
"Hei heii apa yang kau ak-mmmmpp" Ucapan Nay terhenti saat Rangga menciumnya sama seperti kemarin.
Nay berusaha memberontak dan mendorong tubuh Rangga namun tenaganya kalah jauh oleh Rangga membuat Nay hanya bisa pasrah.
Nay hanya berdiam tak berniat membalasnya sekalipun saat ia kehabisan nafas ia memukul mukul dada Rangga agar melepaskannya.
"Hoss.. hoss.. hoss.. Kau.. Kau gila ya mau bu.. bunuh gue perlahan!!" Ucap Nay tersenggal senggal sambil memegangi dadanya.
"Nggak tuh!" Jawab Rangga enteng.
"Heii apa maksud lo nyosor orang sembarangan!" Ucap Nay sedikit emosi.
"Itu hukuman ringan buat lo, dan karena lo kemarin cari gara gara sama gue. Gue mau kasih hukuman buat lo!" Ucap Rangga menyeringai.
"Hah maksud lo?? Nggak nggak mau gue!" Ucap Nay cepat.
"Gue nggak menerima penolakan, dan hukumannya adalah lo harus mau jadi pacar pura pura gue!" Ucap Rangga tak bisa dibantahkan.
"Hah?? Itu tidak mungkin Kak, gue nggak mau!" Ucap Nay kekeh.
"Harus mau gue nggak menerima penolakan!" Ucap Rangga ikut kekeh.
"Kalau gue nggak mau?" Ucap Nay menantang.
"Kalau lo nggak mau gue bakal.." Ucap Rangga menggantung kalimatnya.
__ADS_1
Tatapan Rangga beralih ke bibir Nay, dia kembali mendekat kearah Nay. Nay yang tau ada bahaya pun mau tak mau harus menyetujui perkataan Rangga atau kalau tidak ia dalam bahaya.
"Oh No!! Iya iya gue mau jadi pacar pura pura lo. Puas!!" Ucap Nay sambil menutupi bibirnya dengan kedua telapak tangannya.
"Oke goodgirl mulai sekarang lo pacar pura pura gue dan nanti pulang sekolah ikut gue ketemu Bunda!" Ucap Rangga membuat Nay melebarkan kedua matanya.
"What Bunda? Buat Apa?" Ucap Nay.
"Gue mau dijodohin dan gue nggak mau itu terjadi!" Ucap Rangga kesal.
"Ck, iya iya bawel!" Ucap Nay.
"Gitu dong, ayo sayang kita turun!" Ucap Rangga mengedipkan sebelah matanya.
"Heii Janga panggil gue seperti tadi!" Ucap Nay kesal.
"Heii Sayang tunggu!!" Teriak Rangga karena Nay udah jauh dari Rangga.
Cih imutnya pacar gue.. Batin Rangga.
Tanpa memperdulikan keberadaan Rangga, Nay terus berjalan menuju kelasnya, oh iya jangan lupa dengan umpatan sumpah serapah yang terlomtar dibibir cantiknya.
"Rangga Tolo*, Gendeng, beg*, cowok nyebelin, cowok jigong tukang oncom, cowok -." Ucapan Nay tersela Rangga.
"Gendeng gendeng gini lo kan pacar gue!!" Ucap Rangga menyela sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Ingat ya pura pura!" Ucap Nay menekan kata katanya.
"Kalau beneran?" Tanya Rangga lagi.
"Nggak mungkin kak!" Ucap Nay kesal.
Saat Nay masuk dikelas, semua mata tertuju padanya apalagi para sahabatnya yang terbilang sangat kepo langsung menghampirinya. Didalam batinnya sangat bertanya tanya namun saat melihat tatapan sahabatnya yang mengarah kebelakang membuat Nay tepok jidat.
"Oh astaga kalian ini sangat kepo!" Ucap Nay jengah.
"Nay kenapa bibir lo bengkak?" Tanya Bryan membuat Nay kelagapan.
"Eh ini.. ini tadi.. tadi digigit semut!" Ucap Nay melirik tajam Rangga yang stay cool.
"Beneran??" Tanya Bryan lagi sambil menatap tajam Rangga.
"Kau pergi dari sini!" Ucap Sahabat sahabat Nay serempak.
Rangga melirik Nay lalu tersenyum manis membuat para kaum hawa sedikit tersanjung.
"Oh my god!!
"Sayang, nanti pulang sama gue ya. Nanti gue jemput bye!" Ucap Rangga sambil mengacak rambut Nay.
"Kak Rangga!!" Ucap Nay kesal.
__ADS_1
"Hahaa pacar gue imutnya!!" Ucap Rangga menekan kata pacar membuat Semua melongo.