Khanza

Khanza
William


__ADS_3

Penyelidikan tentang hilangnya Khanza pun di mulai, baik Insha maupun Hanafi mengerahkan orang-orang terbaiknya untuk mulai mencari informasi tentang Khanza.


Hanafi dan Insha sendiri tidak dapat turun tangan karna pekerjaan mereka yang sedang menggunung. Mereka hanya bertanya pada orang-orangnya informasi sekecil apapun yang mereka dapatkan tentang keberadaan Khanza.


Tak ingin polisi terlibat, keduanya menyuruh orang-orangnya untuk melakukan semuanya secara hati-hati, agar tidak di curigai oleh pihak polisi.


Salah satu dari anak buah Insha, meretas rekaman cctv di hari dimana Khanza meninggalkan rumah. Dia meretas cctv di setiap jalanan yang mungkin di lewati oleh Khanza. Menurut semua cctv yang telah di lihatnya, terlihat mobil Khanza menuju pusat kota.


Lalu rekaman habis disana, tak tau persis dimana Khanza menghentikan mobilnya. Karna tak setiap jalan memiliki cctv untuk merekam setiap kejadian yang ada.


Mendengar akan hal itu, beberapa orang di utus untuk mulai menyelidiki beberapa wilayah di pusat kota. Ke tempat-tempat yang mungkin telah di datangi, atau bahkan di tinggali oleh Khanza. Tapi sama sekali mereka tak dapat informasi tentang itu.


Orang-orang suruhan dari Hanafi juga mendatangi klien Hafsah yang telah membeli mobil Khanza. Mereka bertanya dimana terakhir mobil itu berada, dan dimana dia melakukan transaksi dalam membelinya, siapa tau sebuah informasi tentang siapa orang yang menjual, ciri-ciri atau apapun itu bisa terkuak dari klien Hafsah tersebut.


Tapi menurut penuturan sang klien, dia tak sempat bertemu dengan sang penjual. Karna dia melakukan transaksi secara online, uang yang dia bayarkan juga secara tranfer. Dan mobil di antarkan oleh orang suruhan sang penjual ke rumah klien tersebut.


Klien itu pun tak dapat melihat dengan jelas wajahnya, klien itu juga tak begitu memperhatikan segala ciri-ciri dari orang tersebut. Karna dia sama sekali tak mencurigainya. Bahkan dia sudah lupa dengan segala ciri-cirinya.


Hafsah dan Zoya juga tak tinggal diam, mereka mencoba menyelidiki nomor ponsel seorang yang tertera di situs online tersebut.


Tapi mereka tak mendapatkan informasi apapun, karna nomor tersebut sudah tidak aktif dan tak bisa di hubungi lagi.


Hafsah juga mencoba menghubungi seluruh teman dekat, rekan kerja atau siapapun yang mengenal Khanza. Tapi tak satu pun pernah melihat atau mengetahui keberadaannya.


Pencarian sudah di lakukan selama dua minggu tapi sama sekali tak membuahkan hasil. Semua yang telah di lakukan untuk mencari informasi tentang Khanza seakan menemui jalan buntu. Hanafi dan Insha juga sudah meminta bantuan dari polisi, tapi semua tak bisa menemukan keberadaan Khanza.


Hanafi dan Insha pun di buat menyerah dengan segala keadaan itu. Sampai akhirnya di suatu malam ada seorang pria yang datang ke rumah Insha.


"Nyonya ada seorang pemuda yang mencari anda..."


kata seorang pelayan pada Insha.


"Siapa dia...apa aku mengenalnya..."


tanya Insha dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


"Sepertinya tidak nyonya...saya juga baru melihatnya datang kesini..."


"Siapa dia...katakan padanya...ada perlu apa sampai dia mencariku..."


Mengerti dengan maksud Insha, pelayan itu pun bertanya pada sang pemuda, lalu tak lama kemudian dia kembali menemui Insha.


"Pemuda itu mengatakan dia adalah teman dari nona Khanza..."


Dirasa Insha bisa mendapatkan informasi tentang Khanza darinya, Insha pun memeperbolehkan pemuda itu untuk masuk.


"Baiklah..suruh dia masuk...aku akan menemuinya sebentar lagi..."


"Baik nyonya..."


pelayan itu pun pergi dan menyuruh sang pemuda itu menunggu Insha di ruang tamu.


Tak lama setelahnya Insha turun dan menemuinya.


"Selamat malam tante..."


"Iya saya teman dari Khanza...perkenalkan nama saya William...anda bisa memanggil saya dengan sapaan Will...."


"Baik Will...katakan ada perlu apa kau datang kemari...apa kau mengetahui dimana Khanza sekarang...."


"Ya saya mengetahui dimana Khanza sekarang berada...."


"...katakan dimana dia sekarang...aku akan segera menjemputnya..."


kata Insha sedikit kaget dan antusias


"Tidak mudah untuk menemukan Khanza sekarang tante....saya pun tak tau dimana persisnya villa yang di tempati Khanza sekarang....saya tak tau jalan menuju kesana..."


"Lalu bagaimana kau bisa tau Khanza dimana jika kau tak tau jalannya...jangan membual...aku tak perlu omong kosong disini...kami sekarang tengah serius mencari keberadaannya...jika kau kesini hanya untuk sebuah lelucon...maka segera pergi dari sini..."


kata Insha sedikit kesal, karna dirasa pemuda itu hanya mengerjai Insha yang sedang khawatir dengan keadaan Khanza. Apalagi berita pencarian Khanza sudah menyebar luas dengan di kerahkannya polisi juga untuk mencarinya.

__ADS_1


"Jangan marah dulu pada saya...saya mohon maaf sebelumnya...saya adalah teman Khanza di negara B....saya kesini untuk liburan...saya mencari seorang wanita pemuas untuk menemani malam saya disini...sebelum saya pulang esok hari........"


pria itu pun menceritakan bagaimana perjalanannya sampai bisa bertemu dengan Khanza.


Will malam itu lewat situs gelap memesan seorang wanita pemuas untuk menuntaskan hasratnya.


Wanita itu berharga cukup mahal, Will pun menyewanya tanpa tau wajah dan tubuh dari wanita itu.


Will cukup penasaran, pasalnya dia memiliki harga yang mahal dan profil yang cukup private.


Setelah membayarkan uang yang sudah di janjikan Will di jemput oleh sebuah mobil untuk diantar menuju wanita tersebut.


Dengan sebuah perjanjian Will di antar tapi dengan mata yang tertutup, dia hanya di perbolehkan membuka matanya saat dia sudah tiba pada wanita yang di sewanya.


Tanpa perlawanan Will pun menurut, karna memang dia tak sekali melakukan ini, untuk wanita-wanita dengan harga yang mahal memang tak ingin profil maupun tempatnya di ketahui secara langsung.


Tibalah Will di sebuah kamar, orang-orang yang mengantar tadi pun akan menunggu di luar rumah sampai Will selesai dan akan mengantarnya pulang dengan cara yang sama.


Will pun memasuki sebuah kamar, disana sudah terdapat seorang wanita dengan perut sedikit membuncit, mengenakan pakaian serba mini.


jadi ini maksud dari yang tertulis di profilenya...aku akan merasakan sensasi yang berbeda karna dia sedang dalam keadaan hamil...hmmm karna aku sudah membayarnya mahal...aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini...


batin Will sambil terus mendekati wanita itu.


Will sudah berada tepat di samping wanita itu, dan memegang dagunya lembut ingin melihat wajah darinya. Betapa kagetnya Will saat wanita yang di sewanya adalah temannya sendiri yaitu Khanza.


"Khanza...kenapa kau disini..."


Will seketika melepas tangannya dan mundur beberapa langkah.


"Will...aku mohon..jangan lakukan itu padaku...tolong aku...tolong lepaskan aku dari sini....tolong bantu aku untuk kabur dari sini...aku mohon...."


Khanza tiba-tiba berlutut di depan Will dan menangis memohon dengan wajah memelasnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2