Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
KAUM REBAHAN


__ADS_3

Tringggggggggg Tringggggggg


Alarm berdering membuat Nay mau tak mau membuka matanya, dia baru tidur 1 jam yang lalu karena ulah Rangga yang benar benar menuruti permintaan Mama nya. Yang membuat Nay kesal adalah Rangga melakukan hal tersebut tanpa pengaman. Ini sudah kali kedua mereka melakukannya. Rangga membuka matanya dan mengecup perlahan kening Nay membuat Nay mendengus kesal.


"Jangan marah dong, ntar cantik nya luntur." Goda Rangga.


"Terus, kalau gue udah gak cantik lagi. Lo mau nyari yang baru gitu? iya?" Sinis Nay membuat Rangga mengerutkan dahi.


"Lo ngomong apaan sih, gue cuma kepikiran nikah satu kali dihidup gue." Ucap Rangga dengan sabar.


"Halah, ucapan kek gitu udah basi. Lihat rumput tetangga yang ijo aja matanya langsung melek merem." Ketus Nay membuat Rangga kesal.


"Lo kenapa sih, sensi banget!"


Akhirnya pertahanan Rangga runtuh, pria itu akhirnya membentak Nay. Mata Nay berkaca kaca saat Rangga membentaknya. Gadis itu membungkus tubuh nya yang polos menuju kamar mendi tanpa menghiraukan kemarahan Rangga. Rangga mengusap wajah nya kasar saat melihat istri nya menangis.


"Salah aja terus gue, cewek selalu benar." Gerutu Rangga.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Rangga menghela nafas nya saat selama diperjalanan Nay hanya diam tak bergeming. Rangga sedikit bersalah karena persaan istrinya tersebut sangat mudah tersakiti. Permintaan nya pun aneh aneh, dia sangat senang saat kemarin ular yang ia inginkan datang.


Rangga membelokkan mobil menuju parkiran, tanpa sepatah kata apa pun. Nay turun menenteng tas nya menuju kelas membuat Rangga benar benar menghela nafas kasar.


Nay duduk dibangkunya kemudian menelungkup kan wajahnya di tangan yang ia lipas diatas meja. Aira yang sibuk menyalin pr milik Ayara pun mengerutkan dahi.


"Tumben neng tidur jam segini?" Tanya Aira tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.


"Ngantuk bang." Jawab Nay sekenanya melanjutkan tidur.


"Bolos UKS nyok, kita tidur." Ajak Ayara membuat Nay langsung bangun.


"Skoy, Asiyapp bossquee!" Seru Nay senang membuat Zeyna terkekeh.


"Bodo ah, yang penting gue tidor." Jawab Nay membuat yang lain merotasikan mata malas.


"Wanjay, sia sia gue nyalin pr kalau ujung ujungnya kita tetep bolos juga." Ujar Aira datar.


"Salah sendiri, gue gak ngerjain santuy aje tuh." Santuy Zeyna.

__ADS_1


"Mak gua guru dodol. Bisa mampos kalau gue diaduin." Sungut Aira.


"Slow girl, kita BeKa semua kan?" Yang lain mengangguk menyetujui ucapan Nay.


Mereka semua pergi ke UKS untuk membolos. UKS adalah tempat teraman ketiga untuk membolos selain dirooftop dan perpustakaan. Kalau toilet mereka tidak mau karena mereka tidak suka jorok dan bau yang menyengat. Padahal toilet tersebut bersih, tapi mereka tetap tidak mau.


"Gue mau tidur, ntar istirahat bengunin ya?" Pinta Nay langsung menutup mata saat berbaring di matras.


"Nih anak tumben tumbenan jadi pemalas gini?" Tanya Ayara.


"Ho'oh, dia mageran juga jadi kaum rebahan. Kemaren gue ngajak dia nonton tapi gak mau, asik rebahan die nye." Kesal Zeyna.


"Saya mencium bau-bau rahasia disini!" Ujar Aira mengendus endus membuat Zeyna mendorong kepala Aira yang mendekat ke wajahnya.


"Gausah jadi Roy Khimocy deh."


"Roy Kiyoshi, Zeyna!" Kesal Ayara membuat Zeyna mendengus kesal.


"Bodo, gue mau ikutan tidor. Bangunin gue kalau istirahat." Pamit Zeyn.

__ADS_1


"Gausah bangun sekalian." Ayara komat kamit membaca jampi jampi untuk Aira yang siaap diruqiyah.


"Gua mampusin lo ntar!" Kesal Aira membuat Zeyn terkekeh.


__ADS_2