Khanza

Khanza
Hukuman setimpal


__ADS_3

Hanafi sendiri sudah tak tahan lagi menahan emosinya, dia segera melayangkan pukulan keras lagi pada wajah Tian, hingga membuat Tian hampir tersungkur ke lantai.


Bukannya tersulut emosi karna pukulan Hanafi, Tian malah tertawa dengan lebar yang terdengar malah menyeramkan.


"Untuk apa kalian marah...bahkan anak kalian sendiri yang merayuku untuk melakukannya...dia juga yang memintaku untuk selalu bersamanya...bukankah itu namanya pelacur.."


kata Tian menyeringai lagi.


"Tidak...tapi kau lah yang sudah menyekapnya dan menjualnya pada banyak orang..."


kata Insha dengan nada amarah.


"Tapi dia sendirilah yang datang dan memintaku untuk melakukannya...dan kalian tak tau fakta itu..."


kata Tian lagi.


"Lepaskan aku...aku tak bersalah apapun...jelas-jelas anaknya yang datang padaku...dan memintaku untuk membawanya....bahkan kalian tau...dia datang sudah dalam keadaan hamil tanpa seorang suami..."


kata Tian menghadap ke banyak orang yang ada di restonya.


Seluruh yang ada di sana pun berspekulasi, membicarakan Khanza sebagai wanita yang tak baik. Hanafi dan Insha juga mendengar bincang-bincang pengunjung tersebut. Hanafi segera berkata pada polisi yang ada di depannya.


"Segela jebloskan dia dalam penjara...aku sudah tak tahan lagi melihatnya..."


"Hey...atas dasar apa kalian menangkapku...sudah jelas-jelas aku katakan...anaknya adalah wanita penggoda..aku hanya korban...seharusnya kalian yang menangkap anaknya yang tak tau malu itu...aku tak bersalah apapun atas semua ini .."


kata Tian berteriak karna polisi yang sudah ingin menyeretnya.


"Bukan hanya itu kejahatanmu....tapi atas kejahatan dari pembunuhan banyak gadis di kota ini....geledah tanah kosong di belakang villa ini pak polisi....disana banyak jasad gadis tak berdosa yang sudah dihabisi oleh tangan kotornya...."


kata Saka yang tiba-tiba datang dengan kursi rodanya, Hafsah juga ada di belakangnya mendorong kursi rodanya.


Melihat kedatangan sang ayah, Tian terkaget dan seketika membelalakan matanya.


"Siapa dia...aku tak kenal dengannya...itu hanyalah omong kosong belaka....jangan pecaya omongan pria tua itu..."

__ADS_1


kata Tian dengan panik.


Sementara beberapa polisi sudah bergerak menuju tanah kosong yang ada di belakang resto itu, untuk mencari kebenaran dengan menggali seluruh tanah disana.


"Apa kau lupa dengan ayahmu sendiri Tian..."


kata Hafsah dengan amarahnya.


"Kau benar-benar anak yang durhaka...tak ada balasan yang pantas kau dapatkan selain kematian...dan Tuhanlah yang pantas menghukummu atas semua kejahatanmu ini..."


"Diam kau...dia bukan ayah ku..."


kata Tian dengan emosi dan berusaha memberontak mendekati Saka.


"Kau lupa nak di saat-saat kau menghancurkan kaki ayahmu sendiri untuk sebuah kesenangan mu semata..."


kata Saka dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya, Saka sendiri tak menyangka anaknya akan tumbuh menjadi seperti sekarang, dengan segala kejahatan yang telah dia perbuat.


Tian terus saja memaki Saka tak mengakuinya sebagai seorang ayah. Suasana tengah genting dengan berbagai amarah yang belum.terlampiaskan. Tiba-tiba Adam datang dengan banyak orang. Dia mengumpulkan beberpaa orang tua yang telah kehilangan anak gadisnya, dan diduga Tian lah dalang dari semuanya.


Polisi sendiri telah menemukan tulang belulang banyak jasad, yang di duga dari 15 orang yang berbeda.


Tian pun tak dapat mengelak lagi atas semua penemuan itu, juga penemuan di villa-villa pribadi lainnya milik Tian. Yang juga terdapat banyak wanita yang telah di jadikan? wanita malam olehnya.


Tian kini hanya bisa menangis dalam penyesalannya, senyum seringainya pun telah hilang dari wajah angkuhnya. Kini berganti dengan sebuah penyesalan yang mendalam.


Tian pun di seret oleh polisi yang hendak membawanya menuju penjara.


Tian melewati Saka dan menatap ayahnya dengan wajah memelasnya.


"Ayah...maafkan aku ayah...aku mohon selamatkanlah aku ayah...ako mohon....aku berjanji akan merubah hidupku ayah...selamatkan aku..."


kata Tian dengan tangisnya yang mulai pecah.


Tapi tanpa disangka Saka malah mengatakan dengan tegas dan menatap Tian dengan yakin.

__ADS_1


"Seret dia....masukkan dia dalam penjara...beri dia hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya...."


"Ayah...ayah...kenapa kau mengatakan itu....kau jahat sekali ayah...ayah selamatkann aku..."


kata Tian sambil berjalan mengikuti tarikan dari polisi yang sedang menyeretnya.


Selepas kepergian Tian, Saka pun terisak keras. Bagaimana pun Tian adalah anaknya, dan dia sebenarnya juga tak tega jika Tian masuk dalam penjara.


Tapi Saka harus bertindak tegas karna semua perbuatan Tian juga tak tanggung-tanggung. Dia telah menghilangkan banyak nyawa tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Dalam bayangan Saka masih teringat jelas saat Tian menguburkan jasad seorang gadis dengan tertawa, bahkan juga menginjak-injak gadis itu sebelum di masukkan dalam lubang yang telah di galinya.


Saka sendiri tengah membayangkan jika saja anaknya yang berada dalam posisi jasad yang tak berdaya itu, pasti dia juga tak akan terima dan marah. Belum lagi untuk gadis-gadis lain yang telah di jual oleh Tian sebagai wanita malam.


Saka sampai tak habis fikir dengan semua perbuatan Tian, untuk itu dia memilih untuk melupakan Tian sebagai anaknya. Dan dia juga bersedia menjadi saksi atas kejahatan anaknya sendiri di pengadialan nanti.


"Terimakasih tuan Saka anda telah banyak membantu kami...."


kata Hanafi pada Saka yang masih berderai airmata.


"Anda tak perlu berterimakasih... memang sudah saatnya Tian mendapatkan hukumannya..justrus saya yang minta maaf atas segala kelakuan Tian kepada anak anda...."


kata Saka sambil berusaha mengusap airmata dipipinya.


"Kami akan membantu anda menjadi saksi di pengadilan...dan kami juga akan membantu kehidupan anda kedepannya...termasuk mengembalikan semua aset yang telah Tian curi dari anda Tuan.."


kata Insha menimpali.


"Terimakasih nyonya dan Tuan...maaf karna saya telah merepotkan anda dengan berusaha mengungkap semua kejahatan anak saya..."


"Sudahlah Tuan Saka...semua sudah berlalu...semoga setelah ini tak ada lagi Tian-tian lain yang berkeluyuran di kota ini..."


kata Hanafi dengan tersenyum berusaha menguatkan Saka.


Setelah kejadian itu pun, resto 99 di segel dengan garis polisi. Polisi sendiri tengah mencari bukti-bukti lain kejahatan Tian di banyak tempat yang sering di datangi oleh Tian atas penuturan para anak buahnya.

__ADS_1


Tian sendiri di jatuhi hukuman mati serta seluruh harta kekayaannya disita, sebagai ganti rugi kepada para gadis yang telah di jualnya, untuk biaya pemakaman yang layak dari para korban yang telah di bunuhnya, dan juga biaya bayi-bayi yang telah terlahir dari seluruh tindakannya, termasuk anak Khanza yang merupakan anak kandung dari Tian sendiri.


Bersambung....


__ADS_2