Dan Nayara pun dibuat bingung karena sahabat sahabatnya terdiam. Karena penasaran Nay menengok kebelakang, Namun.
Cup..
Mata Nay terbebelak saat menghadap kebelakang dan Rangga mencium bibir Nay, Dengan cepat Nay mendorong tubuh Rangga namun Rangga mencegahnya. Rangga malah menarik punggung Nay didekapannya melepas ciumannya lalu berbisik ditelinga Nay. Sahabat sahabatnya pun dibuat melongo dan siswa siswi yang ada disana pun terkejut dan berteriak histeris.
"Haaaaa... Rangga so sweet!!"
"Gue juga mau Haaaa!!"
"Rangga gue!!"
"Heh emang lu pikir Rangga mau sama lu bedak sekilo lo pake!"
"Suka suka gue lah Syirik aja!"
"Rangga gercep njer!"
"First kiss nya itu!"
__ADS_1
What the hell!! Gue ternodai!! Dasar Ketossyalan!! Umpat Nay dalam hati.
"Hahaha itu hukuman untuk lo!" Bisik Rangga pelan lalu melepas dekapanya.
"Heh dasar!! Heh tukang oncom, lo pikir gue murahan gitu?? Hohoho mencari kesempatan dalam kesempitan!!" Ucap Nayara kesal sambil mencibir.
"Hah tukang oncom??" Ucap Rangga melongo.
"Iya lah dasar cowok jigong, Ketosialan, tukang oncom!!" Umpat Nay kesal lalu pergi.
Hahaha imutnya!! Batin Rangga tertawa.
*-*
Guru olahraga sudah meniup peluitnya kelas 10 dan kelas 11 dibedakan menjadi dua, kelas 11 dikiri dan kelas 10 di kanan. Rangga melirik kearah barisan kelas 10 namun tak menemukan sesosok yang ia cari. Pak Handoko yang melihat semua tingkah Rangga pun tersenyum dan memberikan sindiran halus.
"Ekhemm!! Pacarnya dimana sih kok nggak kelihatan??" Ucap Pak Handoko tak diperdukikan oleh Rangga.
"Ekhemm!!" Dehem an Pak Handoko masih tidak berlaku.
"Heh Rangga, lo dari tadi itu disindir Pak Handoko!" Ucap Sandra pelan.
"Sandra Anggara!! Rangga Putra Pramadya!!" Ucap Pak Handoko kesal.
"Eh bapak? Kenapa Pak??" Ucap Sandra cengar cengir.
"Ekhemm! Ekhemm!!" Deheman Pak Handoko mengarah ke Naya.
Naya juga menatap Pak Handoko yang sedang berdehem dehem nggak jelas baginya. Naya pun mengawasi Pak Handoko lalu membuka suara.
"Bapak lagi sakit tenggorokan??" Ucap Nayara polos membuat kakak kelas maupun seangkatannya tertawa.
"Heh" Pekik Pak Handoko bingung.
"Apaan sih pak?" Ucap Nay lagi.
"Ehh??" Ucap Pak Handoko.
__ADS_1
"Ck, Bapak ini kalau sakit bilang dong. Kan kalau gini merepotkan murid! Nih ada vitamin C bapak minum biar nggak kena Corona!" Ucap Nayara membuat semua tertawa.
"Hahahaha Lol sekali adek kelas gue!"
"Sumpah Cewek Absurd tapi cantik!"
"Hahaha Corona katanya?"
"Heh Nayara!! Kamu ini ya!!" Hardik Pak Handoko emosi dalam hati menahan tawa.
"Apaan?" Jawab Nay santuy.
"Kamu tau kepanjangan Corona?" Ucap Pak Handoko.
"Nggak tau dan nggak ingin tau!" Ucap Nay kelewat santuy.
"Corona itu Comunitas Rondo (Janda) mempesoNa!" Ucap Pak Handoko bangga.
"Pffttt Hahaha dasar pak Handoko!!"
"Murid sama gurunya sama sama Absurd!!"
"Hahaha gila gokil sekolah cam apa ini?"
"Waahh seratus buat bapak!!" Ucap Nay tertawa senang.
Rangga hanya terdiam dan senyum kearah Naya yang sedang tertawa lepas bersama, ia hingga membayangkan yang tidak tidak untuk Nay.
"Heh Rangga sadar!!" Batin Rangga sambil menepuk nepuk pipinya.
"Kenapa lo Ngga?" Ucap Aldi kepo.
"Hah apa?? Nggak!!" Ucap Rangga gugup menutupi wajahnya.
"Lo ngebayangin yang enggak enggak ya??" Tuduh Devan membuat Rangga makin merona.
"Ck, Bacodd anda!" Ucap Rangga kesal memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Hahahaha!!"