Khanza

Khanza
Kebenaran


__ADS_3

"Cukup bu...jangan membuatku semakin membencimu..."


Kata Khanza dengan bernada tinggi pada Insha.


"Sudah cukup ibuku yang menderita karna ibu....dia rela meninggalkanku untuk ibu Insha dan ayah demi membuat kalian bisa hidup bahagia....sementara ibuku tersiksa dengan kesendiriannya..."


kata Khanza lagi.


"Lalu katakan sekarang apa yang membuat ibumu tersiksa...apa karna aku....katakan apa yang kau tau..."


kata Insha yang semakin menyulut emosi Khanza.


"Ya tentu saja karna kau....sang adik yang tak tau diri merebut suami dari ibu kandungku...merebut kebahagiaannya...merenggut semua yang ibuku punya...."


Kata Khanza dengan menunjuk-nunjuk Insha.


"Hahaha...merenggut semua dari ibumu....lalu sekarang kau berusaha mengembalikan semua milik ibumu...dengan menghancurkan kabahagiaan anakku yang bahkan tak tau apapun tentang semua yang telah terjadi dulu....termasuk kau yang hanya bisa memikirkan dirimu sendiri..."


Jawab Insha tersenyum dengan wajah sinis.


"Dengan bodohnya kau melakukan ini semua demi membalaskan penderitaan ibumu itu...tidakkah kau berfikir siapa yang telah merawatmu selama ini Khanza...memberikan kasih sayang tulus padamu..."


imbuhnya lagi.


"Ya....itulah aku...aku ingin memberikan pelajaran untuk ibu...membuat ibu menderita dengan kehidupan Hafsah sekarang...seperti yang telah ibu berikan dulu pada ibu Salma...."


"Kau mempercayai kata-kata dalam buku diary ibumu itu...yang menjadi dasar atas segala yang kau lakukan ini...bertanya kisah pada orang yang salah...kau fikir aku tak mengetahui semua..kau telah diam-diam mencaritahu kebenaran tentang ibumu di rumah sakit bukan...pada petugas lab bernama Alsha itu....kau mempercayai begitu saja orang asing yang bahkan belum pernah kau temui sebelumnya...tanpa mencaritahu sendiri kebenaran yang sebenarnya..."


"Aku percaya padanya karna dia mengetahui semua kebenarannya...dan dia sudah jujur padaku tentang semua...jujur untuk semua yang telah ibu sembunyikan rapat-rapat bersama ayah..."

__ADS_1


"Apa kau mau mendengar cerita yang sebenarnya tentang ibumu.."


Kata Insha menatap Khanza lekat dengan senyuman sinisnya.


Khanza tak menjawab dia hanya menatap Insha balik dengan sombongnya. Merasa semua yang dia katakan adalah benar.


"Bukan aku yang telah merebut ayah dari ibumu...tapi ibumu lah yang menghancurkan semua kehidupanku saat itu...dengan adanya kau di dalam kandungannya...."


kata Insha yang mulai menatap lurus ke depan mengingat lagi masa kelam yang pernah dia lalui dulu.


"Salma ibumu adalah istri kedua dari ayahmu...dia menikah dengan ayahmu karna kakek yang waktu itu dalam keadaan kritis....bahkan dia meninggal beberapa minggu setelahnya...pernikahan yang di rencanakan hanya akan berjalan kurang lebih 5 bulan dengan berbagai perjanjian...perjanjian tanpa menyentuh siapapun dan hanya ada nafkah lahir dari ayahmu..tiba-tiba semua kacau karna hadirnya kau dalam kandungannya...dan itu sempat membuatku terpukul hebat dengan kabar itu..."


"Bayangkan saja...seorang kakak yang sangat penyayang tiba-tiba saja menusukku dari belakang....dia hamil anak dari ayahmu...ketika aku bahkan belum mengandung seorang pun anak dalam rahimku..."


"Tak mudah mengetahui fakta mempunyai suami yang beristri lagi...apalagi mengetahui fakta baru lagi bahwa saat itu istri keduanya hamil..dan dia adalah kakakku sendiri Salma."


"Ibumu memiliki tumor di kepalanya...dan dia mempunyai misi memberikanku dan ayahmu seorang anak untuk kehidupan kami..dia ingin aku mengasuhmu...karna aku yang kala itu di vonis mandul tak bisa memiliki seorang anak pun..."


"Dia rela mengabaikan penyakitnya dengan mengandung kau Khanza...dan pada akhirnya dia harus mengalah untuk memberikan kehidupan baru untukmu..."


Kata Insha panjang lebar masih menatap lurus ke depan dengan berderai air mata, dia mengingat lagi rasa sakit yang pernah dia rasakan dulu.


"Tidak usah mengarang cerita padaku ibu...aku bahkan lebih percaya pada bibi Alsa dari pada ibu...semua cerita yang ibu katakan hanya mengamankan posisi ibu bukan...untuk membuatku menyesal dengan semua yang telah aku lakukan..."


Kata Khanza dengan nada amarah pada Insha.


"Semua yang di katakan nyonya Insha adalah benar..."


Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari belakang Insha. Itu adalah suara dari Alsa sang petugas lab yang selama ini diam-diam di temui oleh Khanza di rumah sakit.

__ADS_1


Melihat kedatangan Alsha, Khanza di buat terkejut, dia menatap Insha dan Alsha bergantian.


Seakan tak peduli dengan semuanya, apalagi kedatangan Alsha. Insha tetap meneruskan ceritanya


"Setelah kau terlahir...aku dan ayahmu tak lama bercerai..memilih hidup masing-masing...bukan ayahmu..tapi aku yang tak bisa lagi hidup bersama dengannya..."


"aku menjalani kehidupanku sendiri...dengan luka yang masih aku bawa karna penghianatan ibumu yang telah diam-diam mengandung anak dari ayahmu tanpa sepengetahuanku..."


"sampai akhirnya aku mendapatkan semua kekayaanku ini...semua usahaku ini dengan jerih payahku sendiri....hingga akhirnya setelah kau berusia 2 tahun..kita memutuskan untuk rujuk kembali...menjalin hubungan kembali sebagai seorang yang saling mencintai seperti di awal kita bertemu dulu...melupakan semua luka yang telah terjadi...."


"baru setelah itu aku hamil dan berhasil melahirkan 3 putra untuk ayahmu...Hafsah, Adam dan Zakki sebagai adik-adikmu...kami melupakan semua kisah kelam itu dan memilih menjalani kehidupan yang baru bersama mu...sebagai anak pertama kami..."


"kami tak pernah membahas lagi tentang ibumu karna kami tak ingin kau mengetahui semuanya tentang kisah itu...yang membuat kau akan malu nanti...merasa bersalah untuk sikap ibumu dulu...kami fikir kami sudah memberikan yang terbaik untukmu...tak pernah membeda-bedakan kasih sayang dengan semua anak kandung kami.."


Kata Insha panjang lebar tanpa jeda.


"Hidup kami lengkap dan sangat bahagia selama ini tak pernah ada perselisihan sedikit pun...hingga apa yang kau lakukan sekarang..kekacauan yang telah kau buat membuka luka lama di hatiku dan ayahmu...membuat kami mengulas lagi apa yang telah terjadi dulu....aku tak ingin semua ini terulang lagi...dan aku menyelidiki semua yang telah terjadi...hingga akhirnya aku bertemu dengan Alsha...sumber masalah dari semua ini..."


Di akhir kalimatnya, Insha menunjuk Alsha yang menunduk diam tak berani menatap Insha.


"Apa maksud dari semua ini...katakan padaku bibi Alsha...apa semua yang telah di katakan ibu Insha benar..."


Kata Khanza dengan wajah yang tak dapat di artikan.


"Maafkan aku Khanza...semua yang telah di katakan oleh nyonya Insha adalah sebuah kebenaran....dan aku telah bersalah atas semua kesalahpahaman ini...."


kata Alsha dengan wajah yang masih tertunduk malu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2