Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
BERTEMU DENGAN DIA.


__ADS_3

Rangga mendengus kesal melihat spesies cowok kepo di samping nya. Dia menghela nafas panjang sebelum menceritakan semuanya. Steve nampak sangat fokus mendengarkan cerita Rangga. Sesekali dia menganggukan kepala tanda mengerti dengan cerita yang dialami. Rangga tersenyum setelah bercerita dengan Steve, beban nya terasa sedikit menghilang walau bukan sepenuhnya hilang.


"Sebenarnya tak ada yang salah disini, kau dan istrimu tidak tau kan, kalau dia hamil? Dan biasa jika anak SMA keguguran, tingkahnya yang aktif membuat nya lupa dengan kondisinya." Kata Steve menepuk bahu Rangga.


"Steve, thank you." Kata Rangga tulus.


"Santai bung. Oiya, aku harus pergi mengunjungi temanku diRS. Ini kartu namaku." Kata Steve memberikan kartu namanya lalu pergi.


"Ah, Steve!" Panggil Rangga membuat Steve menoleh.


"Ya? Kau merindukanku?" Goda Steve membuat Rangga melotot.


"Gila, apa aku boleh ikut menemui temanmu?" Tanya Rangga pelan.


"Yakin? dia agak sedikit terganggu sih. Kamu gak apa?" Tanya Steve dibalas gelengan oleh Rangga.


"Okay, ayo ikut aku ke mobil." Kata Steve diangguki Rangga.


Steve dan Rangga masuk mobil, Steve melajukannya di suatu tempat. Entah mengapa, hati Rangga seperti ada yang menarik hingga dia ingin mengikuti Steve pergi. Berkendara selama 20 menit akhirnya mobil Steve sampai. Rangga menatap sendu berbagai orang yang sedang tertawa dan menangis dengan pendamping disampingnya.


Steve mengajak Rangga masuk dan menemui salah satu orang disana menggunakan bahasa negara yang sedikit dimengerti oleh Rangga.


"Permisi dokter, apa ada kabar baik?" Tanya Steve.


"Tidak ada perubahan sama sekali, dia tetap menangis histeris saat bonekanya diambil." Kata dokter.


"Hah.. sudah ku duga. Boleh kita menemuinya?" Tanya Rangga tak sabaran.


Dokter menatap Steve dengan isyarat siapa orang yang ada disamping nya saat ini. Steve mengangguk kemudian memperkenalkan Rangga kepada dokter Hans.


"Perkenalakan, ini Rangga. Dan Rangga, ini Hans." Kata Steve memperkenalkan keduanya.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan anda, sata dokter yang menangani pasien disini. Dan kalian boleh menjenguk nya tapi hanya sebentar." Kata Hans diangguki keduanya.


Rangga dan Steve digiring kesuatu ruangan, jantung Rangga berdebar tak beraturan saat ada di depan lorong. Sesampainya di suatu ruangan, detak jantungnya serasa berhenti. Gadis yang ia cintai dengan tubuh kurus, Rangga meneteskan air mata saat melihat keadaan istrinya yang sangat memprihatinkan. Menggendong boneka dan menimang-nimang nya seperti bayi pada umum nya.


"Anak Mama cantik, anak Mama haus ya? Makan setiap hari kok nggak gede-gede sih?" Nayara tersenyum sebelum mencium kening boneka tersebut.


"Nayara?" Panggil Rangga pelan sambil mendekat.


Nay menoleh dengan takut, "Ka.. Kamu siapa? Jangan ambil bayi aku hikss.. Pergi!!!" Teriak Nay mendekap bonekanya.


Grebbb!


Rangga merengkuh erat tubuh kurus Nayara, bisa dipastikan jika tulangnya remuk. Nay menangis histeris dan memukul-mukul dada Rangga agar dia melepaskannya. Hans dan Steve melongo dengan kejadian didepannya. Hans menyiapkan suntikan tapi dicegah oleh Steve dengan gelengan.


"Kenapa?" Tanya Hans kesal.


"Biarkan, mereka butuh waktu." Kata Steve pelan.


"Nayara, ini aku Rangga? Suami mu hemm." Ujar Rangga menangkup kedua pipi Nayara dan mencium keningnya sayang.


"Ra.. Ngga?" Ujar Nayara terbata sambil meraba pipi Rangga yang menangis.


Grebb!


Nayara membalas pelukan Rangga, gadis itu mendapatkan kesadarannya kembali walau tidak sepenuhnya. Rangga senang saat Nayara mengenalinya kembali, dia memeluk dan mengusap rambut Nayara yang panjang lalu mengecup dahinya. Dia tak peduli dengan kondisi Nay sekarang.


"Kak, anak kita hikss.." Tangi Nayara kembali pecah.


"Belum rezeky kita Nayara, kita bisa mencobanya lagi. Kamu mau pulang kembali bersamaku?" Tanya Rangga lembut sambil membelai rambut Nay diangguki penuh semangat oleh Nayara.


"Aku pamit ke dokter Hans dulu." Pamit Rangga berdiri namun dicegah Nay.

__ADS_1


"Jangan tinggalin aku." Lirih Nay.


Rangga tersenyum, ia mengalungkan tangan Nay ke lehernya kemudian menggendong Nayara untuk bertemy dengan dokter Hans dan Steve yang sedang tersenyum bahagia.


"Dia istrimu?" Tanya Steve.


"Iya, aku berterimakasih padamu Steve. Karenamu, aku bisa kembali menemukannya." Kata Rangga.


"Tuhan masih berbaik hati dengan hambanya, kembali lah kenegaramu. Aku senang melihatmu bahagia." Kata Steve tulus dibalas senyuman oleh Rangga dan Nay.


"Kak Steve terimakasih." Kata Nay malu sambil menyembunyikan wajahnya di Dada Rangga.


"Hahaha, sama-sama." Balas Steve.


"Dokter, saya pamit membawa Nayara kembali. Terimakasih sudah merawat dia selama ini. Saya akan selalu memberikan donasi untuk Rumah sakit ini sebagai ucapan terimakasih." Kata Rangga mencium pucuk kepala Nay.


"Terimakasih kembali Pak Rangga, tidak perlu repot repot." Balas Hans sambil tersenyum.


"Baiklah, saya akan kembali. Terimakasih, dan jangan lupa berkunjung Steve." Balas Rangga dibalas senyuman oleh Steve.


"Bye bye Rangga, jangan merindukanku disana!" Teriak Steve membuat Hans bergedik ngeri.


Steve mempelototi Hans, "Apa kau menatapku seperti itu? Aku tidak belok haluan!" Kesal Steve lalu pergi.


"Sepertinya aku harus pindah profesi menjadi dokter hewan saja." Gumam Hans pelan sebelum ikut pergi.


Jika mencarimu adalah hal yang tersulit untukku, maka mencintaimu adalah anugrah terindah untukku. ~Rangga Putra Pramadya♥


Jika mencintaimu adalah hal terindah untukku, maka melupakanmu adalah kesalahan terbesarku. ~Nayara Nissa Lourendz♥


KETUA KELAS VS KETUA OSIS END♥

__ADS_1


Season 2? Jawab kolom komentar🙌 Salam sayang dari author untuk kalian. Love you all and thank you😚


__ADS_2