
Hari ini adalah hari kepulangan setelah 4 hari berada di negara F. Nay yang bangun terlebih dahulu langsung mandi dan menyiapkan pakaian Rangga diatas kasur.
"Aer nya dingin kek dineraka bat!" Gumam Nay setelah keluar dari kamar mandi, dia mengedarkan pandangan tak menemukan sesosok Rangga.
"Ka Rangga dimana kok nggak ada?" Gumam Nay sambil menggosok Rambutnya yang masih basah.
Grebbb..
Seseorang memeluk Nay dari belakang, membuat Nay terkejut sesaat kemudian tersenyum manis melihat siapa pelakunya.
"Nungguin gue ciee.." Ucapnya dengan suara serak bangun tidur.
"Siapa juga yang nunggu lo, dasar cowok jigong. Sana mandi dulu, bau lo!" Ucap Nay menutupi hidungnya, padahal Rangga sangat wangi.
"Enak aja, gue itu makan kembang, mandi kembang, lalapan kembang, minum kembang ...
"Sekalian kawin sama kembang!" Ketus Nay menyela perkataan Rangga.
"Hahaha gak ah, enak kawin sama lo!" Goda Rangga sukses mendapatkan lemparan cantik sisir permaisuri di jenongnya membuatnya meringis sedangkan pelakunya tertawa senang.
"Mamam tu sisir." Ucap Nay tertawa lebar lalu mengeringkan rambutnya kembali.
__ADS_1
"KDRT lo Nay!" Gerutu Rangga dibalas senyuman manis dari Nay.
"Salah sendiri Wleee" Ejek Nay tertawa melihat wajah Rangga yang masam.
"Eh besok mau langsung sekolah atau jalan jalan dulu?" Tanya Rangga membuat Nay berbinar.
"Jalan jalan?" Tanya Nay senang diangguki Rangga.
"Yeee.. oke besok jalan-jalan karena masa skorsing gue tinggal 3 hari lagi!" Sorak Nay senang membuat Rangga tersenyum manis.
"Heran gue.. cewek cantik kek elo ternyata bar-bar juge!" Gumam Rangga pelan.
___________________
"Gue mau mandi dulu habis itu baru jalan-jalan!" Ucap Rangga diangguki Nay.
Rangga menaruh ponselnya diatas nakas, sedangkan Nay dia masih berbaring santai di ranjang sambil menunggu Rangga selesai mandi.
Drrttt... Drttt...
Ponsel Rangga bergetar, dengan rasa ingin tau Nay mengangkat telpon dari seseorang atas nama (Bobrok).
__ADS_1
"Eh Ngga, lama amat sih lu angkat telpon. Gimana malam pertamanya seru kagak?" Nay hanya menjadi pendengar setia, dia menebak nebak kalau yang mengangkat telpon adalah Sandra.
"Oik.. diem bae lo.. surga dunia lo Ngga, dapat daun muda." Lanjut nya lagi membuat Nay kesal.
"Daun muda bapak lo, seenak jidat kalau ngomong. Sini gue hajar lu sampe lupa caranya bernafas!" Kesal Nay membuat Rangga diam diam terkekeh mengintip dari pintu kamar mandi.
"Eh, ini siapa.. ehh.. hallo.. hallo Ngga, sorry susah sinyal. Gue matiin dulu ya.. Bye" Ucap Sandra cepat langsung mematikan sambungan telpon sepihak.
"Dasar kakak kelas mesum!" Kesal Nay langsung mematikan ponsel Rangga.
Rangga terkekeh kemudian berjalan menuju Ranjang, dan bertanya seolah olah tak tau apa pun.
"Kenapa muka nya kok gitu?" Tanya Rangga mengusap rambutnya yang basah membuat Nay menelan salivanya susah payah.
"Eh.. emm.. an.. anu.. Ck, kenapa lo gak pake baju sjh!?" Hardik Nay memalingkan wajahnya membuat Rangga tersenyum jahil.
Kalau gini gue yang gak tahan Kak! Batin Nay menggigit bibir bawahnya.
"Heii.. nape lu, kesambet?" Goda Rangga yang hanya membelitkan handuk ditubuh bagian bawahnya sambil bersendekap dada didepan Nay.
"Paan sih lo, minggir gue mau mandi!" Ketus Nay menyembunyikan mukanya dan buru-buru kekamar mandi.
__ADS_1
Rangga terkekeh melihat tingkah istrinya malu-malu. Bahkan Rangga sudah melihat tubuh istrinya saat tidur tanpa sepengetahuan Nay.