Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
Hader Bu!!


__ADS_3

Didalam kelas Rangga dihadiahi beberapa pertanyaan dari teman sekelasnya maupun sahabatnya yang kepo dengan hubungannya dengan siadek kelas absurd.


"Eh Ngga, itu cewek yang dulu nabrak lo nggak sih??" Jiwa ke ingin tahuan Devan sudah keluar.


"Iya kenapa emang?" Ucap Rangga menaikan sebelah alisnya.


"Kok lo bisa sama dia? Secara tuh cewek agak absurd kalau diajak ngomong, terus dia itu ketus banget!" Jelas Sandra.


"Tadi gue paksa bawain buku gue sampe kelas." Ucap Rangga penuh kemenangan.


"Lo suka ya sama dia?" Ucap Aldi penuh selidik.


"Sekate kate lo kalau ngomong, nggak bakalan suka juga gue bahkan dia aja udah anggap gue sebagai musuhnya, gimana mau suka?" Ucap Rangga kesal ketiga sahabatnya pun terkekeh geli melihat ekspresi Rangga yang kesal.


Di lorong lain, Nayara melangkahkan kakinya keluar dari lorong kelas 11, Nayara berjalan kembali menuju kelas nya kelas 10 dengan mulut yang tak bisa diam mengumpat sumpah serapah untuk Rangga, yang konon katanya cowok paling ganteng, cool, dan apalah itu. Nyatanya saat Nayara bertemu dengannya? Cowok jigong, to*ol, gendeng, sedikit badboy dan bawel plus nyebelin tingkat angkut.


"Rangga nyebelin, tholol, gendeng, sengklek nyebelinnya tingkat angkut!" Gerutu Nayara sambil menghentak kan kakinya.


Nayara melihat jam yang melingkar cantik dipergelangan tangan kiri Nayara. Betapa santuynya dia saat tau ia telat masuk kelas 10 Menit dia tetap berjalan santai menuju kelas.


Didalam kelas suara ricuh riuh dari IPA 5 langsung diam tak bergeming saat guru sejarah masuk mengisi kelas dengan membawa buku Absennya.


"Eh Nayara dimana ya kok belum masuk?" Bisik Aira.


"Mana gue tau bentar lagi palingan juga masuk!" Balas Zeyna diangguki Aira.

__ADS_1


"Oke anak anak ibu absen sekarang. Absen satu Ara Varasya Dhilla??"


"Hadir Bu!"


"Aira Verronicha??"


"Hadir Bu!"


Absen terus berlanjut hingga bu Clara menyebutkan absen tengah nomor 20 yaitu milik Nayara.


"Nayara Nissa Lourend??" Ucap Bu Clara.


"..."


"Dimana anak nya?" Ucap Bu Clara tak lama menunggu suara cewek yang dimaksud terdengar dengan cengiran polosnya.


"Astaga Nay kamu habis dari mana?" Ucap Bu Clara frustasi.


"Tugas negara sama habis mendengar ceranahan dari guru tercinta. Kalau nggak percaya tanya sama bu Sri dan Rangga." Jelas Nay kelewat santai.


"Yaudah terserah lain kali jangan diulangi!" Ucap Bu Clara diangguki oleh Nayara.


Jam mata pelajaran tergantikan dengan jam istirahat, semua murid disekolah itu tanpa terkecuali berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut mereka yang kosong.


Tak terkecuali cewek yang menurut Rangga Absurd tersebut, Nay ke kantin bersama ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Eh Nay!" Suara tersebut membuat Nayara menengok.


"Ada apa Yan?" Ucap Nay bingung.


"Kantin bareng gue ya?" Tawar Bryan.


"Yaudah kuy lah lo sendirian?" Tanya Nay.


"Nggak kok Danial lagi ketoilet ntar nyusul!" Ucap Bryan diangguki oleh Nay.


Nayara, Ayara, Aira, Zeyna juga Bryan menuju kantin, berjalan pelan lalu menuju tempat duduk yang biasa digunakan Nay dkk.


"Pesen apaan?" Tawar Bryan.


"Gue nurut aja!" Ucap Ayara dan semua mengangguk.


Bryan pergi ke stand makanan untuk memesankan makanan untuknya maupun teman temannya, setelah kepergian Bryan, Daniall datang dan langsung duduk.


"Nay ntar lo pulang naik apaa?" Tanya Danial tiba-tiba.


"Gue bawa mobil kok Al!" Ucap Nayara.


"Ekhemm ada yang care sama Nay nih!" Cibir Zeyna.


"Paan sih lo!" Jawab Danial menahan senyum.

__ADS_1


"Wkwkw santuy aja kali." Ucap Aira tertawa mengejek Danial.


To be continue🌷🌷


__ADS_2