Khanza

Khanza
Jati diri Tian


__ADS_3

"Tolong bantu saya tuan Saka saya mohon..anak saya sedang berada dalam situasi yang tak baik....Christian telah menjualnya menjadi wanita malam..."


kata Hanafi memelas pada Saka.


"Saya bukan lagi orang tuanya semenjak kejadian itu...saya sudah tak mau tau lagi tentangnya...dia adalah anak yang sulit di atur.."


"Kejadian apa tuan..ceritakan pada kami..."


kata Insha dengan penasaran pada Saka.


"Dia sudah seperti anak iblis...segala perilakunya tak pantas di katakan sebagai manusia...anda tak akan tega untuk mendengarnya..."


"Jika memang begitu kenapa anda tak melaporkannya pada polisi..."


tanya Insha penasaran.


"Saya sudah mencoba berkali-kali tapi dia selalu lolos dengan menghilangkan segala jejak atau pun menyuap polisi itu...dan pada akhirnya jika dia tau saya yang melapor saya yang akan menanggung akibatnya...dia akan menyiksa saya dengan semua anak buahnya...ini juga akibat dari segala kejahatannya..."


kata Saka sambil menepuk-nepuk kakinya.


"Jadi Tian yang membuat anda lumpuh..."


kata Insha dengan expresi terkejutnya.


"Iya nyonya...dan saya tak pernah lagi mengurusinya semenjak hari itu...saya kecewa...sakit hati...serta hancur karna menerima sikap kasar dari anak saya sendiri yang sudah saya besarkan selama ini..."


Saka mulai menitikkan air mata, dia pun menceritakan kejadian beberapa tahun silam yang membuat kakinya lumpuh seumur hidup.

__ADS_1


Waktu itu Saka selaku pemilik resto 99 masih sering mengunjungi restonya, untuk melihat perkembangannya. Karna dia sedang melatih Tian untuk menjadi pemimpin resto tersebut. Saka ingin beristirahat dari pekerjaannya karna usianya yang sudah mulai menua.


Dia ingin anak satu-satunya yang dia miliki mewarisi usahanya.


Suatu hari ketika Saka baru saja sampai ke restonya, dia mendapati Tian dan teman-temannya tengah melecehkan seorang wanita. Mereka bahkan tak segan menggodainya di depan para pengunjung resto.


Merasa semua perbuatannya sangat tak pantas, Saka pun menegur Tian. Tian yang merasa malu karna teguran ayahnya, dia malah marah-marah dan tak terima dengan segala nasehatnya.


Saka bahkan di usir dari restonya sendiri. Saka pun marah dan tak mengunjungi atau bertanya apapun pada Tian. Sedangkan Tian sendiri juga tak pulang beberapa hari setelahnya.


Satu minggu setelah itu, ada sepasang orang tua yang datang pada Saka. Mereka menanyakan perihal keberadaan anaknya pada Saka, mereka bilang terakhir kali mereka tau bahwa anaknya pergi bersama Tian.


Atas laporan itu Saka mencari anak perempuan yang di maksud, dan Saka menemukannya dalam keadaan lemah di dalam sebuah ruangan restonya.


Gadis itu mengatakan dia berada disana karna menolak ajakan Tian untuk berhubungan badan. Tian yang marah dan tak terima pun malah menyekapnya di dalam resto, dan menggilirnya dengan teman-temannya setiap malam, Sudah 3 hari gadis itu berada disana dan Tian hanya memberinya makan 1x perhari.


Saka sendiri marah besar kepada Tian, dia mencabut segala fasilitas yang sudah di berikannya pada Tian, hingga Tian tak dapat berfoya-foya dan berbuat kenakalan lagi.


Saka ingin membuat Tian jera dengan perilakunya, tapi Saka salah. Setelah urusan tentang gadis itu selesai, malah banyak berdatangan para orangtua yang menanyakan anak gadisnya pada Saka. Dan Christian lah memang dalang dari hilangnya banyak anak gadis di kota tersebut.


Tian menjerat gadis-gadis itu dengan ketampanannya, lalu menyekap dan memaksa mereka bekerja menjadi wanita malam. Dari situlah Tian bisa mendapatkan uang dan kekayaan meski ayahnya tak pernah memberinya uang.


Puncak kemarahan Saka terjadi di beberapa tahun silam, saat Saka menemukan kembali seorang gadis tengah tergeletak bersimbah darah dan tak bernyawa di ruangan privat resto 99. Jasad gadis itu bahkan sudah mengeluarkan bau busuk.


Saat itu juga Saka mencari keberadaan Tian yang ternyata tengah berada di belakang resto itu bersama teman-temannya, tengah menguburkan jasad seorang gadis lain dengan tertawa-tawa senang, tanpa adanya rasa takut atau pun rasa bersalah sama sekali.


Sudah habis kesabaran Saka melihat kelakuan biadap Tian. Ternyata selama ini gadis-gadis di kota hilang karna ulah anaknya sendiri. Saka pun menyeret Tian, memarahinya juga menghajarnya habis-habisan, melampiaskan segela kemarahannya disana.

__ADS_1


Tian sampai di buat babak belur, sementara teman-temanya tak berani menolongnya mereka hanya diam melihat segala kejadian itu. Selesai melampiaskan segala kekesalannya, Saka pun pulang dengan perasaan hancur, dia ingin melaporkan Tian pada polisi tak peduli lagi dengan masa depannya.


Tapi malam itu Saka di datangi oleh Tian beserta teman-temannya di rumah. Mereka semua menghajar Saka secara bersamaan atas perintah dari Tian. Bahkan Tian sendiri yang menghancurkan kedua tulang kaki ayahnya hingga remuk dengan menggunakan sebuah batu besar. Tian mengatakan dengan lantang dia melakukan itu semua karna kesal dengan ayahnya yang selalu ikut campur dengan urusannya. Dengan membuat kaki ayahnya lumpuh maka Tian bisa dengan bebas melakukan apapun sesukanya tanpa ada yang melarang.


Saka juga di bawa ke sebuah rumah yang cukup jauh dari kota, Tian menyembunyikan Saka dari keramaian agar dia tak mengetahui lagi segala kelakuannya.


Sejak saat itu Saka tak pernah kemana pun, dia hanya di temani oleh seorang pelayan yang sudah cukup tua untuk merawatnya yang sudah lumpuh.


Istrinya sendiri sudah meninggal saat Tian masih kecil karna sebuah kecelakaan.


Dan ini adalah kali pertama Saka di datangi lagi oleh orangtua seorang gadis yang mencari keberadaan anak mereka. Setelah sekian lama Saka menghilang, baru kali ini ada seorang yang mengetahui keberadaannya lagi.


Selepas Saka bercerita Insha pun juga bercerita tentang keadaan Khanza yang telah di gambarkan oleh Will.


"Maaf nyonya... saya benar-benar tak mengetahui perihal Tian sama sekali...sejak kejadian itu Tian tak pernah lagi muncul di hadapan saya...dan saya pun sudah tak peduli dengannya lagi..saya juga tak mengetahui bahwa dia sudah mempunyai villa privat sekarang...."


"Saya sudah benar-benar tak memiliki apapun sekarang....semua aset yang saya punya sudah berpindah tangan, kini semua atas nama Tian...saya sudah di anggap mati olehnya...."


"Maafkan saya...saya tak bisa membantu apapun...karna saya memang tak mengetahui apapun tentangnya lagi..."


Kata Saka panjang lebar dengan airmata yang masih mengalir di pipinya.


Mendengar semua pernyataan dari Saka, baik Insha maupun Hanafi di buat bergidik ngeri karna mengetahui segala kejahatan Tian.


Dan mereka juga mengetahui fakta mereka berhadapan dengan penjahat yang cukup handal dan berbahaya. Dalam melakukan segala perbuatannya Tian sangat hati-hati dan teliti sampai-sampai pihak polisi tak pernah mencium jejak kejahatannya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2