
Rangga terbangun setelah pagi tadi tertidur karena tak kuat selalu berjaga saat Nay tidur. Pria itu takut jika Nay akan melakukan hal nekat. Sesuai dugaannya saat ini, dia panik setengah mati saat ranjang Nay kosong, selang infus menggantung dan cairannya tumpah kebawah dengan darah brceceran dimana-mana.
"Astaga Nay!!" Pekik Rangga mejambak rambutnya sendiri.
"Hah?! ada apa, dimana Nayara?" Tanya Arin bangun karena terkejut dengan teriakan Rangga.
"Dimana Nayara?" Tanya Rangga panik.
"Astaga, Nayara kabur?" Pekik Daniel ikut panik.
"Hiksss.. dimana kamu nak." Gisya telah menangis karena saat ini putrinya sedang tidak baik.
"Tenang dulu, kita cek CCTV rumah sakit ini." Ujar Gilang diangguki semuanya.
Rangga dan orang tua yang lain langsung menuju ruangan CCTV, Rangga meminta memputar ulang rekaman dari beberapa jam yang lalu. Kebetulan di depan kamar Nay ada CCTV yang mengarah ke pintu dan gerak gerik Nay 4 jam yang lalu pun terekam jelas dimana saat pertama Nay turun dengan pelan sambil menangis, ia mencabut infus dan membuang selangnya asal. Nay berjalan tertatih tatih memegangi perutnya kemudian keluar kamar.
__ADS_1
"Arggghhh.. lagi-lagi gue lalai jaga Nay." Frustasi Rangga mengacak rambutnya.
"Tenang dulu." Ujar Daniel memperhatikan dengan seksama mobil yang berhenti di depan Nay.
Semua nampak serius dan suasana yang ada disana menegang. Rangga mengepalkan tangannya saat tidak bisa melihat siapa yang membantu Nay kabur dari rumah sakit karena nomor polisi nya tak terlihat dan pria tersebut membelakangi kamera. Rangga juga mengepalkan tangannya saat pria tersebut menggenggam tangan Nay.
"Rangga harus pergi." Dingin Rangga langsung pergi tanpa menghiraukan teriakan orang tuanya.
"Kalau sampai lo ketemu gue dan gue ketemu ada Nay di apart lo. Gue habisi lo sekarang juga." Gumam Rangga mengepal tangannya kuat.
Pintu apartemen terbuka menampilkan seorang pria yang baru bangun tidur dengan muka bantal, Rangga memberikan satu bogeman membuat pria tersebut jatuh tersungkur ke lantai.
Bughh..
"Dimana Nayara?" Teriak Rangga.
__ADS_1
"Lo apa apaan sih, lo yang jaga Nayara kenapa lo tanya gue?" Bentak Dhika mengelap kasar darah yang keluar dari bibirnya.
"Gausah pura-pura be'go deh lo, lo kan yang sembunyiin Nayara?" Bentak Rangga lagi.
Dhika tersenyum sinis, pria itu berdiri kemudian membuka pintu apartemennya lebar lebar dan bersandar di dinding membuat Rangga makin geram dengan tingkah Dhika saat ini.
"Silahkan lo masuk, kalau lo nemu ada Nayara disini, lo boleh bunuh gue sekarang juga." Sinis Dhika.
Rangga masuk dan mengobrak-abrik isi apartemen Dhika. Dan Dhika pula membiarkan Rangga mengobrak-abrik isi apartemen nya agar pria tersebut dan puas, pikirannya menerawang dimana perginya gadis itu setelah lari dari rumah sakit. Rangga mengacak rambutnya frustasi karena tak menemukan gadis itu diberbagai tempat.
"Sakit apa sebenarnya Nay?" Tanya Dhika setelah lama diam.
Rangga tak menjawab pertanyaan Dhika, dia menatap tak suka kearah Dhika membuat pria di depannya menghela nafas.
"Gak usah sok sombong lo, kita sama sama menyukai orang yang sama." Kesal Dhika membuat Rangga makin emosi.
__ADS_1
"Apa maksud lo suka sama orang yang sama ha?"