Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
Sama-sama Menerima


__ADS_3

Mereka asik berbincang, kecuali Nay dan Rangga yang saling diam. Bahkan Nay makin menjadi pendiam dan tak mau menatap Rangga sekali pun. Dia hanya menundukkan kepalanya. Rangga yang melihat itu merasa kasihan terhadap Nay.


"Tante eh Mama, Rangga boleh pinjem Nay nya sebentar nggak?" Tanya Rangga.


"Boleh, tapi jangan lama lama ya?" Peringat Gilsha diangguki Rangga.


Rangga menggenggam tangan Nay, membuat sang empunya tangan terheran heran.


"Mau kemana?" Ucap Nay pelan.


"Udah ikut aja!" Ucap Rangga singat.


Nay masuk mobil dengan terpaksa. Dia memejamkan kedua matanya sambil bersender dikursi.


Huh, tak ku sangka ternyata gue nikah muda! Batin Nay pasrah.


Rangga melihat perubahan sikap Nay membuat nya sedih, kini tak ada lagi yang mengganggu hidupnya, dia hanya melihat gadis cantik dengan senyum penuh luka.


"Kenapa lo nerima perjodohan ini kalau lo nggak mau?" Tanya Rangga tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


Nay melirik Rangga sekilas lalu tersenyum.


"Gue nggak mau ngecewain mereka, lagi pula. Mungkin ini salah satu bentuk balas budi ku untuk mereka." Ucap Nay tersenyum.


"Jangan perlihatkan senyum itu lagi!" Ucap Rangga Lirih.


"Kenapa?" Tanya Nay.


"Senyum lo nggak tulus, dan semakin lo tersenyum lo makin terlihat rapuh. Semakin terlihat jelas!" Ucap Rangga sedih.

__ADS_1


"Gue mau kalau kita berumah tangga nanti. Salah satu dari kita tidak ada yang namanya pelakor dirumah tangga. Walau kita ngejalani ini dengan tanpa cinta!" Lirih Nay langsung memalingkan wajahnya kearah luar jendela.


Jujur saja, hatinya hancur mendengar dia akan nikah muda. Dia berusaha tegar. Dan dia termasuk gadis yang sangat kuat karena dia tak pernah memperlihatkan kesedihannya pada siapa pun, dia akan berbuat onar, dan sering tersenyum saat dia luka. Jadi dia menjadi berandal bukan karena nakal, tapi dengan alasan perasaan. Sebisa mungkin dia menahan bulir air mata yang akan menetes didepan Rangga.


"Sudah sampai!" Ucap Rangga keluar mobil.


Rangga berputar mobil lalu membukakan pintu untuk Nayara, dan menggandengnya lembut, memberi sedikit ketenangan untuk Nay.


"Pantai?" Ucap Nay pelan.


"Iya, disini lo bisa menumpahkan keluh kesal lo!" Ucap Rangga tersenyum mengajak Nay bibir pantai.


Nay tersenyum dan memejamkan matanya, membiarkan anak rambutnya terbang terbawa angin. Kaki kakinya merasakan sentuhan air laut yang tenang membuatnya nyaman untuk sementara.


"Terima kasih!" Ucap Nay pelan sambil tersenyum.


"Jangan tersenyum!" Ucap Rangga memalingkan wajah.


"Teriaklah!" Ucap Rangga lirih tak terdengar.


"Apa?" Ucap Nay.


"Berteriaklah dengan itu bisa membuat beban mu berkurang!" Ucap Rangga memberi saran.


"Huftt... AAAAAAA... GUE BENCI TAKDIR!! BENCIIIII!!" Teriak Nay terdengar sedikit memilukan.


"Menangislah, tumpahkan segala perasaan yang mengganggumu!" Ucap Rangga lagi.


Mendengar itu Nay memalingkan wajahnya, dia sudah tak bisa membendung air mata itu. Perlahan lahan menetes membasahi pipi mulusnya. Samar samar Rangga mendengar suara isak tangis.

__ADS_1


Apa dia benar benar menangis? ~Batin Rangga lalu melirik Nay.


Rangga memeluk badan Nay, dia membawa Nay kedekapannya memberi ke hangatan dari dingin nya malam.


Hiks... Hikss... Hikss...


Isak tangis Nay membuat Rangga makin mengeratkan pelukannya, disini dia baru bisa melihat betapa rapuhnya seorang gadis yang dikira tak memiliki perasaan.


"Gue janji Nay, gue bakal ngebahagian lo! " Batin Rangga bertekad.


"Apa sudah lebih baik hemm?" Ucap Rangga lembut membelai rambut Nay yang lurus.


"Terima kasih!" Ucap Nay tersenyum manis tanpa beban.


"Ini senyuman yang gue mau, tidak ada paksaan!" Ucap Rangga tersenyum sambil mengusap bibir Nay perlahan.


Senyum jahil terpancar dibibir Rangga, dia memiringkan kepalanya dan mendekat kearah Nay. Nay yang paham itu hanya memutar mata jengah.


"Mulai deh mesumnya!" Ucap Nay membuat Rangga terkekeh.


"Tau aja, boleh nggak tuh?" Tanya Rangga tersenyum menggoda Nay.


"Dasar mesum!! Mesum!! Mesum!!" Ucap Nay sedikit berteriak karena kesal.


"Bodo ah, masum sama calon istri sendiri gak apa apa!" Ucap Rangga enteng.


"Auhhh... Sakit sayang!!" Pekik Rangga mengusap-usap perut yang habis dicubit Nay.


"Tau kalau calon istri ya harus sabar sampe halal! Gimana sih!" Ucap Nay kesal lalu berjalan menuju mobil.

__ADS_1


Rangga tersenyum sambil bergumam.


"Tersenyumlah, karena senyum mu indah!" Gumam nya lalu menyusul Nay.


__ADS_2