Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
Godain Calon Mantu


__ADS_3

Saat Nay akan menarik kursi disamping Rangga, Tiba tiba pinggangnya ditarik Rangga hingga dia jatuh duduk dipangguan Rangga. Ayah dan Bunda hanya menggelengkan kepala.


"Kak Rangga jangan gini, malu dilihat Ayah sama bunda!" Ucap Nay pelan sambil berusaha berdiri namun dicekal oleh Rangga.


"No, kami tidak lihat!" Ucap Ayah dan Bunda serempak sambil tersenyum jahil.


Astaga satu keluarga kek udah kompromi gini??~Nayara Nissa.


"Kak lepasin malu nih, lepasin atau gue akan balas ini semua!" Ancam Nay lirih tak terdengar sambil berontak.


"Jangan bergerak atau kau membangunkan adikku!" Ucap Rangga kesal.


"Hah? Bukannya lo anak tunggal ya?" Ucap Nay tak mengerti maksud pembicaraan Rangga.


"Dasar, lihat kebawah!" Ucap Rangga dituruti Nay.


Nay langsung membelalakan mata melihat apa yang dimaksud Rangga, dia menatap tajam Rangga lalu hanya pasrah berdiam dipangkuan Rangga.


"Kak.." Lirih Nay.


"Sini gue suapin, buka mulut Aaa..." Ucap Rangga sambil menyendokan makanan.


"Nggak mau!" Ucap Nay sambil menggeleng.

__ADS_1


"Ayolah atau lo ingin adikku bangun?" Ancam Rangga berhasil membuat Nay menerima suapan dari Rangga.


Hahaha aku punya senjata ampuh nih~Rangga Putra.


Dasar kalau aja nggak didepan bunda Arin sama Ayah Gilang udah gue tendang tulang kering lo~Nayara Nissa.


Nay makan sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal, dan akhirnya makanan di piring Rangga habis untuknya dan untuk Nay. Rangga mengambilkan minuman untuk Nay lalu menyodorkannya tepat pada bibirnya. Nay menggeleng kesal namun akibat ancaman Rangga yang akan mencium bibirnya akhirnya Nay mau.


"Wah masakan kamu emang enak ya!" Puji Arin dan Gilang yang mangut mangut.


"Hahaha biasa aja Bunda, Ayah itu diajarin Mama!" Ucap Nay tersenyum.


"Tapi itu beneran enak loh, kalau gue jadi suami lo pasti udah gemuk." Ucap Rangga membuat kedua orang tuanya menahan tawa.


"Yakin ogah??" Goda Rangga.


"Yakin lah, dasar cowok jigong tukang oncom!" Ucap Nay tanpa sadar.


"Eh apa tadi??" Ucap Arin takut salah dengar.


"Eh itu.. emm. itu.. anu bunda. Panggilan sayang hehehe." Ucap Nay ngeles membuat Rangga mati matian menahan tawa.


"Gitu ya emang panggilannya gimana?" Ucap Gilang.

__ADS_1


"Eh itu kalau Kak Rangga manggil Nay itu Cewek rese nan Absurd kalau Nay manggil Ka Rangga itu cowok jigong tukang oncom. Hehehe maaf ya bun, yah!" Ucap Nay tersenyum kikuk.


"Hahaha memang calon mantu yang unik!!" Ucap Gilang sambil tertawa.


"Ayah udah ah, Nak kamu antar pulang Nay kasihan udah malam!" Ucap Arin diangguki Rangga.


"Sayang..." Panggil Rangga, Nay pun menoleh


Cup..


"Kak Rangga!!" Ucap Nay kesal sambil mengusap pipinya yang kena ciuman Rangga.


"Heh Rangga jangan keblabasan. Ayah ada pengaman didashboar mobil!" Ucap Gilang mengedipkan sebelah mata mmbuat Nay membelalakan mata.


"Heh macam macam ku pastiin pulang hanya nama!" Ucap Nay ketus sambil memukul dada Rangga.


"Hahaha udah ah ayah suka banget godaain calon mantu!" Ucap Arin.


"Kalau Nay nya mau juga ngga apa apa kok bun hehehe!" Ucap Rangga cengengesan.


"Heh!" Hardik Arin tajam.


Rangga buru buru keluar rumah saat Arin mengangkat tinggi centong sayur yang dipegangnya, Nay dan Gilang hanya menggelengkan kepala, Nay pamit mencium kedua punggung tangan Arin dan Gilang lalu keluar.

__ADS_1


__ADS_2