
>>>>Flashback<<<<
Merasa kesenangannya akan gagal dalam membuat Hanafi hancur, Alsha melakukan rencana lain.
Alsha diam-diam masuk ke dalam ruangan dokter Arya dan mengganti cairan yang telah di ambil dokter Arya. Menggantinya dengan cairan yang tidak dapat mematikan sel, tapi hanya merusak jaringan.
Tak ada sama sekali yang mengetahui tentang kejahatan Alsha, karna dia bermain dengan sangat halus dan teliti, hingga tak ada orang yang menyadari termasuk dokter Arya sendiri.
Hingga itulah hasilnya, karna Alsha sel yang di tanamkan dalam rahim Salma tetap tumbuh meski sel itu telah rusak. Dan terlahirlah Khanza dari hasil kejahatan Alsha, dengan kondisinya yang sekarang, yaitu mengalami gangguan pendengaran.
>>>>Flashback off<<<<
"Itulah....segala kejahatan dari wanita ini....dia yang selama ini diam-diam menghancurkan hidupku...aku membawa duri dalam hidupku...seharusnya aku pulangkan kau dulu ke desa asalmu...agar kau tau tempatmu...agar kau mengerti karna siapa kau memiliki kehidupanmu sekarang...."
"Aku telah memberikan rumah serta pekerjaan pada orang yang tak tepat selama ini....meski aku berhutang nyawa padamu...aku juga telah membalasnya dengan memberikanmu kehidupan yang lebih baik hingga sekarang...tapi apa yang kau beri padaku....Sungguh aku ingin sekali menghajarmu sekarang...."
Hardik Hanafi yang tiba-tiba datang dengan dokter Arya, membawa bukti kejahatan rekaman cctv beberapa tahun silam, yang sama sekali tak pernah di curigainya sebagai sumber masalah dalam hidupnya.
Sudah ingin maju menghajar Alsha, tapi tangan Arya mencegahnya untuk tidak melakukan hal itu. Arya tau betul Hanafi akan melakukan hal di luar nalar jika sudah terbawa emosi, tak peduli siapapun itu.
Hanafi pun berhasil di tenangkan, kini dia terdiam di posisinya dengan masih menatap sinis Alsha.
"Maafkan aku Hanafi...maafkan aku...aku mengaku bersalah atas semua...maafkan aku..."
"Kata maaf tak dapat mengembalikan segala kekacauan yang kau buat...kau benar-benar wanita paling jahat yang pernah aku temui.."
kata Arya menimpali, karna Hanafi hanya diam tak ingin menjawab pernyataan Alsha.
"Nona Khanza...anda tak pantas melakukan balas dendam atau apapun itu kepada keluarga anda...anda seharusnya membalaskan segalanya pada wanita ini..."
Arya menatap Khanza sambil menunjuk Alsha yang sekarang bersimpuh di depan Hanafi.
"Dia lah yang telah menghancurkan hidup anda selama ini..."
imbuh Arya lagi pada Khanza.
"Sungguh bibi Alsha....aku benar-benar tak menyangka kau lah yang telah melakukan semua ini padaku...aku telah menganggapmu sebagai seorang yang terbaik...tapi apa kenyataannya...kau malah orang yang menghancurkan kehidupanku sedari awal...jika tau seperti ini akhirnya..aku lebih baik memilih tak pernah di lahirkan dari pada harus menanggung semua ini...."
kata Khanza menatap Alsha dengan deraian air mata.
Insha juga tak kalah emosi, mendengar semua fakta yang telah terungkap beberapa tahun silam, dengan nada yang masih dingin dia berkata.
__ADS_1
"Maka untuk segala kejahatanmu apa hukuman yang pantas untukmu..."
kata Insha sambil menatap Alsha dingin
"Aku telah melaporkan segala kejahatan yang dia lakukan pada polisi...dia akan mendekam di penjara...mempertanggung jawabkan segala yang dia lakukan....hanya itulah hukuman yang pantas dia terima..."
kata Hanafi tak melihat sama sekali pada Alsha.
"Jangan...jangan.... aku mohon jangan lakukan itu padaku han...aku akan melakukan apapun untuk menebusnya..tapi aku mohon jangan masukkan aku dalam penjara..."
Alsha memohon dengan menangis sejadi-jadinya, berlutut di depan Hanafi.
"Tak ada hal lain yang pantas kau terima selain itu....Arya...bawa dia menuju tempat nya..."
kata Hanafi dengan nada tinggi.
Arya pun dengan segera pamit undur diri, dan membawa semua bukti kejahatan yang pernah di lakukan oleh Alsha. Juga membawa Alsha serta menuju ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan yang pernah dia lakukan.
Tinggalah Khanza, Hanafi dan Insha dalam ruangan tersebut.
Khanza dengan deraian air mata yang masih mengalir di pipinya.
Sementara Hanafi dan Insha dengan amarah yang masih meluap-luap di dalam tubuhnya.
"Maafkan aku sayang telah membiarkan orang seperti Alsha ada di antara kita....dia benar-benar telah membuat rumit kehidupanku..."
"Tak apa....setidaknya dia sekarang sudah membayarkan segalanya yang telah dia lakukan..."
kata Insha sambil memeluk Hanafi juga, Emosi keduanya sedikit mereda. Mereka pun saling menatap.
"Lalu bagaimana dengan dia...ini hanyalah kesalahpahaman bukan..."
kata Hanafi menatap Insha penuh arti.
"Ntahlah aku sudah benar-benar muak dengan segala keadaan ini...semua kekacauan ini membuatku pusing..."
kata Insha sambil melirik Khanza sekilas.
Khanza mendengar semua perkataan Insha dan Hanafi, merasa dirinya yang sedang di bahas, Khanza segera berlutut di depan Insha dan Hanafi.
" Ibu....Ayah....tolong maafkan segala kebodohanku....yang telah percaya begitu saja dengan wanita jahat seperti bibi Alsha...maafkan aku.."
__ADS_1
kata Khanza dengan isaknya.
"Maaf tak akan merubah apapun yang sudah terjadi...segala kekacauan yang kau buat karna egomu...karna alasan balas dendammu yang tak berdasar itu...."
kata Insha kembali bernada dingin pada Khanza.
"Aku tau ibu...maaf....maafkan aku...aku memang bodoh ibu....maafkan aku..."
"Sudahlah...seribu maaf pun tak akan mampu merubah keadaan ini....semua telah kacau...semua telah hancur...karna kecerobohanmu..."
kata Insha sambil ingin berlalu meninggalkan ruangan itu.
"Maka aku akan memperbaikinya ibu....aku akan memperbaiki semuanya..."
"Apa maksudmu dengan memperbaiki semuanya.."
kata Hanafi merasa bingung dengan perkataan Khanza.
Insha yang ingin beranjak pun mengurungkan niatnya, ingin mendengar kalimat lanjutan dari Khanza.
"Memperbaiki seperti sedia kala...mengembalikan kebahagiaan Hafsah dan juga Zoya...mereka yang akan menikah..."
"Apa yang akan kau lakukan dengan semua yang sudah kacau ini...lalu bagaimana dengan anak yang ada di dalam kandunganmu itu..."
kata Hanafi menatap Khanza dengan penuh amarah.
"Jangan membuat keadaan semakin bertambah kacau....fikirkan semua dengan otakmu itu....jangan buat kami malu lagi di depan keluarga Abimana....kami sudah cukup malu dengan semua yang telah kau lakukan ini...lalu kau akan membuat kekacauan apa lagi...sudah terima saja apa yang akan kau jalani...menikah dengan Zidan...aku akan mencarikan Hafsah wanita yang baik nanti...tak perlu kau membuat rencana gila lagi..."
jawab Insha menimpali dengan ketus.
"Tidak ayah....ibu...aku tak akan menikah dengan Zidan...karna Zidan bukanlah ayah dari anak yang ku kandung..."
kata Khanza sambil berusaha berdiri.
"Aku akan menjemput Hafsah untuk melangsungkan pernikahan....aku akan mengembalikan Hafsah pada Zoya...dan mereka bisa bahagia sebagai mana mestinya..."
kata Khanza lagi dengan mantap.
"Apaaa...jadi kau..."
teriak Hanafi penuh amarah pada Khanza, yang sudah berdiri dengan tegasnya.
__ADS_1
Bersambung.....