Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
Saling Menguntungkan.


__ADS_3

Seperti biasa Nay bangun untuk memasak, saat sedang memasak Rey mengagetkannya hingga kecap yang dipegang Nay muncrat kemuka Rey.


"Pfffttt hahahaha!! Siapa suruh ngagetin orang, mangkannya jadi orang itu jangan jahil!" Ucap Nay melanjutkan masaknya.


"Subhanallah cobaan apa hamba mendapat adek kembar seperti ini!" Ucap Rey.


"Bodo Am-" Ucapan Nay terhenti saat ada yang mengetuk pintu.


tok...


tok...


tok...


"Bang bukain gih, masak Nay pake celemek gini!" Ucap Nay pelan.


"Hmm!" Ucap Rey malas lalu membukakan pintu.


Ceklek..


"Surprise!!" Ucap Orang itu merentangkan tangan.


"PAPA!! MAMA!!" Teriak Rey memeluk keduanya.


"Aduh manjanya anak Mama!" Ucap Gilshad sambil mengelus kepala Rey.

__ADS_1


Nay dari dapur langsung berlari kearah kedua orang tuanya yang sangat dirindukanya walau belum satu tahun namun rasa rindunya melebihi satu abad, tanpa melepas celemek yang digunakannya Nay langsung memeluk mama dan papanya yang masih menyeret koper.


"Huaaa... Nay rindu Huaa.." Ucap Nay tak mau melepas pelukannya keMamanya.


"Dek lepasin dulu kasihan mereka cape!" Ucap Rey mengintrupsi.


"Maaf Ma, tapi Nay Rinduu.." Ucap Nay.


"Jangan rindu, rindu itu berat biar dilan aja kamu jangan!" Ucap Gilsha membuat Nay terkekeh.


"Kek anak muda aja kamu!" Ucap Daniel.


"Yaudah sih emang masih muda!" Ucap Gilsha ketus.


"Astaga lupa kalau Mama mu masih dalam fase perempuan menjadi singa!" Ucap Daniel geleng geleng kepala.


"Aishh malah berantem, ayo makan Ma, Pa. Nay masak banyak!" Ucap Nay senang.


"Okey!" Jawab mereka serentak.


Mereka makan dengan khidmat tak ada percakapan saat makan, namun setelahnya Daniel tak henti hentinya mengagumi rasa masakan Nay yang sama enaknya dengan masakan Gilsha. Ya karena Nay adalah Versi remaja Gilsha.


"Masakan anak sama Mamanya emang the best bikin Papa makin betah dirumah!" Ucap Daniel membuat kedua perempuan disana terkekeh.


"Papa ada ada aja!" Ucap Nay.

__ADS_1


"Ya harus betah dirumah lah gimana sih!" Ucap Gilsha sambil terkekeh.


"Hahaha iya deh iya!" Ucap Daniel.


Mereka berempat sedang bersantai di gazebo pinggir kolam renang, Gilsha datang bersama Nay membawa puding dan jus mangga. Rey dan Daniel tersenyum hangat bisa mendapatkan keluarga yang hangat.


"Jus dan pudingnya datang uhuy!!" Ucap Gilsha sambil tersenyum.


"Nay and Mama emang the best!" Ucap Rey terkekeh.


Semua ikut tertawa lalu menikmati puding yang dibuatkan Gilsha sambil berbincang bincang sedikit, tiba tiba Gilsha teringat akan perjodohan yang dikatakan Arin.


"Eh ade udah tau belom kalau dijodohin?" Tanya Gilsha membuat Nay terdiam sejenak.


"Udah Ma, insyaallah Nay akan nerima!" Ucap Nay tersenyum.


"Bener?, Kalau ade punya pacar gak apa apa sih, Mama izinin ade atau abang pacaran dan kalau calonnya pantes Mama dan Papa batalin perjodohan nya!" Ucap Gilsha membuat Nay berbinar.


"Seriusan Ma?" Tanya Nay diangguki Mama dan Papa.


"Makasih Ma, Pa!" Ucap Nay dan Rey.


"Sama sama!" Ucap Gilsha dan Daniel tersenyum manis.


Okeh, sekarang tinggal cari doi wkwkwk. Apa gue minta tolong Rangga aja ya? ~ Batin Nay sambil meletakan jarinya dipipi.

__ADS_1


Hahaha minta tolong gak apa apa lah ya kemarin dia juga minta tolong gue. Wkwkwk ~Batinya berlanjut.


"Okeh Ma, Pa, besok Nay bawa pacar Nay ketemu kita semua!" Ucap Nay semangat membuat mereka semua terkekeh pula.


__ADS_2