
Setelah terlepas dari ketua OSIS yang nyebelin nya tingkat angkut bagi Nayara, sekarang sesosok cewek cantik ini sedang mendengar ceramahan penuh kasih sayang dari Bu Sri yang galak nya 7 turunan juga cerewetnya yang ngga pernah berkurang.
Tanpa mendengarkan ocehan Bu Sri yang tiada hentinya, Nayara malah bermain kuku sambil memasang wajah bosan membuat Bu Sri naik pitam.
"Nayara Nissa Lourend kamu ini dengar ucapan saya apa nggak sih??" Ucap Bu Sri hilang kesabaran.
"Saya denger bu!!" Ucap Nay malas membuat Bu Sri mengelus dada.
"Nay kamu ini ketua kelas, jadi jangan sering bolos terus harus bisa patuh peraturan. Contoh itu si Rangga ketua OSIS udah ganteng, jago olahraga, pintar, disiplin!" Ucap Bu Sri tersenyum bangga.
**** buat lo Rangga!! Batin Nay kesal.
"Ya bu saya boleh permisi kan? Jangan lupa ibu jaga kesehatan, terus jangan lupa minum obat, dan satu lagi jangan sering marah marah ntar darah tingginya kumat!" Ucap Nayara lalu berlari sambil terkekeh.
"Yaallah demi apa aku dapat murid seperti Nayara!" Ucap Bu Sri geleng geleng kepala.
Disaat sudah dikira jauh dari jangkauan Bu Sri, Nayara berjalan pelan sambil bersenandung ria. Melangkahkan kakinya menuju kelas, sebelum itu saat ia melewati perpus seseorang memanggil nya dengan sebutan menjengkelkan.
"Oy bocah tengil nan rese berhenti!" Ucap cowok dengan perawakan tinggi, baju dikeluarkan dan rambut acak acakan membuat Nay menaikan alisnya.
"Maksud lo gue?" Ucap Nay polos membuat Rangga gemas ingin memutilasi Nayara.
__ADS_1
"Ya iya lah lo kira siapa lagi??" Ucap Rangga mendekat sambil membawa tumpukan buku.
"Katanya Ketos tiada duanya tapi kok kek Badboy!" Cibir Nay pelan.
"Enak aja, Nih bawain separuh buku gue!" Ucap Rangga menyodorkan separuh bukunya.
"Nggak Mau!" Tolak Nay.
"Eh awas ya lo! Kalau ntar kena BK gue ngga bakalan lepas lo!" Ucap Rangga kekeh.
"Iya iya bawel sini in!" Ucap Nay ketus membuat Rangga tersenyum kemenangan.
Rangga melihat ke dinding kelas benar saja ada banyak cicak disana, Konyol nya Rangga malah memperhatikan Cicak tersebut sambil mengeluarkan suara mengejek.
"Ck..ck... ckk.."
"Woy lo ngetawain gue ya? Bngsd awas aja lo!" Ucap Rangga berdecak kesal.
"Woy ketos *****, lo ngapain ngomong sama cicak jangan bilang lo ngga waras!" Hardik Nayara sukses membuat Rangga kembali kesadarannya.
Iya juga, kenapa gue malah ngomong sama cicak? Dasar!!
__ADS_1
Rangga berlari mensejajarkan langkahnya dengan langkah Nayara yanh sudah didepan sambil mengabsen nama nama hewan yang ada di kebun binatang. Nay sudah menganggap Rangga musuh nya karena setiap kali ia bertemu dengan Rangga pasti sial.
"Muka ditekuk ntar cantiknya hilang." Jawab enteng Rangga.
"Emang gue pikirin? Gue jelek? Ngga mungkin, Cewek cantik ma bebas!" Ucap Nay kelewatan santuy.
"Nih anak bener bener ya?? Baru kali ini adek kelas gue macam ini!" Ucap Rangga menggelengkan kepala.
"Hooh bener dan didunia ini cuma ada satu yaitu gue limited Edison kan?? Perlu dijaga agar tak punah!" Jawaban Absurd Nayara membuat Rangga memutar bola mata jengah kepedean tingkat Angkut.
Tanpa banyak bicara Nayara berjalan cepat menuju kelas Rangga ya siapa sih yang ngga tau kelas Rangga kelas 11 IPA satu yang menjadi kebanggaan sekolah. Sesampainya didepan kelas Rangga, Nayara langsung diam didepan pintu dan berdecak sebal karena Rangga berjalan lambat.
"OEYY COWOK JIGONG CEPETAN JALANNYA!!" Teriak Nayara membuat seisi kelas meliriknya dari jendela.
Banyak yang menyebutnya cewek cantik, pemberani, dan ada juga yang menyebutnya cewek absurd.
"Lo panggil gue apa tadi? Jigong? Sumpah nih mulut lemes banget kek gorengan kecemplung es!" Ucap Rangga tak habis pikir.
"Lagian lo lama, nih buku lo gue mau balik dasar musuh sialan!!" Ucap Nayara kesal lalu pergi.
Sumpah nih cewek absurd yang gue temuin.
__ADS_1