Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
DARAH?


__ADS_3

Jam istirahat berbunyi, Rangga keluar dari kelas akan menuju kelas Nayara tapi dicegat dengan segerombolan cabe kiloan yang bikin mata langsung minus seketika.


"Mau kemana beb?" Rayu Vina.


"Ngebunuh lo, lo mau ikut?" Ujar datar Rangga.


"Kok gitu sih, gw kan niatnya baik loh." Godanya lagi.


"Bodoamat lah." Acuh Rangga pergi.


"Ngga, tungguin gue!" Teriak Sandra melepaskan genggaman Audy dari bahunya.


"Sandra lo mau kemana?" Teriak Audy yang ditatap sinis oleh Sandra.


____________________________


Rangga mengacak rambut frustasi saat tak menemukan Nayara the geng dikelas dan disembarang tempat. Saat ini pula dia ada rapat OSIS sehingga tak bisa meluangkan waktu untuk mencari Nayara. Sandra dan Aldi duduk disamping Rangga yang sedang frustasi. Mereka menepuk bersamaan bahu Rangga.


"Gue takut Nayara hamil broo." Lirih Rangga.


"Yah lo sendiri siapa suruh kagak pake pengaman?" Kesal Aldi.


"Kebobolan, mana tahan die sama Nay." Jawab Sandra membuat Rangga melotot.

__ADS_1


"Apa? bener kan?" Sahut Sandra kesal membuat Rangga nyengir.


"Iya sih, " Ujar Rangga membuat yang lain menggelengkan kepala.


"Lo enak dapet daun muda, hihihi. Kalau malem ada yang nemenin astetew. Enak kagak sih nikah muda?" Goda Sandra.


"Bisa dibilang enak bisa nggak, gue ribet sendiri ngurus company bokap." Keluh Rangga.


"Semangat yak." Suport mereka membuat Rangga tersenyum.


"Thanks."


_____________


"Gila lo Dhika, balikin hp gue!!" Teriak Nay memegangi dada nya yang naik turun akibat nafas yang tersenggal.


"Ambil lah, lo kok lemes bat. Biasanya aja nangkep bison juga gak masalah." Ejek Dhika.


"Pale lo, bawa sini!" Kesal Nay.


"Kalau mau ambil." Goda Dhika lanjut berlari.


"Dhika, awas lo ya!! Aouhh.. sakit!" Rintih Nay kemudian jatuh terduduk di lantai.

__ADS_1


Dhika berbalik badan dan mendapati Nay duduk memegangi perutnya dengan muka pucat, dengan khawatir Dhika menghampiri Nay dan berjongkok didepannya. Dia mengangkat dagu Nay dengan tangannya, Nay mendongak sambil meringis dan tiba tiba pengheliatannya kabur. Nay pingsan dipelukan Rangga membuat pria itu terkejut.


"Eh, Nay bangun Nay. Lo jangan nakut nakutin gue deh Nay, hey!" Panggil Dhika menepuk nepuk pipi Nay.


Dhika tak sengaja melihat rok Nay yang terlihat ada bercak darah dan darah merembet deras hingga ke paha nya. Dhika terkejut dan langsung menggendong Nay menuju mobil nya berada. Dia meletakkan Nay di bangku depan, memakaikan sabuk pengaman ke tubuh rampingnya.


"Nay!" Panggil Dhika saat melihat mata Nay terbuka.


"Dhik, sakit. Perut gue sakit Dhik Hiksss.. awhhh, tolongin gue." Lirih Nay makin membuat Dhika takut.


"Lo tahan oke!" Ujar Dhika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Jlekkk!!


Mobil Dhika tak sengaja melewati polisi tidur hingga mengalami goncangan dan membuat pendarahan Nay makin banyak. Nay makin menangis saat rasa sakit nya bertambah kali lipat. Dhika mengusap wajah frustasi dan dengan kecepatan kilat ia sampai di rumah sakit.


"Tahan tahan." Gumam Dhika menggendong Nay.


"Suster! Dokter!" Teriak Dhika menggendong Nay masuk loby.


Beberapa perawat datang sambil mendorong brankar rumah sakit. Dhika meletakkan Nay dibrankar dan ikut mendorong brankar Nay hingga IGD. Samar samar Dhika mendengar lirihan Nay saat sebelum tubuh Nay benar benar tak terlihat karena pintu nya ditutup.


"Rangga!" Lirih Nay yang di dengar Dhika.

__ADS_1


"Rangga? mengapa nama itu yang disebut Nay? ada hubungan apa mereka?" Gumam Dhika mengacak rambut frustasi.


__ADS_2