
Setelah melakukan pelajaran olahraga semua siswa siswi kembali ke kelas masing masing tak terkecuali Nayara dan teman temannya kali ini ia masih diruang ganti untuk ganti baju dari olahraga ke seragam sekolahnya.
Kali ini semua mata pelajaran jam kos, dan satu jam setelahnya bel pulang berbunyi, saat ini Nayara ada dikantin bersama sahabat sahabatnya ia duduk menghadap lapangan basket, saat sedang asik makan bakso Nayara melihat Rangga tersenyum miring kearahnya sambil membawa bola basket membuat Nay tersedak.
"Uhukk.. uhukk.. Bangst.. uhukkk... " Umpat Nayara sambil memukul mukul dadanya.
"Kenapa oi?" Ucap Aira memberikan minuman.
"Oh gue tau, gara gara Kak Rangga kan?" Tebak Bryan.
"Iye gue masih nggak terima gara gara Rangga main nyosor sembarangan!" Ucap Nay kesal.
"Terus lo mau balas dendam gitu?" Tanya Danial.
"Sebetulnya sih enggak, berhubung lo ngasih ide gue akan lakuin." Ucap Nay menyeringai.
"Hoy pikiran lo jangan aneh aneh!" Ucap Zeyna.
"Njer, yang aneh aneh siapa ogeb!" Ucap Nay datar.
"Habisnya lo senyam senyum gaje!" Ucap Ayara.
"Serah lu pada!" Ucap Nay acuh.
__ADS_1
Mereka menghabiskan waktu yang masih ada dikantin untuk membicarakan rencananya dan mereka semua setuju, tepat setelah itu bel berbunyi membuat Nay tersenyum manis hingga Danial dan Bryan terpukau sejenak.
"Okeh sesuai rencana." Ucap Nay.
"Lo yakin?" Ucap Aira ragu.
"Tentu!" Jawab Nay mantap.
Mereka semua menyebar, Aira dan Zeyna menemui Rangga. Nayara dan Ayara menuju parkiran dan Bryan dan Danial sebagai keamanan.
"Ck, Kak Rangga kemana sih dicariin gak ada!" Ucap Zey kesal.
"Tau tuh, eh itu dia bukan sih??" Ucap Aira menunjuk seseorang.
Zeyna dan Aira berjalan pelan menuju seseorang yang duduk dibawah pohon besar sambil membawa minum dan camilan kecil.
"Kak Rangga!!" Panggil Zey agak ragu.
"Hmm ada apa?" Ucap Rangga cuek.
"Ini ada titipan dari Naya katanya permintaan maaf!" Ucap Aira menyodorkan Roti dan Minuman.
"Seriusan ini dari dia?" Ucap Rangga meyakinkan sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Iya tapi dia nggak bisa ngasih langsung dia udah dijemput!" Ucap Zeyna.
"Ini nggak ada racunnya kan??" Ucap Rangga lagi.
"Nggak kak," Ucap Aira lalu mendapat notif dari Nay kalau tugas nya selesai.
Aira memberi kode pada Zeyna untuk pergi dengan mengedip ngedipkan matanya dan melirik lirikannya Namun Zeyna tidak paham.
"Mata lo kenapa sih Ra, Mata lo belekan ya??" Ucap Nay polos membuat Aira menepuk jidat.
"Kita udah selesai!" Bisik Aira lirih diangguki Zeyna.
"Kalian kenapa sih bisik bisik tetangga gitu?" Ucap Rangga bingung.
"Eh nggak apa apa kok Kak, hehehe kita balik duli ya." Ucap Aira lalu menarik tangan Zeyna pergi.
Rangga pun memakan roti dan minuman pemberian Nayara dan tak ada semacam obat tidur atau obat sakit perut, 'Nih anak pasti udah suka ma gue' kira kira itulah yang ada di batin Rangga.
"Balik aja kali ya??" Ucap Rangga lalu menuju parkiran dengan wajah yang berbinar.
Saat ia sudah sampai dimobil ia membuka pintu tapi saat akan masuk mobil ia melirik kearah ban mobilnya yang tiba tiba kempes semua.
"HAA!! NAYARA!!" Teriak Rangga kesal hingga dilirik beberapa siswa siswi yang masih ada disana.
__ADS_1
"Dasar cewek rese nan absurd!!" Ucap Rangga kesal sangat kesal.