
Ryunato semakin siaga. Di antara sosok wanita berambut hitam di depannya, yang telah menjelma menjadi seorang iblis, terdapat banyak sekali kupu-kupu hitam yang mengelilinginya. Di atas sepasang manik violet itu, yang saat ini warnanya semakin jelas, tercetak kanji yang menandakan jika sosok ini adalah lowermoon keempat. Wanita ini dikerubuti oleh banyak sekali kupu-kupu hitam, yang menurut ketiganya adalah senjatanya selain nichirin yang tersampir di pinggang setelah menjadi iblis.
Ryunato mencebik kesal. Jika dua orang di belakangnya ini merasa tidak tega, maka saat ini adalah gilirannya untuk maju. Pemuda berambut cokelat muda itu melesat untuk menyerang Kagami.
Suara dua nichirin yang saling beradu berdentang dengan keras, mengisi kekosongan yang sejak tadi mencekik ketiga pemburu iblis itu. Manik cokelat muda Ryunato sedikit membelalak ketika instingnya mengatakan jika iblis di depannya ini akan menyerang.
"Hana no Kokyu, Shi no Kata:Beni Hanagoromo."
Meski sedikit tergores dan butuh usaha lebih, Ryunato berhasil memantulkan serangan Kagami. Wanita berambut hitam itu, yang kini memakai kimono hitam bermotif mawar merah selutut itu melompat mundur. Kekuatannya sebagai Hashira kini berlipat ganda, sehingga insting iblisnya kini merasa melawan bocah ingusan di hadapannya ini bukanlah hal yang sulit.
Tetapi ketika manik violetnya mendapati Yue dan Harada maju bersamaan, tanpa sadar kedua matanya membelalak. Harada tampak berterima kasih karena Ryunato sudah mau menahan iblis bulan bawah ini. Dengan percaya diri Harada meminta agar Ryunato segera mengecek desa yang hendak dituju. Ryunato mengangguk dan segera melesat pergi. Meninggalkan Yue, Harada dan Kagami di tengah hutan yang lebat ini.
"Maaf membuatmu menunggu, Kagami-san. Namun kau akan segera bebas," ucap Harada. Yue mengangguk.
"Kanae-sama pasti mencari-cari Anda, Kagami-sama," timpal Yue.
Kagami menyeringai, dan hal ini membuat mereka berdua semakin yakin untuk membunuhnya. Karena jauh dalam ceruk ingatannya, mustahil seorang Kagami Kocho menyeringai sebelum bertarung. Kagami Kocho yang mereka kenal adalah racun manis yang membunuh dalam diam, bukan seseorang yang akan menyeringai sebelum memulai pertarungan.
"Kekkijutsu:Yudokuna Kottaiki."
"Jigoku no Kokyu, San no Kata:Hiryu!"
Hembusan angin dingin yang disertai dengan banyak serbuk ungu langsung melebur setelah terkena naga api berwarna hitam yang muncul dari nichirin Harada. Pria berambut hitam itu melesat sambil memutar tubuhnya mengikuti gerakan naga yang meliuk-liuk, sebelum dua nichirin kembali berdentang dengan sangat nyaring.
Dari kejauhan, yang bisa ditangkap oleh manik marun Yue hanyalah kilatan berwarna keunguan dan biru tua. Karena bagaimanapun ceritanya, pertarungan antara mereka berdua adalah pertarungan sesama Hashira, sekalipun salah satunya telah berubah menjadi iblis bulan bawah.
__ADS_1
"Inikah kemampuan para Hashira? Aku bahkan tidak bisa mengikuti gerakan mereka," gumam Yue dengan suara pelan.
Kagami kembali menyeringai. Wanita berambut hitam itu kini memutuskan untuk saling beradu nichirin tanpa pernapasan dengan pria beriris hijau rumput di depannya. Harada membelalak kaget, merasa jika gaya bertarung Kagami mengalami perubahan teknik.
Serangan wanita berambut hitam di depannya ini cenderung lebih berantakan, namun juga lebih mematikan. Karena Kagami mengincar banyak sekali organ vital dan otot-otot penting. Harada melompat mundur untuk mengambil sedikit napas, lalu bertumpu pada dahan pohon lalu melesat ke arah Kagami untuk mengakhiri pertarungan ini.
Nichirin hitam Harada kini telah berselimutkan api hitam. Pria bertubuh tinggi tegap itu berniat untuk memenggal kepala Kagami. Namun wanita bermanik violet itu melindungi lehernya dengan nichirin, sehingga dentang nichirin kembali menggelegar di hutan ini. Bermodal nichirin, Kagami melempar Harada ke atas sekuat tenaga, membuat pria berambut hitam itu terbang tinggi hingga ketinggian 4 meter. Namun tentunya, Harada masih belum kehabisan akal untuk menangani ini.
"Arashi no Kokyu, Nii no Kata: Itetsuku Kaze!"
Harada melakukan teknik ini dua kali, yaitu secara vertikal dan diagonal, guna mengurangi benturan saat mendarat serta untuk menyerang Kagami. Namun serangan macam apapun yang dilayangkan, Kagami masih bisa beregenerasi dengan sangat cepat. Menyisakan kimono selutut yang kini mulai terlihat compang-camping. Harada mendarat di dekat Yue, berniat untuk mengambil napas sejenak. Tetapi keduanya kini dikejutkan dengan pandangan mereka yang berputar-putar dan perut yang bergejolak. Bahkan Yue sampai muntah-muntah.
"Ara? Kalian mulai merasakannya ya~ tolong maafkan aku, namun kalian akan segera mati di sini," tutur Kagami. Kini giliran Harada yang menyeringai.
Pria beriris hijau rumput itu kembali melesat dan menyerang Kagami. Dengan bantuan kupu-kupu hitam yang mengerubunginya, Kagami menciptakan beberapa ledakan kecil pada tubuh Harada.
Namun pria berambut hitam itu memutar seluruh tubuhnya dengan cepat, bersamaan dengan sebuah tornado seukuran manusia yang menghampiri Kagami. Wanita itu menghindar dengan mulus. Harada kembali melesat ke arah Kagami, dan kini benar-benar mengincar kepala mantan Hashira Bunga itu dengan melakukan sebuah putaran selagi dirinya berada di udara.
"Jigoku no Kokyu, Go no Kata: Kugyo no Hidane!"
Bersamaan dengan pusaran api hitam yang dia buat, Harada tanpa ragu langsung memenggal kepala wanita berambut hitam itu. Tubuh mantan Hashira Bunga tersebut langsung ambruk ketika kepalanya menggelinding di tanah. Kedua manik sewarna rumput musim seminya membelalak ketika sadar ada bau hangus yang keluar dari tubuh Kagami.
Tanpa peduli dengan rasa pusing dan sakit perutnya, Harada menggendong Yue di bahunya lalu berlari menjauhi pertarungan. Hanya berjarak satu menit, ketika keduanya telah mencapai jarak 200 meter, sebuah ledakan besar mengarah pada kedua pemburu iblis tersebut.
Harada kini menggendong Yue di dadanya, seperti sepasang pengantin. Ledakan itu kian mengejar mereka, dan anginnya juga terasa sangat kencang. Angin bersuhu tinggi yang diciptakan dari ledakan itu mementalkan Harada sejauh 300 meter.
__ADS_1
Ketika sadar keduanya akan menabrak sebuah pohon besar yang kokoh, Harada memposisikan Yue di depannya, melindungi wanita bermanik marun itu dari benturan pohon yang keras. Bahkan karena sudah sangat lelah, Harada langsung terkapar dengan muntahan bercampur darah yang keluar secara perlahan dari mulut.
Yue yang menyadari itu segera bangun dan menyuntikkan penawar racun terkuat yang dibawanya. Wanita berambut hitam itu mendudukkan Harada di bawah pohon terdekat, lalu mencoba untuk memberikan pertolongan pertama pada lengan kiri dan betis kanan Harada yang terluka akibat nichirin milik Kagami.
Tapi sebelum Yue selesai menghentikan pendarahan, pria yang tingginya nyaris 2 meter itu kembali muntah darah selama tiga menit. Harada kembali bersandar ke dahan pohon, dan menggunakan pernapasannya guna menghentikan racun dan pendarahan yang dialaminya.
Setidaknya untuk beberapa saat, Harada bisa sedikit beristirahat dengan tenang sebelum Ryunato datang menghampiri keduanya bersama Hideki. Wilayah patroli pria berambut putih itu memang cukup dekat dengan Harada, sehingga tidak jarang kedua pria itu sering berpapasan ketika melakukan misi.
"Oi, kau ini langganan Kediaman Kupu-kupu huh," sindir Hideki. Harada tersenyum tipis.
"Urusai. Matanya menunjukkan dia Kagen, namun levelnya bukanlah Kagen Kizuki," gumam Harada pelan.
Hideki tergelak. Pria berambut putih itu sedikit bingung dengan ucapan Harada. Namun sambil mengobati serta membersihkan wajah Harada, Yue menjelaskan jika iblis yang mereka lawan adalah Kagami Kocho. Hideki tertohok dan tidak tahu harus berkomentar seperti apa. Karena hanya pria berambut putih itu yang tahu kekuatan Kagami dengan baik. Hideki lalu mencebik kesal, dan duduk bersila sejauh 3 meter dari Harada.
"Kalian bilang dia adalah Kagen Kizuki no Shi," ujar Hideki. Yue yang baru selesai mengobati Harada mengangguk pelan.
"Itu benar, Hideki-kun. Aku hanya paham kemampuannya sebagai penyembuh, jadi-" penuturan Yue menggantung. Namun Hideki merasa jika Yue satu frekuensi dengannya.
"Muzan sangat menghinakannya, iya kan?"
"Begitulah. Dengan kemampuan sebesar itu, seharusnya Kagami-sama bisa menggeser posisi salah satu Jogen Kizuki."
Hideki menghela napas dengan kasar. Pria berambut putih itu sungguh tidak habis pikir dengan kepribadian Muzan yang sangat buruk. Sepasang manik biru mudanya menatap Harada yang kini tertidur pulas sambil bersandar ke pohon. Lagi-lagi pikirannya bergejolak penuh semangat yang bercampur dengan dendam.
Hideki merasa belum cukup kuat sekarang. Bahkan level kekuatan terdekatnya saat ini adalah Tokito Muichiro, sang bocah jenius yang menurutnya sedikit aneh karena sering sekali bermonolog tidak jelas. Hideki jelas belum puas dengan kemampuannya. Jika pihak musuh sekuat ini, maka setidaknya, dirinya haruslah setara dengan Shinazugawa Sanemi. Atau syukur-syukur kemampuannya akan mengekori Himejima Gyomei, sehingga grup Hashira terkuat akan semakin solid.
__ADS_1