Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
APARTMUSUH


__ADS_3

Tangan Rangga mengepal sempurna saat ada pria lain yang menyukai istrinya secara terang terangan. Rangga siap memberikan bogeman tapi ia tunggu sebelum menjelaskan status Nayara kepada Dhika, si cowok bar-bar yang sering kali membuat Nayara jengkel setengah mati.


"Nayara istri gue, dan gue mau lo hapus dan kubur dalam-dalam perasaan lo sama Nayara. Karena dia udah milik gue seutuhnya!" Dingin Rangga membalikan badan.


"Apa?! Nayara istri lo? Hahaha jangan mimpi deh, Nayara itu cewek yang sulit ditakhlukin." Ujar Dhika tertawa miris.


"Terserah lo, dan kemarin waktu dia dirumah sakit itu dia keguguran dan kehilangan bayi kita yang pertama." Ujar Rangga menyesal kemudian pergi meninggalkan apartemen Dhika.


Semiris inikah? Kenyataan ini bahkan lebih pahit daripada ditolak waktu menyatakan perasaan dengan gadis pujaan hati. Bahkan, apartemen ini jadi saksi bisu hingga merubah namanya menjadi apartmusuh! ~Dhika


Dhika jatuh terduduk kemudian menonjok keras dinding apartemen hingga tangannya mengelupas dan berdarah. Dhika mengacak rambut frustasi jika mengingat senyum Nay yang kian memudar jika menyadari Nay kehilangan bayinya. Walaupun Dhika membenci Rangga, Dhika juga tak bisa melihat Nay terluka. Dia bahagia jika Nayara bahagia.


*

__ADS_1


Hari-hari telah dilalui, tujuh tahun bukanlah waktu yang lumayan singkat untuk Rangga tanpa kehadiran Nay. Gadis cantik dengan sejuta pesona yang mampu menarik Rangga kedalam kehidupannya yang penuh dengan warna kini kian menghilang dan digantikan dengan kesunyian hati dan rasa sakit. Kehilangan buah hati pertama dan istri tercinta adalah cobaan terbesar untuk seorang Rangga Putra Pramadya.


Negara-negara yang ada didunia telah Rangga lalui dengan tujuan yang sama, mencari sesosok belahan jiwa yang ikut terbawa oleh gadis cantik yang mempunyai kesan tersendiri. Rangga yang sekarang adalah Rangga yang penuh wibawa dan menjadi CEO resmi PTR Company di beberapa negara.


Pria tampan menggunakan kacamata hitam turun dari pesawat sambil menghela nafasnya, ini adalah negara ke 8 setelah negara inggris. Dia menapakan kakinya dan berhenti di pantai dekat bandara.


"Aku harap aku bisa menemukanmu." Gumam Rangga melepas kacamata hitamnya.


"Permisi, kamu orang indonesia?" Seseorang menepuk bahu Rangga membuat pria tampan tersebut menoleh.


"Tidak apa, aku juga orang indonesia. Aku disini tak banyak memiliki teman, dan saat melihatmu, aku sedikit tertarik." Kata pria tersebut sambil tersenyum.


"Kamu tidak belok haluan bukan?" Cibir Rangga.

__ADS_1


"Astaga.. bukan tertarik seperti itu. Perkenalkan, namaku Steve." Kata pria itu menyodorkan tangan.


"Rangga." Singkat Rangga membalas uluran tangan Steve.


Rangga dan Steve duduk dan berbincang santai di pasir pantai tersebut. Rangga tersenyum saat mengenal pribadi Steve yang terlihat menyenangkan dan fine untuk bercerita keluh kesal. Sedangkan Steve sendiri melihat kesedihan yang mendalam di mata Rangga.


"Heii, are you ok?" Kata Steve melambaikan tangannya.


"Hemm.. i'm fine, thanks." Singkat Rangga.


"Ada apa? cerita lah. Aku melihat gurat kesedihan dan galau mendalam hehehe.. kau jomblo ya?" Goda Steve.


"Bukan, aku sudah menikah dan...

__ADS_1


Steve tak sabar dengan kelanjutan cerita Rangga, pria itu kesal saat Rangga menggantungkan ceritanya. Pribadi Steve sendiri adalah pribadi yang cerewet dan suka dengan hal-hal yang baru. Termasuk dengan kehidupan Rangga yang menarik.


"Cepat lah!" Kesal Steve


__ADS_2