
Saat dimobil Nay hanya diam karena kesal terhadap Rangga, beda dengan Rangga yang curi curi pandang dengan Nay dan sesekali tersenyum manis. Saat berada dilamunannya Nay tersadar oleh Rey yang pasti belum makan karena bi Ani pulang kampung. Kebetulan lewat resto.
"Kak Stop!!" Teriak Nay tiba tiba membuat Rangga menginjak rem spontan.
ckiiitttt!!!
Jdukkk...
"Aduhh bisa ngerem pelan nggak sih!!" Ucap Nay memegangi kepalanya.
"Aduh duh maaf Nay nggak sengaja, lagian kamu ngapain sih teriak teriak?" Ucap Rangga.
"Rey belum makan, mampir resto dulu beli makan!" Ucap Nay langsung turun.
Rangga langsung mencekal tangan Nay yang baru keluar dari mobil, Nay hanya melirik tangan nya yang dipegang oleh Rangga. Dia menautkan alisnya menjadi satu.
"Biar gue aja yang beliin, Rey biasanya suka apa?" Tanya Rangga lembut membuat Nay terpana sejenak.
"Ekhemm" Rangga sedikit tersenyum lalu berdehem.
"Ehh emm itu Seafood!" Ucap Nay cepat dan gugup.
"Okeh cuma itu aja?" Tanya Rangga diangguki Nay.
__ADS_1
"Yaudah lo tunggu mobil gue nggak mau orang lain ngelihat kecantikan lo!" Ucap Rangga membuat Nay blushing.
Astaga jantung gue nggak sehat ~Nay.
Rangga tersenyum lalu mengacak rambut Nay dan pergi masuk Resto untuk memesankan makanan yang akan dibawa pulang oleh Nayara gadis yang statusnya sekarang menjadi pacarnya walau Nay tetap akan menganggapnya pura pura okeh garis bawahi PURA - PURA!!
Untuk menghilangkan rasa bosannya, Nay membuka chat dari grub yang ada disekolahnya ia membaca beberapa pesan yang membuatnya membelalakkan mata terkejut.
"Loh Loh loh kok udah kesebar aja bukannya yang tau cuma anak sekelas gue??" Ucap Nay terkejut melihat berita kalau dia berhubungan dengan Rangga.
"Kenapa? Nggak suka ya?" Ucap Rangga tiba tiba.
"Eh, Astagfirullah salam dulu!" Ucap Nay sambil mengelus dadanya dibalas cengiran oleh Rangga.
"Maaf, emang kenapa sih?" Ucap Rangga duduk di kursi pengemudi.
"Ya wajar kan gue termasuk Most Wanted disana juga ketua OSIS gimana sih!" Ucap Rangga terkekeh.
"Ck, gue lupa!" Ucap Nay menepuk jidat.
"Yaudah gue anter pulang!" Ucap Rangga diangguki oleh Nay.
Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia sempat mengumpat sumpah serapah karena jalanan masih macet, Nay yang kelemahan pun tertidur dimobil menghadap keluar jendela. Saat sudah terbebas oleh Macet Rangga melajukan ke Rumah milik keluarga Pratama. Rangga memperhatikan wajah gadis disampingnya yang cantik tanpa Make up dia sedang tertidur pulas, karena tak tega membangunkannya, Rangga menggendong Nay ala bridal style kerumahnya lalu memencet bel nya beberapa kali. Tak lama Rey keluar.
__ADS_1
"Heh lo apain adek gue!!" Ucap Rey menahan emosi lalu mengambil alih gendongan Nay.
"Dia cuma kelelahan doang, maaf baru nganterin dia jam segini. Ini tadi dia beliin lo makan malam." Ucap Rangga menyodorkan bungkusan makanan.
"Heh nyogok lo?" Ucap Rey sinis namun pelan takut membangunkan adiknya.
"Nggak ini permintaan Nay!" Ucap Rangga sabar.
"Oke thanks, lo sekarang pulang!" Ucap Rey ketus lalu menutup pintu nya.
"Huftt.. sabar Rangga demi dapat izin dari kakak ipar!" Ucap Rangga pelan sambil menggelengkan kepala.
"Gue denger!" Ucap Rey tiba tiba membuka pintu.
"Eh ngapain keluar lagi?" Tanya Rangga kelagapan.
"Serah gue dong, rumah rumah gue kok lo sewot!" Ucap Rey ngegas.
Iya juga sih, dasar o'on~Rangga Putra.
"Yaudah deh kak gue pamit pulang." Ucap Rangga.
"Heh apa kak?" Ucap Rey bingung.
__ADS_1
"Kakak ipar. Byee.. Assalamualaikum!!" Ucap Rangga lalu pergi.
"Waalaikumsalam!" Balas Rey sambil menggelengkan kepalanya.