Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
Iya iya


__ADS_3

Nayara masuk kedalam rumah denga hati yang bahagia, ia terus tersenyum hingga ada kembarannya yang melihatnya bingung.


"Woy!! Kenapa lo senyam senyum? jangan jangan ketempelan penghuni pintu ya??" Ucap Rey membuat Nay melototkan matanya.


"Bang!! enak aja cewek cakep nan imut ini dibilang ketempelan!" Ucap Nay kesal.


"What what what bisa diulang lagi? Cewek cakep nan imut?? Bukannya kak Rangga kalau manggil itu cewek absurd nan rese??" Ucap Rey sekaligus menggoda adiknya. Ya soal Nay dicium Rangga sudah menyebar kemana mana.


"Heii jangan ungkit lagi!! Untuk hukuman lo hari ini gue nggak bakal masakin buat lo!" Ucap Nay ketus.


"Biarin kan ada bi Ani!" Ucap Rey menjulurkan lidahnya.


"Bang Rey!!" Ucap Nay kesal lalu menuju kamar.


Nay masuk kamar, menguncinya lalu ia masuk kamar mandi, setelah mandi dia memakai casual juga make up tipis, karena poni nya panjang ia mengepang poninya membuatnya terlihat makin cantik, ia berdiri dibalkon kamarnya merasakan hembusan angin yang menerpa muka dan menerbangkan rambutnya. Ia masuk dalam lamunannya wajah kesal Rangga saat tau ban nya kempes sungguh membuat Nay ingin tertawa.


Flashback.


Saat ia sudah sampai dimobil ia membuka pintu tapi saat akan masuk mobil ia melirik kearah ban mobilnya yang tiba tiba kempes semua.


"HAA!! NAYARA!!" Teriak Rangga kesal hingga dilirik beberapa siswa siswi yang masih ada disana.

__ADS_1


"Dasar cewek rese nan absurd!!" Ucap Rangga kesal sangat kesal.


"Hahaha hei cowok jigong tukang oncom! Itu balasan untuk tadi yang suka nyosor orang sembarangan. Bye bye!!" Ucap Nay senang lalu menancap gas motornya pergi.


"Dasar! Cewek rese nan absurd tunggu pembalasan gue!!" Ucap Rangga sedikit berteriak lalu menendang ban mobil nya.


Flashback Off


"Tapi kalau dilihat lihat dia ganteng juga!" Ucap Nay tersenyum sekelebat cerita tergiang saat Rangga menciumnya didepan banyak orang dan pikirannya menuju kemana mana.


"Heh!! Pikiran lo jangan kemana mana Nay sadar sadar!!" Ucap Nay menepuk nepuk pipinya yang memerah.


"Gila!! Gue bisa gila kalau mikirin dia terus!" Ucap Nay kesal lalu turun untuk membuat makan malam.


Keesokan paginya seperti biasa Nay bangun bagi bagi untuk membantu Bi Ani membuat sarapan, ia makan bersama kakak kembarnya dan bi Ani di satu meja karena Nay tak ingin membedakan siapa pun.


"Bang berangkat bareng ya?" Pinta Nay.


"Iya yaudah ayo berangkat!" Ucap Rey diangguki Nay.


"Bi Ani kita berangkat, Assalamualaikum!!" Ucap Nay dibalas senyuman oleh Bi Ani.

__ADS_1


Rey membawa mobil dengan kecepatan standart saat mobilnya memasuki gerbang, Rangga si ketos rese menghadang mobil nya karena ada Nayara didalamnya. Rey pun memberi kode untuk Nayara turun. Benar saja saat Nayara turun dari mobil, Rangga membiarkan Rey untuk memarkir mobilnya.


"Ikut gue sekarang!" Ucap Rangga menarik tangan Nay.


"Hei lepaskan!! Mau kemana??" Ucap Nay berusaha lepas dari cengkraman Rangga.


"Udah ikut aja!" Ucap Rangga kemudian Nay pasrah.


Kantin


Perpus


Taman


Rooftop!


"What Rooftop?? Mau ngapain nih cowok jigong??" Batin Nay khawatir.


Saat dirooftop Rangga melepaskan Nayara, tapi dia malah mendorong Nay hingga terbentur tembok.


"Hei heii apa yang kau ak-mmmmpp" Ucapan Nay terhenti saat Rangga menciumnya sama seperti kemarin.

__ADS_1


Nay berusaha memberontak dan mendorong tubuh Rangga namun tenaganya kalah jauh oleh Rangga membuat Nay hanya bisa pasrah.


__ADS_2