Khanza

Khanza
Mobil Khanza


__ADS_3

Kehidupan di keluarga Insha mulai harmonis dan damai kembali setelah menikahnya Hafsah.


Untuk sementara waktu Hafsah tinggal di rumah mewah Insha, karna rumah milik Hafsah masih dalam tahap renovasi. Hafsah merubah di beberapa bagian ruangannya, sesuai dengan keinginan Zoya dan dirinya agar mereka lebih nyaman lagi saat tinggal disana.


Sudah 1 bulan semenjak pesta pernikahan di gelar, Zoya setiap hari selalu membantu Insha di rumah. Memasak atau terkadang membuat camilan untuk seluruh keluarganya.


Meski di rumahnya terdapat banyak pelayan, Insha terkadang memang membuat 1 atau 2 lauk khas tangannya sendiri untuk di nikmati keluarganya. Insha tak mau kodratnya sebagai seorang wanita dengan tangan yang lezat terbuang begitu saja karna adanya pelayan.


Sementara Hafsah sudah di sibukkan lagi dengan pekerjaan perusahaan bersama ayahnya. Dia sering pergi keluar kota untuk menemui kliennya, tapi kali ini Hafsah tak sendiri. Dia selalu membawa Zoya ketika dia bertugas keluar kota. Hafsah tak ingin tidur sendirian ketika harus berhari-hari melakukan perjalanan. Karna sehari saja tak bertemu Zoya, Hafsah sudah merasa rindu berat.


Adam dan Zakki sendiri sudah kembali ke negara B, untuk melanjutkan study nya. Mereka kembali ke negara B tepat satu minggu setelah pernikahan sang kakak Hafsah di gelar.


Malam ini, Zoya dan Insha tengah menyiapkan makan malam di rumahnya bersama para pelayan. Zoya sendiri masih menunggu Hafsah yang sebentar lagi akan sampai, beberapa waktu lalu Zoya mendapat pesan bahwa Hafsah masih berada di perjalanan pulang dari kantor.


Hanafi baru saja turun dan duduk bersebelahan dengan Insha. Zoya duduk di hadapan Insha, sedang menyesap jus mangga buatannya sendiri.


"Dimana Hafsah...apa dia belum sampai..."


tanya Hanafi pada Zoya.


"Sebentar lagi dia akan sampai ayah..."


"Baiklah kita menunggu Hafsah dulu ya...baru kita mulai makan malamnya..."


kata Insha menyahuti dengan cepat.


Baru sekitar 5 menit mereka menunggu, Hafsah sudah terlihat berjalan ke meja makan.


Hafsah mencium punggung tangan Insha dan Hanafi, lalu menghampiri Zoya dan mengecup keningnya.


"Kau pulang sedikit terlambat sayang...ada apa..."


tanya Insha pada Hafsah yang baru saja duduk di kursinya.


Zoya sendiri sekarang sudah bertugas seperti biasa, mengambilkan nasi untuk Hafsah dan juga kedua mertuanya.


"Ada sesuatu urusan bu...aku akan membicarakan nanti...sekarang bolehkah aku makan terlebih dulu...aku lapar sekali...."

__ADS_1


kata Hafsah dengan tak sabar menatap piringnya yang sedang di isi lauk oleh Zoya.


"Hemm...makanlah dulu Hafsah...memangnya apa ada sesuatu yang penting kah..."


tanya Hanafi.


"Aku akan menceritakannya nanti...sekarang ayo kita makan dulu..."


setelah selesai dengan kalimatnya, Hafsah segera makan tanpa mendengar jawaban dari Insha maupun Hanafi.


Mereka pun makan dengan lahap karna Insha memasak makanan kesukaan keluarganya, yaitu rendang daging.


Di akhiri dengan makanan penutup, cake stroberi dan jus mangga buatan Zoya.


Setelah semua selesai dengan makanannya, Hafsah pun berbicara sambil menyuapi mulutnya dengan cake stroberi buatan istrinya.


"Ayah...ibu...apa kalian tak terfikirkan sama sekali tentang keadaan kak Khanza...."


kata Hafsah menatap Insha dan Hanafi penuh pertanyaan.


Belakangan ini memang keduanya sering bertanya-tanya tentang keadaan Khanza yang sudah 1 bulan menghilang tanpa kabar.


Mendengar pertanyaan dari Hafsah, Insha dan Hanafi pun saling menatap, ingin bertanya lebih pada Hafsah tapi Hafsah sudah kembali berkata.


"Maafkanlah dia....keadaan keluarga kita sudah kembali seperti dulu kan...aku juga sudah menikah dengan Zoya...sementara kak Khanza di luarsana ntah apa yang sedang terjadi padanya...apalagi dia dalam keadaan hamil ....dan sepertinya dia tidak dalam keadaan yang baik-baik saja...."


"Tidak baik-baik saja...apa maksudmu Hafsah..."


tanya Hanafi spontan, jujur saja Hanafi memang mulai khawatir dengan keadaan Khanza, karna bagaimana pun dia adalah darah dagingnya.


"Jelaskan apa yang kau tau sayang..."


Insha juga menjawab dengan nada khawatir.


"Aku bertemu dengan klien ku hari ini....dia klien lamaku...sudah lama aku tak bertemu dengannya...dan aku terkaget saat dia datang ke tempat janjian kita dengan mobil kak Khanza...."


"Aku sempat curiga apa dia lelaki yang telah menghamili kak Khanza...tapi aku tau sendiri dia sudah berkeluarga...bahkan dia sudah memiliki 2 orang putra..."

__ADS_1


"Karna rasa penasaranku akhirnya aku bertanya mengenai mobil itu...dia menjawab bahwa dia membelinya sekitar 3 minggu yang lalu...di sebuah situs online ..."


"Tak ingin dia curiga lebih kenapa aku bertanya tentang mobil itu...akhirnya aku mencari tau sendiri tentang situs online yang di maksud....tapi nomor sang penjual sudah tidak aktif dan tak bisa di hubungi lagi..."


"Yang aku tau itu bukanlah nomor kak Khanza ayah...ibu....aku khawatir dia dalam keadaan yang mendesak atau apapun itu...sampai-sampai dia menjual mobilnya...aku mencoba menghubungi ponselnya tapi juga sudah tidak aktif..."


Hafsah menjelaskan panjang lebar tanpa jeda.


"Hafsah benar mungkin kak Khanza bisa saja dalam keadaan bahaya...karna tak mungkin dia sampai menjual mobilnya...karna itu adalah satu-satunya alat transportasi yang dia bawa.."


kaya Zoya menimpali.


"Kau benar sayang...tapi keadaan apa yang membuat Khanza sampai menjual mobilnya..."


jawab Insha sambil berfikir.


"Aku rasa kita harus mulai mencoba mencarinya...aku takut terjadi sesuatu padanya Sayang...bagaimana pun dia adalah bagian dari keluarga ini...meskipun dengan apa yang telah dia lakukan untuk mempermalukan kita...tapi kita masih memiliki tanggung jawab atasnya..."


kata Hanafi sambil menatap Insha.


"Ya aku akan menelpon para pengawalku untuk mulai mencarinya...dan ya..sayang...kirimkan data diri dari klien yang kau maksud tadi...ibu akan menyuruh pengawal ibu untuk menyelidikinya..."


kata Insha sudah mengetik sesuatu di dalam ponselnya.


" Apa kita perlu untuk melibatkan polisi ayah...ibu..."


kata Zoya menatap serius pada Insha dan Hanafi.


"Ayah rasa tak perlu dulu sayang...jika nanti keadaannya memang perlu untuk melibatkan polisi kita akan meminta tolong pada mereka..."


jawab Hanafi tersenyum pada Zoya.


" Aku dan Zoya akan menyelidiki nomor di situs online tersebut...mencari tau dimana alamat terakhir ketika mobil tersebut di jual.."


Jawab Hafsah sudah ingin beranjak dari kursinya sambil menarik tangan Zoya.


"Iya...tapi kalian tidak perlu khawatir berlebihan dulu...juga tak perlu bekerja keras untuk mencaritahunya....tim pengawal ibu yang akan mencari informasi tentang Khanza...kita tinggal menunggu hasilnya...dan juga kau Hafsah...istirahatkan tubuhmu dulu...kau pasti masih sangat lelah setelah seharian bekerja..."

__ADS_1


kata Insha sambil menatap Hafsah yang sudah ingin beranjak pergi.


Bersambung....


__ADS_2