
Mereka semua sudah duduk dikursi meja makan, Mama dan Papa mengajak mereka untuk makan malam dahulu. Dan Nay beserta yang lain hanya menurut saja.
Mereka makan sambil berbincang bincang dan bercanda sedikit, juga memuji masakan milik Nay dan Gilsha.
"Daniel harusnya kau membuka mini Restaurant saja, kau memiliki dua koki ternama dirumah!" Ucap Arin terkekeh.
"Hahaha kau ini Rin, sama seperti Kak Daniel berbicara seperti itu!" Ucap Gilsha tersenyum.
"Tapi memang ini masakan enak, apalagi masakan anakmu ini saat dirumah kita!" Ucap Gilang membuat Daniel tersenyum.
Namun saat mereka semua melirik Nay, ternyata anak itu tak menghiraukan ucapan banyak orang dari tadi dia sudah fokus pada daging rendang kesukaannya bahkan dia tak menyadari bahwa semua orang meliriknya dan tersenyum.
"Ah, biarkan anak itu kalau sudah bertemu daging rendang ya seperti itu!" Balas Daniel membuat mereka semua terkekeh.
"Aaaa.. Papa, Nay melupakan sesuatu!" Ucap Nay kaget.
"Eehh astaga kamu kalau ngomong ngagetin aja!" Ucap Daniel terkejut sedangkan yang lain mengusap usap dadanya.
"Lupa apa sayang??" Tanya Gisha lembut.
"Zeyna minggu ini belum Nay kasih makan!" Ucap Nay membuat Gisya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Astaga, Mama kira kenapa. Tenang aja kemarin udah Mama kasih ayam!" Ucap Gisya membuat Nay kembali tenang.
"Zeyna itu siapa tante?" Tanya Rangga membuat Nay malas.
"Oh, kamu mau kenalan kah? Dia temen Nay dia ular albino!" Jelas Nay membuat orang orang yang ada dimeja makan membelalakan mata.
"Eh?? Kok gadis secantik Nayara berani sama Ular?" Tanya Gilang.
"Nggak ingat kelakuan Mamanya kau? itu menurun. Aku saja merasa geli dengan binatang satu itu!" Ucap Daniel malas membuat mereka semua terkekeh.
"Berarti hobby nya sama seperti Rangga dong, dirumah Rangga punya Python sepanjang 3 meteran mungkin!" Ucap Arin.
Mereka berbincang bincang, juga bercanda karena ulah Rey yang ketus saat Nay digoda oleh Rangga, Rangga pun memilih memberikan cengiran khas miliknya kepada sang calon kakak iparnya.
"Okeh, karena mereka saling suka, dan bahkan sekarang pacaran. Kita tetapkan dalam jangka waktu dekat akan menikah!" Ucap Gilang membuat Rangga dan Nay tersedak.
Uhukkk... Uhukk... Khok.. uhukk.. ehmm..
"Maksudnya Uhukk.. ehemm.. menikah jangka waktu dekat gimana ya?" Tanya Nay masih tersedak.
"Ya kalian nikah muda!" Balas Daniel membuat Nay mengerucutkan bibir kesal.
__ADS_1
"Nggak salah Ayah?" Tanya Rangga memastikan.
"Kenapa emang? Udah nggak sabar kah?" Goda Gilang.
"Eh??"
"Udah ngaku aja sebulan lagi kita adakan pesta di negara F!" Finish Daniel membuat mereka berdua benar benar bingung.
Gimana sih? Niatnya mau melarikan diri eh malah sama Rangga. Cowok Jigong tukang Oncom! ~Batin Nay kesal.
Gimana nasib gue kalau serumah sama cewek absurd nan rese ini ya tuhan help me!~Batin Rangga berteriak.
"Kalian nggak akan kabur kan?" Kini Arin bersuara.
"Kalau Nay udah nerima sih perjodohan ini dan nggak akan kabur, ntah kalau Kak Rangga!" Ucap Nay tersenyum manis walau atas dasar paksaan.
Eh? Dia kok biasa aja? Apa jangan jangan dia suka sama gue? ~Batin Rangga menatap bingung Nay.
Terpaksa lagi! Huh!~Batin Nay.
"Rangga ngikut aja!" Ucap Rangga pasrah lalu mereka tersenyum bahagia.
__ADS_1