Kimetsu No Yaiba:Badai Di Neraka, Kisah Marechi Terkuat

Kimetsu No Yaiba:Badai Di Neraka, Kisah Marechi Terkuat
Surprise


__ADS_3

Time Skip 2 Tahun Kemudian


Sesuai dengan apa yang telah Jigoro minta, keesokan harinya Harada langsung mencari Zenitsu dan mengangkat pemuda berambut kuning itu menjadi Tsuguko. Zenitsu awalnya sempat shock dan ketakutan dengan Harada yang tiba-tiba muncul di hadapannya, sehingga Harada haruslah membawa Hikari untuk membujuk anak beriris cokelat keemasan itu agar mau berlatih bersamanya. Karena dalam amplop itu, Jigoro juga menuliskan satu catatan lagi yang merinci tentang segala kelemahan dari seorang Agatsuma Zenitsu.


Namun ketika pria berambut hitam tersebut mengatakan jika semua ini adalah permintaan Jigoro, Zenitsu secara sukarela berlatih di bawah pengawasan Harada secara langsung. Bahkan sekalipun keduanya memakai pernapasan yang cukup berbeda jauh, tetapi Harada jauh lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan dasar pemuda berambut kuning itu.


Entah itu untuk memaksimalkan pendengaran, gerak refleks, ketenangan, hingga trik berpedang tanpa mengeluarkan pernapasan secara spesifik. Setidaknya selama 2 tahun ini, karena dendamnya yang mendalam, Zenitsu sudah bisa dikatakan sangatlah kuat untuk seorang calon pemburu iblis.


Bahkan dengan kecepatan, refleks yang meningkat dan kemampuan berpedangnya, Zenitsu sudah bisa mengalahkan Kanao sekalipun harus sedikit babak belur terlebih dahulu karena prinsipnya yang sangat menghormati perempuan. Aksi pemuda berambut kuning itu membuat Shinobu berdecak kagum tempo hari. Pada saat yang sama juga, untuk kali pertamanya Zenitsu sampai bersumpah akan melindungi senyuman penuh kebanggaan milik Harada ketika dirinya selesai latih tanding dengan Kanao.


Setidaknya pertandingan itu terjadi seminggu yang lalu, dan pertandingan itu juga merupakan ujian kelayakan bagi kedua Tsuguko tersebut untuk ikut ujian akhir di Fujikasane. Kini, lebih tepatnya sehari sebelum ujian, Harada yang sengaja mengambil cuti tengah sibuk memasak sarapan. Atau lebih tepatnya, makanan favorit Harada yang juga menjadi favorit Zenitsu, yaitu shabu-shabu yang dilengkapi dengan udon.


"Woah, aniki kau benar-benar luar biasa!"


Harada menengok ke samping kanan dan tersenyum. Tepat di samping kanannya, Zenitsu terlihat sudah rapi dengan memakai kimono putih berbalut haori kuning bermotif segitiga. Pemuda berambut kuning itu terlihat menikmati setiap desisan panci dan aroma yang menguar dari sana. Harada meminta Zenitsu untuk menyiapkan meja dan alat makan.


Pemuda itu menurut dan mempersiapkan semuanya di ruang tengah. Zenitsu juga membuka fusuma lebar-lebar, membiarkan udara segar dan sinar mentari masuk ke dalam rumah. Ketika Harada datang membawa nampan berisi panci shabu-shabu, beberapa mangkuk kecil berisi saus, dua mangkuk kosong beserta dua set sumpit, teko berisi ocha, dan dua buah gelas, Zenitsu langsung mengambil nampan tersebut dan merapikannya di atas meja.


Harada dibuat terkekeh kaku karena suasana hati Zenitsu yang sedang baik. Harada juga turut duduk bersila di hadapan Zenitsu, lalu sedikit memandang ke halaman sambil mengambil udon dan beberapa sayuran serta daging. Udara musim panas sudah mulai terasa, membawa semangat tersendiri untuk pria berambut hitam itu. Kedua lelaki itu kini tengah menikmati menu sarapannya yang bisa digolongkan unik tersebut.

__ADS_1


Sambil berbincang dengan topik yang ringan, Zenitsu akhirnya bertanya mengenai ujian di Fujikasane. Namun jawaban dari Harada sungguh tidak diduga oleh pemuda bersurai kuning tersebut, sehingga membuatnya cukup ketakutan. Namun Harada hanya terkekeh kaku, lalu menepuk-nepuk kedua punda Zenitsu.


Harada mengatakan jika Zenitsu tidak akan mungkin mengecewakannya sambil tersenyum. Sementara itu, Zenitsu hanya bisa balas tersenyum sambil mengangguk pelan. Meski luar biasa gugup, namun 2 tahun berlatih bersama Harada berhasil memunculkan sedikit keberanian dan keseriusannya. Setelah sarapan, kedua lelaki itu menghabiskan waktu untuk bersantai dan jalan-jalan.


Harada mengatakan jika Zenitsu butuh sedikit relaksasi sebelum diharuskan untuk serius selama seminggu penuh. Sebagai catatan, meskipun Harada telah tinggal seatap dengan Zenitsu selama 2 tahun lamanya, namun pria bertubuh tinggi tegap itu sama sekali belum mengungkit apapun tentang Kaigaku. Karena di mata Harada, Zenitsu tidak seharusnya tahu tentang alasan yang sebenarnya di balik seppuku yang Jigoro lakukan.


Time Skip 8 Hari Kemudian


Dengan langkah gontai Zenitsu berjalan melalui kerumunan pasar. Orang-orang yang menyadari keberadaan pemuda berambut kuning itu hanya sedikit berjengit ngeri dan merasa jijik. Tidak hanya luka di kepala, kimono putih berbalut haori kuningnya kini sangat kotor. Wajahnya juga penuh dengan debu. Lalu yang sedikit unik, ada seekor burung pipit yang hinggap di atas Surai kuningnya.


Hal yang paling menguntungkan baginya adalah, tidak ada satupun pemburu iblis yang tinggal berdekatan dengan kediaman Harada. Meskipun harus ditatap aneh oleh warga, namun Zenitsu masih bisa menerima semua itu. Masalah terbesarnya adalah ketika pemburu iblis lain sadar jika dirinya tidaklah mendapatkan seekor kasugai, tetapi malah mendapatkan burung pipit. Karena terus mengeluarkan suara 'chun', Zenitsu akhirnya memberikan nama Chuntaro untuk burung pipitnya tersebut.


Setelah sekian lama berjalan menyusuri kerumunan, Zenitsu membuka sebuah pagar kayu. Manik cokelat keemasannya akhirnya kembali melihat taman rumah ini setelah 8 hari berlalu. Zenitsu berlari ke engawa, lalu merebahkan tubuh lelahnya di sana.


Dari balik fusuma muncul sosok Hikari yang sudah memakai seragam pemburu iblis, lengkap dengan nichirin di pinggangnya yang ramping. Rambut oranye milik gadis itu kini diikat kuda dengan bantuan sebuah pita berwarna putih. Ada sedikit rambut yang dibiarkan tergerai di dekat telinga. Sekalipun seragam pemburu iblisnya sama saja dengan kebanyakan pemburu iblis laki-laki, namun pesona seorang Akechi Hikari tidak akan pernah bisa  dihiraukan oleh Zenitsu.


"Apa kau akan bersiap untuk misi, nee-chan?" tanya Zenitsu. Hikari menoleh ke arah Zenitsu, lalu tersenyum. Antara bahagia dan bangga bercampur menjadi satu.


"Selamat ya, Zenitsu-kun! Nii-chan baru akan pulang besok sepertinya," balas Hikari. Dahi Zenitsu yang tertutup oleh poni berkerut.

__ADS_1


"Nee-chan, memang misi Hashira sangat sering untuk selesai tidak tepat waktu, ya? Lalu apa Hika-nii ada di rumah?"


"Biasanya itu karena mereka harus menyelesaikan suatu masalah dulu, dan Hikaru juga sedang misi. Oh ya aku pergi dulu ya, jaa ne Zenitsu-kun!"


Gadis berambut oranye itu melesat pergi setelah memakai sandal zorinya. Zenitsu hanya bisa melambaikan tangan kanannya perlahan sebelum masuk ke dalam rumah dengan wajah sedikit kecewa. Pemuda berambut kuning itu berpikir jika dirinya akan ditemani oleh ketiga kakak barunya. Namun karena kesibukan mereka, hal-hal yang telah Zenitsu pikirkan kini seketika pupus. Karena makan malamnya di hari spesialnya ini akan dihabiskan seorang diri.


.


Sementara itu, di bawah rimbunnya pepohonan yang tinggi menjulang, terdapat 3 permburu iblis yang sedang berlari secepat yang mereka bisa. Laporan mengenai iblis yang menyerupai kupu-kupu masih bersemayam di dalam pikiran mereka. Menurut laporan, iblis yang dimaksud adalah sesosok lowermoon nomor 4.


Meskipun tingkatannya tergolong rendah untuk mereka yang sudah lama menggeluti misi berbahaya, namun lowermoon tetaplah akan menjadi amat merepotkan untuk siapapun. Bahkan untuk seorang Akechi Harada, Tsumori Yue, dan juga Ichizaki Ryunato, ketiga orang ini lebih khawatir jika iblis ini memakai manusia sebagai perisai dagingnya.


Laporan mengatakan jika iblis kupu-kupu itu mendiami sebuah desa dan melahap banyak sekali pria muda. Sebuah senyuman setipis kertas tercetak di wajah tegang Harada, merasa bernostalgia dengan tingkah iblis tersebut. Sebuah pertanyaan bercokol di dalam pikirannya mengenai iblis ini. Apakah dia adalah bawahan Douma? Dirinya tidak bisa memastikannya.


Namun Harada yakin jika iblis ini berawal dari pendeta menyebalkan itu, karena tingkahnya sama. Namun karena terlalu banyak melamun, pria berambut hitam itu tidak sadar tengah ditarik mundur oleh Yue dan Ryunato secara berbarengan. Tepat di depan matanya, sebuah ledakan yang cukup besar membuat beberapa pohon terpental dan terbakar.


Manik hijau rumputnya mendapati seekor kupu-kupu berwarna hitam hinggap di hidungnya, dan yang dirasakannya saat ini adalah Ryunato yang dengan sengaja sedikit menoyor hidungnya guna mengusir kupu-kupu hitam tadi. Setelah cukup jauh ketiganya langsung bersiaga dengan nichirin yang terhunus. Untuk jaga-jaga, Ryunato sengaja berdiri paling depan karena Harada terlihat sedikit hanyut dalam pikirannya yang liar.


"Ara? Kupikir kalian adalah salah satu keluargaku. Ternyata Yue-chan ya~"

__ADS_1


"Mu-mustahil! Ini mustahil! Kagami-san."


"Uso! Bagaimana bisa ini terjadi?"


__ADS_2