
Nayara berangkat sekolah dengan wajah sumringah dia menghampiri Rangga untuk meminta bantuan, eh jangan lupa dia memasang wajah sangat imut nan baik miliknya.
"Hai kak Rangga!" Sapa Nay sangat lembut beda dengan biasanya yang sangat ketus.
"Heh lo lagi nggak sakit kan?" Ucap Rangga bingung sambil meletakkan punggung tangannya dikening Nay.
Ck, kalau gue nggak ada maunya udah gue bunuh lo~ Batin Nay kesal.
"Hehehe nggak kok, gue sehat. Kak, nanti malam ada waktu nggak?" Tanya Nay dibuat sehalus mungkin.
Dih, ternyata ada maunya nih anak, gak apa apa lah kapan lagi Nay bisa lembut gini! ~Batin Rangga terkekeh.
"Ada kok kenapa emang?" Ucap Rangga.
"Oh, Mama sama Papa itu mau jodohin gue, nah mereka ngasih aku kesempatan. Kalau calonnya baik perjodohannya dibatalin. Jadi, lo mau bantu gue nggak?" Ucap Nay memelas.
Astaga nih anak kasihan juga kalau dijodohin, yaudah deh bantuin aja!~ Batin Rangga.
"Iya nanti malam gue kerumah lo." Ucap Rangga mengacak rambut Nay lalu pergi meninggalkan Nay yang tersenyum senang.
"Makasih kak!" Ucap Nay senang.
Baru kali ini gue ngelihat wajah Nay yang begitu bahagia ~Batin Rangga sambil tersenyum.
Syukurlah Kak Rangga mau nolong gue ~Batin Nay senang.
__ADS_1
Nay masuk ke kelas nya dengan wajah tak henti hentinya tersenyum membuat beberapa temannya Nay bingung, mungkin Nay sedang menang taruhan saat balapan kira kira begitulah pikir mereka namun mereka salah besar.
"Nay ngape lu senyam senyum kek gula kurang aer!" Ucap Aira menyenggol Nay.
"Mana ada senyum kek gula kurang aer dodol!" Ucap Nay datar.
"Oyy itu kalau gula nggak dikasih air tandanya manis, lo yang dodol!" Sambung Ayara.
"Eh iya ya dodol!" Jawab Nay.
"Dodol!"
"Hahahahaha!!"
Mereka tertawa saat kalimat terakhir diucapkan bersamaan, dan tiba tiba guru terkiller masuk tanpa salam membuat mereka bungkam. Guru tersebut memberikan tatapan maut kepada Nay namun tak membuat Nay takut. Guru itu menulis angka angka dipapan tulis lalu menyuruh Nay mengerjakannya didepan.
"Soal itu belum diajarkan guys!"
"Itu soal BAB yang belum dibahas njer!"
"Halah Nay kan pinter, Slow respon!"
Begitulah bisikan bisikan yang mampu didengar Pak Tayo.
"Diam, disini belajar bukan ngibah!" Hardik Pak Tayo.
__ADS_1
"Hai tayo hai tayo dia bis kecil ramah.." Ucap salah satu siswi dengan santuy nya maju kedepan dengan ejekan halus untuk sang guru.
"NAYARA!!" Hardik Pak Tayo.
"Ada apa pak?" Tanya Nay sok polos.
"Kamu mengejek saya?" Ucapnya dengan nada khas nya.
"Nggak, saya habis nonton kartun Tayo pak!" Ucap Nay tanpa mengalihkan pandanganya ke papan tulis.
"Kamu in-"
"Udah selesai!" Ucap Nay menyela ucapan Pak Tayo membuatnya bungkam karena jawaban dan rumusnya sangat benar.
"Boleh saya kembali?" Ucap Nay datar.
"Hemm!" Dehem Pak Tayo.
Diluar kelas seseorang laki laki tersenyum melihat gadis yang dikira absurd, nyebelin dan sangat bar bar ternyata dia sangat pandai, apa lagi mapel Matematika dan IPA dia pakar nya!
"Ngga, lagi ngelihatin sapa?" Ucap Devan kepo.
"Kepo lo!" Balas Rangga.
"Kan nanya dodol!" Ucap Devan kesal.
__ADS_1
"Bukan waktunya makan dodol!" Balas Sandra.
"Auah pada bahas dodol aja!" Ucap Aldi yang kebetulan paling waras diantara mereka.