Khanza

Khanza
Saka


__ADS_3

"Sekarang apa yang harus aku lakukan untuk membantumu Khanza katakan...tapi jika aku harus membawamu sekarang..maaf aku tak bisa karna banyak anak buah Christian disini..."


kata Will menatap bingung pada Khanza.


"Itu cukup berbahaya untukmu Will...anak buah Tian tak akan tinggal diam.... mereka tak segan-segan untuk menyakiti siapapun yang melanggar peraturan...kau tak bisa langsung membawaku..."


kata Khanza mulai serius berbicara, karna dia tau ini adalah kesempatan satu-satunya dia untuk bisa kabur dari jeratan Tian, yaitu dengan meminta bantuan Will teman kuliahnya di negara B.


"Cukup titipkan pesanku pada orangtuaku...katakan apa yang terjadi padaku....katakan pada mereka agar mereka mau menyelamatkanku...aku akan membalas kebaikan mereka nanti dengan apapun itu...tapi yang terpenting sekarang selamatkan aku...aku tak mau hidup terjebak dalam dunia gelap ini...aku mohon Will...dan sampaikan juga permintaan maafku pada ayah dan ibuku...permintaan maaf dari wanita hina sepertiku..."


kata-kata Khanza di iringi dengan airmata yang mengalir lagi di pipinya.


"Baiklah....aku akan mengatakan semua pada orangtuamu...sekarang tuliskan alamat tempat tinggal orangtuamu...aku akan segera kesana secepatnya..."


"Katakan juga pada mereka " resto 99" di pusat kota adalah milik Tian...dia pasti berada disana...aku mohon jangan mencariku ataupun menanyakan keberadaanku padanya..aku yakin dia tak akan tinggal diam...dia pasti akan memindahkan ku nanti ke tempat lain..tempat yang lebih jauh lagi mungkin..".


"Baiklah aku akan mengingat pesanmu....jaga dirimu baik-baik disini Khanza..percayalah orangtuamu pasti akan menyelamatkanmu..."


Khanza pun memberikan alamat rumah Insha pada Will.


Will malam itu segera di bawa oleh anak buah Tian pergi dari villa itu dengan cara yang sama seperti sebelumnya, untuk itulah Will tak dapat mengetahui dimana letak Khanza sebenarnya.


Will dengan mudah menemukan alamat rumah Insha, dan dia pun menceritakan segalanya pada Insha yang kala itu kebetulan sedang ada di rumah.


Insha yang tak tega dengan nasib Khanza yang sekarang, tak terasa airmatanya mengalir begitu saja.


"Lalu bagaimana caraku untuk menyelamatkannya..."


kata Insha pilu pada Will.


"Saya pun tak tau tante..maafkan saya...saya tak bisa membantu banyak...karna saya besok pagi sudah harus kembali ke negara saya...maaf..."


"Tak apa...terimakasih Will informasi mu sangat penting buat kami..."


Malam itu juga, selesai mengatakan segala informasinya tentang Khanza, Will segera saja pergi dari rumah Insha dan menyiapkan segalanya untuk kembali pulang ke negaranya.


Insha pun malam itu menunggu Hanafi dan Hafsah pulang untuk menceritakan semuanya.


"Resto 99..."


kata Hanafi dengan wajah terkejutnya.


"Ya..Will mengatakan dia pemilik resto 99..."

__ADS_1


jawab Insha


"Resto itu terkenal dengan dunia gelapnya ...kenapa dia bisa sampai disana..."


"Christian nama pemilik resto itu...dan dia adalah ayah dari anak Khanza...dan dia pula yang telah menjual Khanza sebagai wanita malam..."


Baik Hanafi, Hafsah dan Zoya menunjukkan expresi terkejutnya mendengar perkataan Insha.


"Sekarang juga kita akan menggerebek resto itu bersama para polisi..."


kata Hanafi dengan amarahnya.


"Jangan...itu bisa membahayakan posisi Khanza...Tian bisa saja menghabisi Khanza untuk menghilangkan jejak...kita tidak harus memulai dari sana..."


kata Insha panik, karna Hanafi sudah mulai ingin menghubungi anak buahnya dengan ponsel yang ada di tangannya.


"orangtua...dia pasti punya orangtua kan....tak mungkin orangtua dari pria gila itu tak mengetahui segalanya tentang anaknya..."


kata Hafsah tiba-tiba memberikan ide.


"Iya ayah...ibu...Hafsah benar kita harus mulai dari orangtuanya...mereka pasti akan memberikan informasi tentang si Tian itu .."


kata Zoya menimpali.


Telah sampai di depan rumahnya, Hanafi menekan bell, lalu keluarlah seorang pelayan yang menyambut mereka.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Saka..apa beliau ada di rumah..."


"Iya tuan..silahkan masuk saya akan memanggil tuan Saka untuk anda..."


kata sang pelayan mempersilahkan Hanafi dan Insha masuk, sementara dia berlalu memanggil Saka.


Tak lama setelahnya pelayan itu datang kembali dengan seorang pria yang berada di kursi roda. Wajah pria itu sudah cukup tua dan dia pun terkaget dengan kedatangan Hanafi dan Insha kesana.


Saka sendiri sudah tak asing lagi dengan wajah pebisnis di depannya ini, apalagi dia juga pernah bertemu langsung dengan keduanya saat dulu Insha tengah kabur dari Hanafi.


Saka dulu adalah manager dari resto 99. Dia juga dulu yang memberikan informasi pelarian Insha pada Hanafi yang kebetulan Insha memang sempat singgah di dalam restonya.


Saka memberikan intruksi lewat tangannya untuk mendekatkannya pada Hanafi dan Insha.


"Selamat pagi tuan Saka...apa kabar.."


basa basi Hanafi pada Saka.

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan Han...saya baik...anda sendiri apa kabar..."


jawab Saka sambil tersenyum simpul.


"Saya juga dalam keadaan baik..."


"Kalau saya boleh tau ada apa sampai tuan Han datang kemari...apakah ada sesuatu yang penting..."


"Maaf telah mengganggu waktu anda tuan...saya datang kemari ingin menanyakan sesuatu..."


"Apakah Christian anak anda tuan..."


tak mau lagi berbasa-basi Insha langsung bertanya pada intinya.


Saka pun sejenak terdiam, lalu tersenyum. Dia ingat betul yang berkata di hadapannya barusan adalah wanita yang dulu sempat memikat hatinya. Meski hanya sekali bertemu Saka selalu terbayang akan wajah Insha, tapi dia sendiri tak berani mengungkapnya karna Insha yang sudah berstatus sebagai istri sang penguasa bisnis yaitu Hanafi.


Saka tersenyum sejenak mengingat lagi waktu dulu Insha berada di dalam restonya. Tapi senyumnya kembali hilang saat ingat kembali yang di tanyakan Insha.


"Jangan tanyakan tentang Christian padaku...aku sama sekali tak tau tentangnya lagi..."


jawab ketus Saka tiba-tiba.


"Bukankah anda adalah ayah dari Christian..."


kata Hanafi bertanya lagi.


Saka memalingkan wajahnya, dia diam tak menjawab. Wajahnya tergurat sebuah luka yang mendalam jika di sebut nama Christian.


"Saya mohon...bantu saya tuan Saka...tolong katakan dimana Chritian menyembunyikan anak saya..."


Seketika Saka langsung memandang Insha lagi dengan wajah terkejut.


"Anak anda...apa Christian kembali menawan seorang wanita..."


Mendengar jawaban dari Saka baik Hanafi maupun Insha di buat terkejut, Hanafi pun langsung berkata.


"Apa Christian sering melakukan semua ini....dan anda tau tentang perilakunya..."


tanya Hanafi dengan amarah yang mulai tersulut.


"Dia sudah bukan anak saya lagi...jadi saya sama sekali tak ada urusan dengan dia....sekarang saya minta kalian pergi dari sini...karna saya rasa pembicaraan kita ini tidaklah penting...."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2