Khanza

Khanza
Pulang


__ADS_3

"Kenapa kau melakukan ini semua padaku kak...apa salahku padamu...kau bahkan telah menghancurkan hari-hariku...."


kata Hafsah dengan penuh amarahnya.


"Maafkan aku Hafsah..."


Tak dapat berkata apa-apa lagi karna memang Khanza saat itu berniat menghancurkan hidup Hafsah. Dia sama sekali tak memikirkan perasaannya. yang ada di fikiran Khanza kala itu hanyalah, membuat keluarganya hancur dan membuat luka terutama pada Hanafi dan Insha.


Hafsah terus saja mencaci Khanza di dalam kamarnya.


Sementara di luar rumah, Zakki dan Adam baru pulang dari kuliahnya.


Mereka memasuki rumah seperti biasa dan bertanya keadaan Hafsah pada seorang pengawal yang terlihat bertingkah aneh berada di depan kamar Hafsah tidak seperti biasanya.


"Bagaimana keadaan kak Hafsah...apa dia sudah makan dan meminum obatnya dengan teratur..."


kata Adam, dengan menatap aneh pada tingkah pengawal tersebut.


"Kau ini kenapa...aneh sekali sih..."


kata Zakki yang bertanya langsung pada intinya curiga dengan tingkah sang pengawal.


Belum sempat menjawab apapun, terdengar suara teriakan dari kamar Hafsah. Yang seketika membuat ketiganya terkaget, sang pengawal yang semula terdiam, seketika membuka pintu kamar Hafsah, dan ketiganya pun langsung masuk bersamaan.


"Kenapa kak Khanza bisa ada disini..."


kata Adam terkaget melihat Khanza.


"Kak Khanza.."


kata Zakki dengan wajah yang sama terkejutnya.


"Maafkan saya tuan...saya yang telah mengizinkan nona Khanza untuk masuk dan menemui tuan Hafsah. "


kata sang pengawal dengan tertunduk dalam.


"Bukan salahnya...tapi aku yang meminta dia untuk mempertemukanku dengan Hafsah..."


kata Khanza menjawab cepat.


"Salah siapapun itu..tapi aku tak menerima kehadiran kakak disini...lebih baik kakak keluar sekarang...biarkan kak Hafsah beristirahat.."


kata Zakki dengan tegas.


"Iya...segera keluar kak...kehadiran kakak disini hanya akan memperburuk keadaan kak Hafsah..."


kata Adam menimpali.


"Aku hanya ingin meminta maaf kepada Hafsah...dan aku akan memperbaiki semuanya...Hafsah akan menikah dengan Zoya.."


kata Khanza menjelaskan dengan cepat.


Adam dam Zakki saling menatap bingung, melihat kebingungan adik-adiknya. Hafsah segera berkata,


"Anak yang di kandungnya bukanlah anak dari Zidan..."


kata Hafsah dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Apa...jadi selama ini kakak berbohong pada semua orang...termasuk ibu dan ayah.."


"Kenapa kakak tega sekali melakukan ini pada kak Hafsah kak...kau benar-benar bukan wanita yang baik...kau tak pantas menjadi kakak kami..."


"Sungguh aku tak menyangka kakak akan berbuat hina seperti ini...apa tujuan kakak melakukan ini semua..."


"Apa kau tak memikirkan perasaan ayah dan ibu kak...mereka sangat menyayangimu...bahkan melebihi sayangnya pada kami semua...tapi apa yang kakak lakukan...kau membuat kami semua kecewa...."


Zakki dan Adam terus mencaci maki Khanza di dalam kamar itu. Hafsah juga tak kalah, dia semakin meluapkan amarahnya pada Khanza yang sedang menangis disana.


Mereka bertiga menghina Khanza tiada henti sampai mereka puas meluapkan amarah mereka.


Malam itu juga mereka semua setuju pulang kembali ke kediaman mewah Insha. Untuk menagih janji Khanza memperbaiki semua keadaan kacau itu.


Tapi saat di pesawat ketiganya sama sekali tak berbicara dengan Khanza, mereka masih merasa marah dan kecewa. Mereka bahkan meminta tempat duduk yang terpisah dan jauh dari Khanza. Tak ingin melihat lagi wajahnya, karna melihat Khanza hanya akan membuat emosi mereka meradang kembali.


Pesawat tiba di siang hari, mereka langsung saja menuju kediaman mewah Insha.


Kepulangan mereka tak di ketahui sama sekali oleh Insha dan Hanafi. Keduanya cukup terkejut saat mendapati anak-anaknya pulang bersamaan.


"Kalian pulang.."


kata Insha dengan rona wajah bahagia melihat ketiga putranya tengah ada di depan matanya.


Insha memeluk satu persatu anaknya, yang sudah lama tak pernah dia lihat.


"Ada apa kalian tiba-tiba pulang....dan kau Hafsah..bagaimana keadaanmu sayang..apakah semua baik-baik saja.."


"Semua baik-baik saja bu...aku baik-baik saja...bagaimana dengan ayah dan ibu sendiri..."


Tanya Hafsah balik dengan tersenyum pada Insha dan Hanafi.


kata Insha tersenyum juga pada Hafsah.


"Ayo..ayo kita masuk...kita makan dulu kalian semua pasti lapar kan..."


kata Hanafi sambil menggiring semua anaknya menuju meja makan.


"Oh tentu ayah....tentu aku sangat lapar...makanan apa yang di masak ibu hari ini..."


jawab Adam dengan semangatnya.


"Ayo....aku rindu sekali masakan ibu..."


jawab Zakki sambil memeluk Insha dari belakang, yang di peluk pun sudah tak kaget lagi dengan tingkah anaknya yang satu itu . Insha membalas kelakuan Zakki dengan menguyel-uyel rambut Zakki.


Tengah berada di meja makan, menanyakan berbagai hal tentang kehidupan masing-masing selama mereka tak bersama, bercengkrama dan berbincang hangat satu sama lain, melepaskan kerinduan mereka sebagai keluarga. Tiba-tiba mereka di kagetkan dengan kedatangan keluarga Abimana ke kediaman Insha.


"Maaf tuan dan Nyonya mengganggu anda....tuan Abimana beserta keluarga datang berkunjung..."


kata seorang pelayan dengan sopan, berada di ujung meja makan.


"Abimana....tuan Abimana datang kesini.."


kata Hanafi terkaget dengan penuturan sang pelayan.


"Iya tuan...mereka semua ada di ruang tamu..."

__ADS_1


jawab sang pelayan.


"Ada apa sayang mereka datang kesini....bukankah semua persiapan pernikahan sudah selesai..."


kata Insha menatap heran pada Hanafi.


"Ya ...semua sudah selesai...aku juga tak tau kenapa mereka kesini...mungkin ada suatu hal yang penting..."


kata Hanafi lagi.


"Jadi ayah dan ibu tak mengundang mereka kesini.."


kata Hafsah menimpali.


"Tidak...".


jawab keduanya secara bersamaan.


"Jadi apa memang benar rencana pernikahan kak Khanza di batalkan.."


kini Adam yang berkata.


"Kata siapa...tidak...kami tak pernah membatalkannya..."


jawab Hanafi.


"Tapi kak Khanza datang pada kami ayah...dia mengatakan akan memperbaiki semuanya...dan meminta kami untuk ikut pulang bersamanya..."


kata Zakki ikut berbicara.


"Jadi kalian pulang atas permintaan Khanza....dan kalian sudah tau tentang semuanya...."


jawab Insha cukup terkejut.


"Ya ibu kami tau semuanya...kak Khanza sendiri yang mengatakannya pada kami bu..."


kata Adam lagi.


"Jadi apa mungkin kak Khanza juga yang mengundang keluarga Abimana untuk datang kesini..."


kata Hafsah curiga.


Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari arah belakang Hafsah. Dengan wajah penuh rasa bersalah dan malu kepada seluruh keluarganya, Khanza mengatakan.


"Ya...aku yang telah mengundang keluarga Abimana untuk datang ke rumah ini..."


"Aku ingin menjelaskan semua yang telah terjadi pada mereka...."


"Aku sudah bilang aku ingin memperbaiki semuanya..."


kata Khanza dengan yakin.


"Apa lagi yang akan kau lakukan untuk mempermalukan keluarga kami di depan keluarga Abimana Khanza...."


Insha berdiri dan menjawab dengan nada dingin.


Baik Zakki, Adam dan Hafsah hanya menatap terkaget pada ibu mereka. Mereka cukup terkejut dengan sikap Ibunya kepada Khanza yang sangat jauh berbeda dari dulu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2