Khanza

Khanza
Rencana penyelamatan


__ADS_3

Insha dan Hanafi pun pulang dengan perasaan bingung, mereka ingin segera menolong Khanza tapi mereka tak tau dimana keberadaannya sekarang. Mereka ingin meminta tolong pada polisi, tapi dirasa itu cukup berbahaya, karna polisi pasti akan langsung menuju sumber masalahnya yaitu Tian.


Dan jika Tian tau keluarga dari Khanza yang sedang berurusan dengannya, sudah bisa di pastikan Khanza akan berada dalam bahaya.


Insha dan Hanafi pulang dan menceritakan semua pada Hafsah dan Zoya, berharap mereka dapat memberikan sebuah solusi untuk segera menyelamatkan Khanza.


Zoya pun memberikan pendapat,


"Bagaimana jika kita mengirimkan seorang untuk berpura-pura menyewa kak Khanza bu...kita beri dia alat pelacak agar kita bisa mengetahui letak dimana Villa itu berada..."


"Ide mu cukup bagus sayang....tapi siapa yang akan mau di kirim dalam tindakan yang cukup beresiko ini..."


jawab Hafsah yang cukup antusias dengan ide istrinya.


"Zidan...pasti dia mau untuk membantu..."


jawab Zoya dengan yakin.


"Apa kau yakin sayang...jika Zidan mau membantu...mengingat semua yang sudah terjadi padanya karna Khanza...."


jawab Insha cukup meragukan perkataan Zoya.


Zoya sedikit berfikir, memang benar yang di katakan Insha, Zoya juga ingat betul bagaimana dulu reaksi Zidan melampiaskan sakit hatinya karna Khanza.


"Emm...ntahlah ibu....aku akan mencoba bicara dengannya..."


Siang itu juga Zoya di antarkan oleh Hafsah untuk bertemu dengan Zidan, meminta bantuan darinya untuk menyelamatkan Khanza. Mereka menemui Zidan di rumah barunya yang susah dia tinggali hanya bersama para pelayannya saja.


Dan benar saja dugaan Insha, bahwa Zidan tak mau ikut campur lagi dengan hidup Khanza. Meski Zidan kasian dengan nasib Khanza sekarang, dia tak ingin bertemu lagi dengannya. Zidan pun menyuruh Zoya untuk mencari orang lain untuk melakukan idenya itu.


"Tidak kak...lagipula pasti siapa tadi namanya.. Tian ya....dia pasti juga sudah mengetahui dan mengenalku...kami pernah berada di satu pesta kan...dia malah akan curiga padaku nanti..."

__ADS_1


"Ya kau benar Zidan...lebih baik kita cari orang lain saja sayang..."


jawab Hafsah yang mulai memikirkan ide baru.


"Bagaimana jika adik-adik kak Hafsah saja yang melakukannya....mereka kan jarang terlihat disini...Tian pasti juga tak akan mengenali mereka..."


jawab Zidan lagi memberikan ide baru.


"Mungkin itu ide yang bagus ...tapi siapa yang akan kesana...Adam atau Zakki..."


kata Zoya menimpali.


"Aku rasa Zakki yang cukup mahir dalam bersandiwara...dia juga cukup berani meski usianya lebih muda dariku dan Adam...."


"Memangnya kenapa dengan Adam..."


"Dia tak mungkin berani mengambil resiko dengan semua ini...apalagi mengetahui semua yang terjadi... Adam pasti akan tersulut emosi...dia pasti tak akan bisa bersandiwara dengan baik...ujung-ujung nya semua akan gagal nanti..."


Mereka pun menghubungi Zakki untuk mau bekerja sama dengan mereka. Dan benar saja perkiraan dari Hafsah. Adam dengan lantang menolaknya dia mengatakan, dia tak akan mampu menahan emosinya jika bertemu dengan Tian nanti.


Akhirnya Zakki lah yang akan melakukan tugas itu, atas persetujuan juga dari Insha dan Hanafi.


Zakki pun membuka situs online yang telah di berikan oleh Will sebelumnya. Dengan bimbingan dari Will akhirnya Zakki menemukan situs milik Tian, dengan profile Khanza yang di sembunyikan disana.


Bukan hanya Khanza rupanya yang menjadi tawanan Tian saat ini, karna Zakki juga menemukan profile privat lainnya di situs milik Tian.


Zakki pun mulai bernegosiasi untuk harga yang di tawarkan untuk Khanza. Zakki menawar dengan harga yang cukup rendah karna tak ingin Tian curiga, mengingat Zakki juga masih berstatus sebagai pelajar.


Lewat rekening Zakki sendiri, dia menstranferkan sejumlah uang pada Tian. Dan mereka pun menentukan janji dimana mereka bertemu, serta hari dan jam sesuai kemauan Zakki sebagai penyewa.


Tian sendiri tak menaruh curiga sama sekali pada Zakki, karna selain Tian tak mengenalnya dan tak pernah bertemu dengannya. Zakki akan berangkat langsung dari negara B, itu membuat Tian berspekulasi bahwa Zakki mamang berasal dari keluarga dinegara tersebut, dan itu membuat Tian merasa aman karna tak mungkin si penyewa akan mengenal wanitanya.

__ADS_1


Beberapa hari setelah itu, Zakki benar-benar tiba di bandara. Dia meminta anak buah Tian untuk menunggunya di suatu tempat. Zakki sendiri di bandara sedang bertemu dengan Hafsah, yang akan memasang alat pelacak padanya.


Hanafi dan Insha sendiri sudah memutuskan mereka tak akan menyelesaikan ini sendiri, mereka meminta tolong kepada pihak polisi untuk membantu mereka.


Beberapa polisi akan bertugas mengikuti mobil anak buah Tian nanti, dengan melakukan berbagai penyamaran seperti pengendara pada umumnya.


Sementara yang lain, tengah bersiap menggerebek resto 99 nanti saat Khanza sudah berhasil di selamatkan, untuk menangkap Tian serta membongkar semua kedok kejahatannya selama ini.


Hafsah dan Zoya sendiri tengah berada di suatu tempat bersama beberapa polisi untuk memantau terus alat pelacak yang telah di pasang pada Zakki.


Hanafi dan Insha mereka bertugas berpura-pura menjadi pengunjung di resto 99, untuk memantau situasi disana, dan memastikan Tian tak kabur dalam pengejarannya.


Dengan semua perencanaan yang matang, Zakki pun berangkat menuju tempat dimana anak buah Tian sudah menunggu.


Dengan wajah yang cukup santai Zakki datang bersandiwara menjadi pemuda nakal dengan segala tingkah dan perkataannya yang tak sopan.


Semua itu Zakki lakukan semata-mata agar anak buah Tian tak curiga dengannya, dan percaya bahwa Zakki memang pemuda nakal yang suka menyewa wanita malam.


Tapi tanpa di sangka Zakki di geledah terlebih dulu sebelum di antarkan pada Khanza. Zakki di minta meninggalkan semua alat komunikasinya agar tak membahayakan posisi Tian. Untung saja dalam pengggeledahan tersebut alat pelacak Zakki tak terlihat, Zakki menyembunyikan alat pelacak itu di dalam langit-langit mulutnya hingga tak dapat terlihat oleh siapapun.


Atas perintah dari Tian , Zakki pun di bawa ke tempat Khanza dengan cara yang sama seperti Will.


Di dalam mobil, Zakki sedikit berbincang dengan orang suruhan Tian.


"Hey...kalian yang berada disini...aku peringatkan ya... jangan dekat-dekat dengan area villa selama aku bersama dengan wanitaku...aku tak mau kalian mendengar sesuatu yang membuat kalian mengingingkannya nanti..."


kata Zakki dengan nada nakalnya. Dia mengatakan itu karna dia tak mau ada seorang yang menguping pembicaraannya nanti dengan Khanza, yang jelas akan membahayakan posisi mereka berdua.


Mendengar permintaan langsung dari sang penyewa, orang suruhan Tian hanya tertawa dan mengiyakan segala kemauannya tanpa merasa curiga sama sekali.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2