Khanza

Khanza
Berkas kelahiran


__ADS_3

>>>>Flashback<<<<


Hari dimana Khanza berkunjung ke gudang, kediaman Hanafi dulu yang sekarang tak terpakai dan di jadikan gudang penyimpanan oleh Insha.


Siang itu Khanza lelah dan memilih beristirahat di rumah belakang, tepat di kamar terbesar di sana. Khanza terbaring, matanya terasa mengantuk tapi dia tidak bisa terlelap disana.


Khanza pun mengurungkan niatnya untuk tidur dia memilih untuk mandi. Selesai mandi dia mencari keberadaan sisir di tas nya, tapi sama sekali tak dia temukan disana.


"Astaga aku lupa tak membawa sisir...."


kata Khanza lirih, dia pun membuka laci-laci di samping tempat tidur berharap menemukan sebuah sisir disana, untuk merapikan rambutnya yang masih setengah basah.


"Apa ini..."


tak menemukan sisir, tapi Khanza malah menemukan sebuah buku diary.


"Diary milik siapa ini...bukankah kamar ini sudah lama kosong..."


kata Khanza sambil membuka-buka isi dan membacanya.


Tertulis sebuah nama di belakang diary, Salma Salsabilla.


"Bukan kah ini nama dari kakaknya ibu..memang dia pernah tinggal disini ya...kok buku diarynya ada disini...Dia juga sudah lama meninggalkan..."


Membaca lagi dan lagi Khanza bingung karna disana tertulis cerita bahwa Salma sedang hamil.


"Jika tante Salma hamil...dimana anaknya sekarang..."


kata Khanza lagi lirih.


Ingin bertanya pada Insha maupun Hanafi karna rasa penasarannya. Tapi dia tiba-tiba teringat bahwa Insha tak pernah sama sekali bercerita tentang kisah kelahirannya. Insha biasa bercerita tentang proses kelahiran adik-adiknya, tapi ketika di tanya tentang dirinya Insha selalu mengubah topik pembicaraan.


Khanza juga berfikir dia tak memiliki postur tubuh seperti adik-adiknya yang tinggi, juga tak sama seperti postur tubuh Insha. Merasa semakin penasaran dengan siapa dirinya sebenarnya, Khanza memilih datang ke rumah sakit Jaya Husada tempat dia di lahirkan dulu menurut penuturan Hanafi.


Disana Khanza meminta berkas tentang kelahirannya beberapa tahun silam. Tapi sangat sulit dia dapatkan, rumah sakit beralasan bahwa berkas sudah tertumpuk dan di pindahkan karna sudah beberapa tahun berlalu.


Apalagi pegawai staff rumah sakit kala itu banyak yang masih baru dan tak mengerti tentang siapa Khanza sebenarnya.


"Ada apa mbak.."


Tanya Alsha yang berada di ruang berkas hendak menaruh berkas beberapa pasien yang sudah di arsipkan.


"Ini...ada yang minta di carikan berkas tentang kelahirannya...tapi saya tak tau di bagian mana...sepertinya sudah di pindahkan...karna sudah berpuluh-puluh tahun silam....tapi nona itu tetap bersikeras untuk mencarinya..."


"Memangnya siapa dia...siapa namanya mbak...saya akan bantu carikan di bagian berkas di komputer siapa tau nanti ketemu tinggal print ulang aja...susah kalo harus mencari sebanyak ini..apalagi sebagian sudah di pindahkan ke gudang..."

__ADS_1


"Oh ya...kenapa gak kefikiran ya mbak...hehe..."


jawab wanita itu, yang memang masih bingung karna baru beberapa bulan bekerja di bagian berkas.


"Ya sudah siapa namanya...saya akan bantu cari kan..."


kata Alsha sambil menata berkas yang dia bawa ke rak yang ada di depannya.


"Khanza azzahra..."


"Khanza..."


kata Alsha terkaget, karna dia ingat betul itu adalah nama anak pertama dari tuan muda pemilik rumah sakit.


ahh...tidak mungkin dia anak itu...karna nama Khanza ada ratusan bahkan ribuan di negara ini......


batin Alsha, dia ingin memastikan lagi dan bertanya pada wanita yang ada di depannya.


"Memangnya dimana nona itu...apa dia menunggunya..."


"Iya...dia ada di ruang tunggu...itu dia.."


tunjuk wanita itu pada Khanza yang sedang duduk di ruang tunggu.


Alsha yang melihat Khanza terkaget karna wajahnya sangat mirip dengan Salma, Alsha masih ingat betul wajah itu. Karna Alsha juga ikut dalam program bayi tabung Salma kala itu sebagai petugas lab yang menggabungkan sel antara Hanafi dan juga Salma.


Batin Alsha.


"Ya sudah mbak saya saja yang akan mengurus berkas itu...mbak bisa kerjakan yang lain...kebetulan saya lagi kosong...mbak bisa istirahat dulu...sudah jam istirahat kan..."


"Wahh bener nihh mbak...makasih ya..."


wanita itu pun pergi dari ruangan, sementara Alsha mendekati Khanza yang berada di ruang tunggu.


"Maaf nona Khanza .."


"Iya...apa sudah ketemu mbak.."


jawab Khanza sambil menoleh pada Alsha.


ternyata benar dia adalah anak dari wanita itu dan Hanafi....dia memakai alat bantu dengar...tak salah lagi dia pasti anak itu...


batin Alsha.


"Emm...sudah nona..mari ikuti saya..."

__ADS_1


Khanza pun mengekor di belakang Alsha menuju ruangan berkas yang sepi, karna waktu itu tepat jam istirahat.


Di dalam ruangan itu keduanya duduk berdampingan, Alsha pun memulai pembicaraan.


"Nona...maaf tapi berkas kelahiran nona tidak bisa kami akses disini...karna itu merupakan sebuah rahasia..karna nona keluarga dari tuan muda Hanafi bukan..."


"Iya benar...kenapa mbak bisa tau..."


"Iya saya sudah lama berada disini...dan saya juga tau waktu tepat kelahiran nona dulu...tapi maaf saya tak bisa memberikan berkasnya..."


"Mbak tau tentang berkas kelahiran saya..."


"Ya...tapi kenapa tiba-tiba nona menginginkan tentang berkas kelahiran nona yang sudah berpuluh-puluh tahun berlalu.."


"emm..tidak.. saya hanya butuh untuk suatu hal...saya mohon berikan pada saya berkasnya..."


"Maaf nona tapi saya tidak bisa..jika ketahuan saya bisa di pecat dari sini..."


"Tidak ada yang akan tau...saya tak akan menceritakan pada siapa pun...saya mohon..."


"Tetap tidak bisa nona...karna berkas tentang keluarga tuan muda Hanafi memiliki sandi khusus untuk mengaksesnya...dan saya tidak bisa mengaksesnya..."


"Saya akan memberikan uang pada mbak kalau mbak bisa memberikan berkas itu pada saya..."


"Memangnya apa yang nona ingin tau dari berkas itu..."


"Saya hanya ingin tau waktu tepatnya saya di lahirkan..."


itu hanya alasan Khanza karna dia sebenarnya ingin mengetahui siapa yang telah melahirkannya.


"Kalau begitu maaf nona saya tidak bisa..."


"Saya mohon...katakan apapun yang mbak tau tentang kelahiran saya..dan waktu tepatnya..."


" Baiklah nona...saya hanya tau bahwa nona di lahirkan di malam hari dengan proses operasi caesar..."


operasi...ibu bahkan tak pernah melakukan operasi...


batin Khanza semakin penasaran tentang siapa dirinya.


Semakin membujuk dan memohon pada Alsha kala itu, dengan iming-iming uang yang akan di berikan, akhirnya dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan, bahwa dia terlahir bukan dari rahim Insha, melainkan dari seorang ibu bernama Salma.


"Jadi aku bukan anak kandung dari ayah dan ibu..."


"Anda anak kandung dari tuan Hanafi tapi dengan almarhum nyonya Salma bukan nyonya Insha..."

__ADS_1


Seketika Khanza syok mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa dia selama ini bukanlah anak kandung dari Insha, karna baik Hanafi maupun Insha sendiri tak pernah menceritakan tentang ini semua.


Bersambung....


__ADS_2