
Pagi hari Nay sudah bangun dan masuk kedalam kamar mandi dengan muka pucat, karena hari ini hari minggu. Rangga ada dirumah dan akan memantau company menggunakan ponsel saja. Rangga nampak khawatir melihat istrinya seperti itu, seharusnya dia tak memaksakan melakukan hal itu tadi malam. Rangga membantu memijit tengkuk Nay perlahan.
"Anjerr, mual banget gue. Paling masuk angin gara gara tadi malem." Gerutu Nay lemas.
"Maafin gue yah," Ucap Rangga mendekap tubuh Nay, kemudian menggendongnya keranjang.
"Lebay deh, biasa aja kek gini. Kak, gue laper." Rengek Nay membuat Rangga menggelengkan kepalanya.
"Mau makan apaan?" Tanya Rangga mengelus rambut Nay sayang.
"Muehehehew, katanya pen buatin gue siomay." Goda Nay membuat Rangga tepok jidat.
"Yaudah, tunggu sini gue bikinin bentar." Ujar Rangga diacungi jempol oleh Nay sambil terkekeh.
Rangga turun dari kamar, dia mengambil tahu dan tepung yang ada dikulkas dan dilemari makanan setengah jadi. Rangga menggoreng kacang tanah, dan bawang putih. Dia memasak sendiri tanpa bantuan google. Setelah jadi, dia membawanya ke kamar nya semula tempat Nay tidur. Rangga melihat Nay sedang bermain game online sambil bersandar di sandaran ranjang sambil tersenyum kearahnya.
"Nih, jangan protes rasanya ya?" Ujar Rangga membuat Nay menatapnya datar.
"Ini namanya batagor bukan siomay!" Cibir Nay membuat Rangga terkekeh.
"Gue lupa Nay, makan ini dulu ya?" Goda Rangga membuat Nay mengangguk.
__ADS_1
Nay memakan batagor buatan Rangga dengan nikmat, rasanya tak kalah seperti batagor yang sering ia beli saat pulang sekolah. Rangga duduk kemudian menarik Nay hingga duduk dipangkuanya. Nay yang selesai makan pun menyandarkan kepala nya di dada bidang Rangga.
"Lo tau Nay, sejak adanya lo dikehidupan gue. Rasanya gue seperti orang paling bahagia disini." Ujar Rangga mengecup dahi Nay.
"Begitu juga dengan gue, gue harap gak ada setan berbentuk pelakor." Keluh Nay membuat Rangga terkekeh.
"I Love you, istri absurd nan rese ku!" Kekeh Rangga.
"I Love you too, suami gak ada akhlak ku!" Balas Nay membuat Rangga gemas dan mencium bibir Nay lembut.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka tiba tiba menampakan seorang wanita yang terkejut, melihat penampakan itu membuat pelakunya langsung buru buru menutup pintu lagi sambil terkekeh. Hal itu membuat Nay reflek mendorong wajah Rangga karena terkejut.
"Mama ganggu aja deh anak nya mau seneng seneng." Gerutu Rangga membuat Nay memukul dada Rangga.
"Lain kali jangan asal nyosor aja, malu kan ketahuan Mama." Ujar Nay turun dari pangkuan Rangga.
"Kan udah sah Yank!" Rengek Rangga ditatap tajam Nay.
"Jangan panggil gue Yank!" Ketus Nay membuat Rangga terkekeh.
__ADS_1
Nay turun dari kamar, dia menunduk malu karena kepergok sedang ciuman mesra dengan Rangga dikamar. Arin menatap menantu dan anak nya dengan tatapan menggoda. Arin terkekeh kecil saat melihat wajah Rangga yang kesal, kemudian ia menghampiri Nay dan meminta Nay untuk duduk disampingnya.
"Mama ngapain kesini?" Kesal Rangga membuat Arin mengetok kepala Rangga dengan kunci mobil.
"Mentang mentang udah punya bini ya, Mama nya datang diusir!" Kesal Arin membuat Rangga terkekeh.
"Ada apa Ma?" Tanya Nay menatap tajam Rangga.
"Gak apa, cuma pengen lihat menantu Mama aja." Ujar Arin membuat Nay tersenyum.
"Mama mau puding? Bollu pisang? Piscok? es podeng? es cream? nastar? atau...
"Wait!"
Arin dan Rangga menjadi bingung sendiri dengan pertanyaan Nay, Nay terkekeh melihat Mama mertuanya sulit untuk memilih makanan yang akan ia buat.
"Kamu mau buat atau udah ada yabg matang?" Tanya Arin.
"Ya baru mau buat lah Ma, mangkanya Nay tanya dulu. Mama mau apa? ntar Nay bikinin deh." Ucap Nay nampak bersemangat melihat Arin berfikir.
"Emmm.. Mama mau cucu aja deh,"
__ADS_1
"What?!"