Khanza

Khanza
Penangkapan


__ADS_3

Tibalah Zakki di tempat Villa Khanza berada, tepat di depan Pintu. Alat penutup mata Zakki di lepaskan oleh orang suruhan Tian. Dan mereka mempersilahkan Zakki untuk masuk ke dalam villa dan memberitahu letak kamar yang di tempati oleh Khanza.


Sementara Khanza sendiri mendapat perintah dari beberapa jam yang lalu untuk menyiapkan dirinya kembali, karna akan ada seorang pria hidung belang yang datang. Khanza hanya menurut tanpa mau berdebat sama sekali.


Khanza sudah pasrah dengan kehidupannya sekarang, dia berfikir Hanafi dan Insha tak akan mau menyelamatkannya. Mengingat segala perbuatan yang telah dia lakukan.


Khanza juga sudah menunggu selama beberapa hari setelah kepergian Will, tapi sama sekali tak ada seorang yang berusaha menyelamatkannya.


Hari-hari di lewati Khanza seperti biasanya, dengan para pria yang selalu datang menyusup di kamarnya. Khanza pun dibuat menyerah dengan keadaan itu, dia berfikir mungkin ini memang hukuman untuknya atas segala perbuatannya, dan dia sendiri yang membuat hidupnya menjadi kelam seperti sekarang.


Mendengar suara mobil yang datang di depan villa, mobil yang biasa membawa para pria hidung belang Tian. Khanza merasa malas untuk maladeninya. Khanza duduk dengan malas di tepian ranjangnya, menggunakan pakaian serba mini yang sudah di siapkan oleh anak buah Tian.


Pintu kamar pun di buka, Khanza sama sekali tak menoleh ke arah pintu, Khanza memandang lantai kamarnya dengan tatapan nanar. Menebak-nebak pria seperti apa yang datang padanya malam ini.


Merasakan sebuah tepukan pelan di bahunya Khanza pun menoleh ke arah pria itu dengan malas.


Melihat wajah pria itu seketika Khanza berdiri dengan kedua mata yang terbelalak.


"Zakki..."


pekik Khanza cukup keras, tapi tangan Zakki segera saja menutup mulut Khanza dengan cepat.


"Jangan bicara terlalu kencang...anak buah Tian berada di luar...mereka bisa mendengar kita nanti..."


kata Zakki dengan panik.


Khanza sendiri hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda faham. Zakki pun perlahan melepaskan tangannya dari mulut Khanza, dengan segera Khanza memeluk Zakki erat sekaan meminta perlindungan darinya.


"Tolong aku Zakki aku mohon..."


pinta Khanza dengan suara terbata.


Zakki pun juga memeluk Khanza erat, dia tak tega dengan keadaan Khanza. Dan dia juga sudah memaafkan segala perbuatan Khanza.


"Tenanglah kak...akau akan segera membawamu pulang.."


Mendengar perkataan Zakki seketika Khanza melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Dengan cara apa...anak buah Tian tak akan membiarkan kita pergi begitu saja Zakki...mereka sangat berbahaya.."


"Aku tau kak...kami sudah menyusun segala rencana dengan sangat matang...kak Khanza hanya tinggal menurut dengan segala rencana kami..."


"Kami..."


Khanza menekankan kata-katanya.


"Ya kami....kak Hafsah, kak Zoya, kak Adam , ayah dan ibu..."


mendengar perkataan Zakki seketika Khanza terisak keras, dia tak menyangka seluruh keluarganya membantu menyelamatkan hidupnya, setelah apa yang dia perbuat.


"Mereka semua memaafkanku..."


kata Khanza dengan tangisnya.


"Ya...kami sudah memaafkan kakak..."


kata Zakki dengan yakin, seketika Khanza pun memeluk Zakki lagi.


"Terimakasih Zakki...terimakasih...."


Selama beberapa jam Zakki menceritakan tentang segala perbuatan Tian kepada banyak wanita. Khanza pun tak menyangka dia selama ini berada dalam sekapan orang yang sangat berbahaya. Zakki juga menjelaskan tentang rencana penyelamatannya agar Khanza dapat mengetahui semua yang akan terjadi nanti, sehingga Khanza bisa dengan sigap mengikuti semua perencanaannya.


Dirasa cukup, Zakki pun segera keluar dari Villa tersebut, dia meninggalkan alat pelacaknya pada Khanza. Agar mempermudah polisi nanti untuk menemukan keberadaan villa tersebut.


Zakki pun di antarkan dengan cara yang sama, dia bersandiwara dengan memberontak saat di tutup matanya. Atas tindakan dari Zakki itu banyak dari pada anak buah Tian mengamankan Zakki berjaga di dalam mobil, Sementara di villa hanya menyisakan 2 orang penjaga saja.


Tindakan Zakki bertujuan agar saat polisi menggeledah disana, polisi tak kesulitan melumpuhkan anak buah Tian, karna jumlahnya yang sedikit.


Zakki telah berada di tempat awal dia di jemput, dia pun segera menaiki mobilnya dan pergi dari sana dengan wajah angkuhnya.


Zakki langsung menuju ke sebuah hotel takut-takut kalau anak buah Tian mengikutinya dan mengetahui bahwa dia dari keluarga Khanza.


Polisi yang sudah berada dekat dengan villa Khanza segera saja menuju kesana, setelah mengetahui mobil yang membawa Zakki keluar dari daerah terpencil itu.


Sesuai dengan perkiraan Zakki anak buah Tian dengan mudah di lumpuhkan oleh pihak polisi. Dan mereka pun dapat membebaskan Khanza dengan mudah. Sebagian dari polisi itu mengawal Khanza menuju ke rumah Insha. Sebagian lagi membawa anak buah Tian menuju ke resto 99 sebagai bukti untuk menangkap Tian.

__ADS_1


Sebagian lagi menggeledah seluruh isi villa yang di tempati Khanza mencari barang-barang bukti lain, untuk mengungkap segela kejahatan Tian.


Dan benar saja setelah di geledah seluruh isi villa, di bagian belakang villa terdapat gundukan tanah aneh yang di curigai oleh polisi. Setelah di gali ternyata terdapat jasad wanita yang di perkirakan meninggal 2 bulan yang lalu.


Juga di temukan banyak benda-benda tajam dan tumpul di salah satu ruang yang terkunci.


Di duga benda-benda itu telah di gunakan untuk menyiksa para gadis yang sempat di tawan di villa itu, termasuk Khanza sendiri.


Mendengar Khanza telah berhasil di bebaskan dari villa, Hafsah dan Zoya segera menjemput Saka sebagai saksi dari semua kejahatan yang telah Tian lakukan. Kawalan mobil polisi pun tetap setia menemani mereka menuju kediaman Saka.


Sementara Hanafi dan Insha, mendapatkan laporan bahwa sebentar lagi polisi akan sampai di resto 99, mereka siap siaga mengamati Tian di setiap gerak geriknya agar tak kabur dalam penangkapan.


Tak menunggu waktu lama, mobil polisi segera memenuhi pelataran resto 99. Tian yang mengetahui mobil polisi telah mengepung tempat usahanya panik dan berusaha kabur melewati pintu belakang. Tapi Hanafi dengan sigap segera mencegahnya.


Bahkan Hanafi dan Tian sempat berkelahi karna Tian yang berusaha kabur darisana. Sementara Hanafi sendiri melampiaskan kekesalan dan emosinya lewat perkelahian itu.


Hingga polisi pun masuk dan langsung mengamankan Tian beserta seluruh anak buahnya.


"Sebenarnya siapa kau..."


kata Tian dengan kasar kepada Hanafi. Tian sendiri berusaha memberontak saat tangannya di borgol.


"Aku adalah orangtua dari Khanza..."


kata Hanafi tak kalah kesalnya.


Mendengar kata Khanza Tian sempat terkejut, tapi expresi wajahnya dengan cepat berubah menyeringai.


"Oh Khanza....wanita palacur itu bukan...."


kata Tian dengan tertawa ringan.


"Jaga bicaramu..."


kata Insha yang tiba-tiba ada di sebelah Hanafi.


Hanafi sendiri sudah tak tahan lagi menahan emosinya, dia segera melayangkan pukulan keras lagi pada wajah Tian, hingga membuat Tian hampir tersungkur ke lantai.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2