Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
EXTRA PART.


__ADS_3

Dua bocah kembar menghampiri wanita muda yang sedang mengelus rambut pria dewasa lain. Anak laki-laki itu, menelusupkan wajahnya diperut Mamanya membuat perhatian yang semula ada di pria dewasa beralih kepada nya. Mereka adalah Galaksi dan Langit. Sedangkan wanita dan pria itu adalah Nayara dan Rangga. Setelah kejadian beberapa tahun silam dulu. Mereka kembali dianugrahi anak kembar yang tampan. Nayara mengelus sayang rambut kedua anaknya yang ingin dimanja dirinya. Sedangkan Rangga mendengus kesal saat dia harus kembali mengalah untuk anak anaknya.


"Kalian gak bisa apa? Bikin Mama sama Papa berduaan sebentar?" Kesal Rangga.


"Nggak, Galaksi sayang Mama." Kata anak manis tersebut.


"Mama, Langit mau kecebong!" Kata anak yang satunya lagi membuat Nayara melotot.


"Apa? Kecebong? Buat apa?" Tanya Nay kaget.


"Lucu Mama, mereka seperti permen gummy."


Rangga melotot, jangan jangan anak anaknya pernah makan kecebong? Pikirnya. Nayara menggelengkan kepala sambil terkekeh kecil, kelakuan anaknya sama seperti kelakuannya saat dimassa kecil. Gisya yang baru masuk rumah pun ikut terkekeh.


"Tau kan, permintaan anak anak yang aneh? Dulu kamu juga gitu. Nyuruh Papa kamu makan cicak karet yang kamu kira permen Yu*py." Kata Gisya menggelengkan.


Nayara terkekeh, "Beda Ma." Jawab Nayara membuat Rangga mencium kening Nay lembut.


"Ih Papa," Kesal Galaksi.


"Lah, kenapa? Mama kan istri Papa?" Kata Rangga.


"Galaksi kan anaknya!" Balas Galaksi tak mau kalah.


"Langit juga anaknya Mama." Kata Langit ikut-ikutan.


Nayara menjadi pusing kembali, Ayah dan Anak ini jika bertemu tidak akan pernah akur karena memperebutkannya. Nayara berdiri kemudian pergi ke dapur untuk membuat makanan bersama Arin. Sedangkan para Opa, ada di taman bermain catur. Nayara kembali membawa puding, susu dan makanan untuk si kembar.


"Galaksi, Langit, Ayo makan Mama suapin." Kata Nayara.


Rangga cemberut saat anak anaknya menjulurkan lidah kearahnya, "Papa juga mau disuapin." Manja Rangga.


"Gak ingat umur!" Cibir Daniel membuat Nayara terkekeh.


Mereka berdua disuapi dengan lahap, Nayara mengecup dahi keduanya setelah selesai makan. Si kembar pun berjalan kearah kamar karena mengantuk, perut nya kenyang membuatnya ingin tidur. Saat melewati kamar kosong di bawah tangga. Langkah mereka berhenti.

__ADS_1


"Bang, ada yang ngintip." Kata Langit mencengkram baju Galaksi.


"Ih, Gakusah pegang pegang. Kamu cewek atau cowok sih?" Kesal Galaksi.


"Bang, tadi ada yang lihat." Kata Langit.


"Kita lihat sama-sama." Kata Galaksi yang sebenarnya takut.


"Nggak, abang aja yang lihat. Nanti biar abang duluan yang dimakan dan aku bisa lari." Kata Langit menggelengkan kepala.


Galaksi melotot, "Kok gitu? Nanti kalau abang dimakan, siapa yang ngambil mainan Langit pas nyangkut di leher kucing nya kak Mei?" Kata Galaksi mendengus kesal.


"Bisa minta tolong Papa." Bela Langit.


"Menyebalkan!" Ketus Galaksi melangkahkan kaki naik ke kamarnya.


Langit bergedik ngeri sebelum berlari menuju kamar Galaksi. Dia paling takut dengan bangsa setan, kemarin aja waktu ketemu Mamanya malam malam pake masker, Langit pingsan dan panas 3 hari karena terkejut. Memang ajaib bener anak Nayara. Langit berjalan dengan takut ke ranjang abangnya. Dia menyusup ke selimut dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut doraemon.


"Bang, kalau hantunya ngikutin gimana?" Tanya Langit takut sambil menoel hidung Galaksi yang tertidur.


"Biarin, katanya mau kamu ajak main UNO?" Kesal Galaksi tanpa membuka mata.


"Biar jalannya lompat-lompat kayak tuyul!" Ketus Galaksi akhirnya membuka matanya.


"Kamu ngapain disini?" Kesal Galaksi.


"Takut bang." Kata Langit.


"Gak ada apa-apa Langit, ayo abang antar ke kamarmu!" Kata Galaksi dongkol.


Gedubrak!


Dua anak laki-laki tersebut terkejut dan menoleh kearah pintu yang tertutup. Langit sudah mendekati Galaksi dan merangkul erat tubuh Kakaknya. Galaksi kesal kemudian turun dari ranjangnya namun ditarik oleh Langit.


"Jangan, nanti jadi Vampire!" Pekik Langit pelan.

__ADS_1


Galaksi mengambil uno, "Kakak ajak main Uno." Balasnya dongkol.


Langit menggelengkan kepala, dia mengikuti kakaknya yang akan membuka pintu. Malam-malam seperti ini membuat Galaksi sedikit takut, sesekali dia memekik tertahan saat Langit melompat karena ada semut.


"Diem oke!" Kata Galaksi diangguki Langit.


Tangan mungilnya menggapai knop pintu, dia memutarnya kemudian menariknya.


"Dorrrr!!"


"MAMAAAAA!" Teriak keduanya jatuh terjembab ke belakang membuat Nayara mengangkat sebelah alis.


"Kenapa?" Tanya Nay tanpa berniat menolong anaknya yang terjatuh, sungguh tega mamakoh.


"Langit kira Mama tadi hantu!" Kesal Langit menghentak-hentakkan kakinya.


Galaksi melongo melihat kehadiran Mamanya, Langit menoleh kakanya kemudian tertawa akibat melihat celana Galaksi yang basah. Galaksi pipis dicelana!


"Hahaa.. katanya kakak pemberani, kok sampai pipis dicelana sih?" Ejek Langit.


Galaksi menunduk malu, "Aku terkejut." Balas Galaksi pelan.


Nayara tersenyum dan berjongkok didepan anaknya, dia mengelus rambut anaknya tersebut.


"Galaksi, Langit, dengar Mama. Makhluk seperti itu memang ada, dan sama sama ciptaan tuhan. Mereka gak bakal ganggu kita kalau kita gak ganggu mereka. Jadi kalian jangan takut." Kata Nayara tersenyum dan mengecup dahi mereka.


"Iya Mama." Kata mereka serempak.


Galaksi mengajak Langit berganti baju, sedangkan Nayara berdiri di pintu sambil tersenyum. Dia menatap tangan yang melingkar di perutnya dan dagu Rangga yang ada dipundaknya.


"Ketua OSIS Vs Ketua Kelas.. kamu menang dan aku kalah, kamu berhasil membuatku mencintaimu sepenuhnya. Love you my Wife." Kata Rangga lirih sambil tersenyum dan mengecup pipi Nay.


"Love you too, my perfect husband!" Balas Nayara memeluk Rangga.


*

__ADS_1


*


Okeh, beneran end ini.. nanti akan ada informasi tentang Season 2 nya yang akan berjudul "Bintang dan Galaksi."😚😊


__ADS_2