
"Oh iya? Kalau boleh tau siapa namanya?" Tanya Ayah.
"Nama saya Nayara Nissa Lourend Om." Ucap Nay tersenyum manis.
"Hah Nissa Lourend?" Tanya Ayah dan Bunda diangguki Nayara.
"Ekhmm bunda kita boleh bicara berdua?" Ucap Ayah Gilang.
"Iya ayah, nak kita permisi dulu!" Ucap Arin diangguki Nayara.
Arin dan Gilang berjalan menjauh dari Nayara untuk berbicara berdua penting sangat sangat penting. Dan ini juga menyangkut masa depan sang putra semata wayang nya. Mereka berjalan kearah taman.
"Bunda, apa sekarang bunda berfikiran sama kek ayah?" Tanya Gilang.
"Iya mas." Ucap Arin mengangguk.
"Hahahaha ngomongnya nggak mau dijodohin, padahal udah pacaran hahaha!!" Tawa Gilang pecah saat mengetahui bahwa calon menantunya ada dirumahnya saat ini.
"Tapi apa benar dia Nissa yang dimaksud Gilsha?" Tanya Arin dan diangguki Gilang.
"Yaudah ayo kita kembali dari pada ntar curiga!" Ucap Gilang sambil terkekeh kecil.
Arin dan Gilang kembali ke ruang tamu. Disana sudah ada Rangga yang duduk disamping Nayara, mengetahui itu Gilang dan Arin tersenyum ternyata mereka sangat serasi.
"Rangga, sejak kapan kalian menjalin hubungan??" Tanya Gilang saat sudah duduk berhadapan dengan mereka.
__ADS_1
"Barusan Om/3 Bulan Yah." Jawab Nay dan Rangga bersamaan.
Ayah mengerutkan dahi.
"Mana yang betul??"Tanya Ayah Bingung.
"Baru 3 bulan Om." Ucap Nay terpaksa dan Rangga tersenyum.
"Dimana orang tua mu nak?" Ucap Bunda membuat raut wajah Nay berubah sedih.
"Mereka diluar negeri untuk sementara waktu Bunda." Ucap Nay sendu lalu dipeluk Rangga.
"Oh ya tuhan Maaf ya nak kami tidak tau!" Ucap Bunda merasa bersalah.
"Berarti kamu dirumah sendiri?" Tanya Gilang.
"Nggak Om, ada kakak kembar saya dirumah dan Bi Ani." Ucap Nay tersenyum.
"Ah baiklah tapi jangan panggil om dong panggil Ayah aja!" Ucap Gilang tersenyum.
"Iya A-yah." Ucap Nay terbata.
"Yaudah, Bunda, Ayah, Nay pamit pulang ya kasihan Rey." Ucap Nay pamit.
"Eh kita makan malam dulu ya Please!!" Ucap Arin memohon dan terpaksa diangguki Nay.
__ADS_1
Bunda bersorak senang, dan sore ini yang mengambil alih memasak adalah Nay dan bunda walau sebenarnya sebagian besar Nay yang memasak. Ayah dan Rangga tersenyum melihat betapa cekatannya Nay saat memasak.
"Ngga, Calon idaman!" Ucap Gilang pelan diikuti tawa dari Rangga.
"Oh astaga jadi Ayah setuju? Hahahaha!!" Ucap Rangga lalu tertawa.
Nay tidak begitu menggubris pembicaraan antara anak dan ayah tersebut ia masih di sibukan oleh membersihkan ikan juga saos mentega buatannya bahkan Arin saja tidak bisa membuatnya karena pernah gosong. Tak lama Nay memindahkan makanannya menuju meja makan satu persatu.
"Makanan sudah siap!" Finish Amel lalu tersenyum.
"Wah kelihatannya enak nih." Ucap Gilang.
"Pasti enak lah bikinan calon mantu!" Ucap Arin membuat Nay menelan ludahnya susah payah.
Mamp*s baru pertama kali aja mau jadi calon mantu gimana seterusnya??~Nay.
Hahaha Bunda emang the best~Rangga.
"Heheh iya Bunda makasih!" Ucap Nay kikuk.
Saat Nay akan menarik kursi disamping Rangga, Tiba tiba pinggangnya ditarik Rangga hingga dia jatuh duduk dipangguan Rangga. Ayah dan Bunda hanya menggelengkan kepala.
"Kak Rangga jangan gini, malu dilihat Ayah sama bunda!" Ucap Nay pelan sambil berusaha berdiri namun dicekal oleh Rangga.
"No, kami tidak lihat!" Ucap Ayah dan Bunda serempak sambil tersenyum jahil.
__ADS_1