Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
Ular Hijau.


__ADS_3

Rangga mengangguk lalu berjalan disamping Nay, berjaga jaga kalau Nay pingsan kembali. Sesekali Rangga mencuri pandang Nay, gadis yang cantik tanpa Make up juga pemberani dan tidak manja. Tanpa disadari mereka berdua berada didepan kelas Nay, Nay menengok kearah Rangga yang sedang melamun dan tersenyum kearahnya.


"Hello?? Kak Rangga??" Ucap Nay melambai lambaikan tangannya didepan muka Rangga.


"..." Tak ada sahutan.


"Ck, Dasar!!" Ucap Nay kesal lalu mencubit perut Rangga.


"Aaaawww... sakit anjerrr kenapa lo nyubit gue??" Ucap Rangga mengelus bekas cubitan Naya.


"Lagian dipanggil juga nggak nyaut, nih udah sampai!" Ucap Nay kesal.


"Lah kok udah sampai?" Ucap Rangga bengong.


"Lagian ngelamun apaan sih sampe nggak tau kalau udah sampe?" Ucap Nay kesal.


"Ngelamunin kamu!" Ucap Rangga tanpa sadar.


"Eh??" Ucap Nay terkejut lalu menaikan sebelah alis membuat Rangga salting.


"Eh.. itu..emmm.. it.. itu.. anu.. an.. anu.. Ck, maksud gue ngelamun lo tadi kalau jadi manusia ular!" Ucap Rangga absurd membuat Naya terkekeh kecil.


"Aa udah lah lupain, lo sekarang balik kelas gue mau masuk!" Ucap Nay kesal lalu ingin mengetuk pintu.


"Jangan gue aja!" Ucap Rangga menangkap tangan Naya.


"Nggak usah kak, gue aja lo ntar kena marah guru!" Ucap Nay.


"Udahlah nggak penting gue aja!" Ucap Rangga membuat Naya hanya pasrah.

__ADS_1


tok


tok


tok


"Permisi bu!!" Ucap Rangga sopan sambil menggandeng tangan Nay.


"Loh Nay?? Ngapain sama Rangga?" Ucap Bu Sherly terkejut.


"Gini bu, tadi Nay dapet hukuman terus pingsan. Nih anaknya udah sadar!" Ucap Rangga halus.


"Ohhh, LAH SIAPA YANG NYURUH KAMU BAWA BINATANG LIAR!!" Pekik Bu Sherly terkejut saat melihat Nay membawa ular hijau.


"Nemu di taman bu😐." Ucap Nay singkat.


"Kenapa kamu bawa lepasin sekarang!" Ucap Bu Sherly membuat Nay tersenyum miring.


"Aaaaaaa......"


"EHH!! NAYA!!!" Teriak Bu Sherly ketakutan sekaligus kesal.


"Apalagi sih bu!! Katanya disuruh ngelepas gimana sih!" Ucap Nay ikutan kesal.


"Siapa yang ngomong gitu??" Ucap Bu Sherly mendelik.


"Huffttt... MAN TEMAN TADI SIAPA YANG NYURUH NGELEPAS ULARNYA??" Teriak Nay kepada seluruh isi kelas.


"BU SHERLY!!"

__ADS_1


"Nah toh!" Ucap Nay mengangguk angguk.


"Maksud saya.. Ck, dasar murid gendeng!!" Umpat Bu Sherly lalu pergi dari kelas.


Dan.


1 detik


2 detik


3 detik..


"HORREEE KITA JAMKOS" Seru Nay senang.


"HIYAAA... KETUA KELAS THE BEST!!"


Rangga hanya melongo saat melihat kepergian guru dan setelahnya kelas menjadi pasar malam, konser amal peduli kasih eh maksudnya konser gendeng bin absurd dimulai. Ember ada diatas meja juga tutup panci (entah dari mana) Diatas meja juga pegangan sapu untuk stick embernya lalu para vokalis yang lumayan bernyanyi entah bagaimana. Namun yang membuat Rangga makin bingung adalah saat melihat Nayara duduk dilantai depan bersender di dinding dengan santai nya menikmati musik absurd tersebut sambil mengelus ularnya. Nay menengok kearah Rangga.


"Kenapa?? Terkejut??" Ucap Nay sinis.


Busyet baru aja kalem sekarang balik mode asli. Batin Rangga.


"Lo nggak marah?" Tanya Rangga menunjuk para cowok yang sedang main ember.


"Ngapain marah, disini nggak nggangu juga, toh ruangan ini kedap suara!" Ucap Nay acuh tak acuh.


"Eh??"


"Iya Ka Rangga lu sekarang mendingan balik dari pada kena skors, atau mau bolos dikelas gue?" Ucap Nay menarik turun kan alisnya.

__ADS_1


"Gila apa, dah gue mau balik. Gue peringatin lo jaga kelas lo atau lo yang kena masalah sama guru BK!" Ucap Rangga sebelum pergi dibalas senyuman miring oleh Nay.


__ADS_2