
"Oke kalau gitu kamu tunggu disitu jangan kemana mana".Kata Mamah Salsa/Mikayla.
"Iya hiks hiks hiks".Kata Salsa sambil menangis dan mematikan sambungan teleponnya.
"Hiks hiks hiks".Tangis Salsa.
Tak berselang lama Mamah dan Papah Salsa datang.
"Sayang kamu nggak papa?".Tanya Mamah Mikayla sambil memeluk Salsa.
"Hiks hiks abang mah".Kata Salsa sambil menangis.
"Sekarang abang ada dimana?".Tanya Mamah Mikayla.
"Disana".Jawab Salsa.
"Kalau gitu ayo naik mobil".Kata Papah Rendy.Mereka pun naik mobil dan menuju tempat dimana tadi Dillan berada.
"Mana abang kamu Sa?".Tanya Mamah Mikayla saat turun dari mobil tapo tidak ada siapa siapa.
"Tadi abang disini mah,dikeroyok orang".Jeals Salsa.
"Tapi mana sekarang nggak ada,kamu jangan bohong deh Sa sama mamah".Kata Mamah Mikayla,karena menurutnya Salsa bercanda.
"Salsa nggak bercanda mah,Salsa liat sendiri Bang Dillan dipukulin orang".Jelas Salsa lagi.
"Tapi mana sekarang hah mana?".Tanya Mamah Mikayla emosi sambil menguncang guncang badan Salsa.
"Salsa juga nggak tahu mah hiks hiks".Kata Salsa.
"Udah mah,kita cari Dillan dan hubungin polisi".Kata Papah Rendy menyadarkan Mamah Mikayla.
"Hiks hiks Dillan kamu dimana sayang".Kata Mamah Mikayla menangis dan langsung pingsan.
"Mah mamah bangun mah".Kata Papah Rendy,Papah Rendy pun mengendong Mamah Mikayla menuju rumah sakit.
"Sayang ayo naik kita kerumah sakit dulu".Kata Papah Rendy,dan hanya diangguki oleh Salsa.
Mereka pun menuju rumah sakit.
Satu minggu kemudian.
"Gimana pah Dillan udah ketemu belum?".Tanya Mamah Mikayla,dan hanya dapat gelengan kepala dari Papah Rendy.
"Hiks hiks Dillan kamu dimana?".Tanya Mamah Mikayla.
"Udah dong mah jangan begini terus".Kata Papah Rendy karena setiap hari istrinya ini selalu menangis.Bukannya Papah Rendy nggak sedih kehilangan anaknya tapi dia harus tetap kuat dihadapan istri dan anaknya.
"Papah abang udah ketemu belum?".Tanya Salsa yang baru pulang sekolah.
"Yang sabar yah nak,abang kamu belum ketemu".Jawab Papah Rendy sendu.
"Huaaaa abang dimana bang".Tangis Salsa pecah lagi.
"Jangan nangis dong,mending kamu berdoa semoga abang kamu cepat ketemu".Kata Papah Rendy.
"Ini semua salah Salsa coba Salsa nggak tinggalin bang Dillan pasti nggak bakal kayak gini".Kata Salsa menyalahkan dirinya.
"Nggak nak ini bukan salah kamu".Kata Papah Rendy.
"Hiks hiks ini salah Salsa pah".Kekeh Salsa.
"Bukan sayang ini bukan salah kamu".Kata Mamah Mikayla sambil memeluk anaknya.
"Udah yah sana masuk kamar gih".Kata Mamah Mikayla dan Salsa pun hanya mengangguk.
Dan sejak kejadian itu Salsa menjadi berubah dia menjadi nakal dan tomboy.Dan sejak kejadian itu pula Salsa bertekad akan mencari abangnya sampai ketemu.
__ADS_1
Flashback off
"Woy masuk cepatan mulai kerja".Kata Jefry yang memanggil Salsa dari tadi tapi tidak bergeming.
"Eh iya sabar napa".Kata Salsa sambil menghapus air matanya.
Salsa pun masuk keruangan Jefry.
"Kerjaan loh cuman bantu bantu gue dan Dillan".Kata Jefry datar.
"Iya".Kata Salsa jutek.
"Ruangan loh satu ruangan sama gue".Kata Jefry.
"Hah emang kantor segini gede nggak ada ruangan lagi?".Tanya Salsa.
"Nggak ada".Jawab Jefry datar.
"Huh".Kata Salsa.
"Mana tugas gue?".Tanya Salsa sambil duduk tanpa disuruh.
"Tuh".Tunjuk Jefry kearah sampingnya.
"Hah buset dah banyak amat".Kata Salsa kaget.
"Cepetan kerjain".Kata Jefry.
"Gimana caranya?,gue kan bukan jurusan kantor kantor gitu".Kata Salsa.
"Ck bodoh banget sih loh,tinggal masuk masukin daftar dokumennya ke laptop".Jelas Jefry.
"Oh gampang kalau gitu mah".Kata Salsa sambil mengambil dokumen dokumen itu.
"Ini gue yang mau ngejain dia kenapa gue yang malah dikerjain yah".Batin Salsa.
.
.
.
Tak terasa hari pun mulai sore tapi Salsa belum selesai dengan tuganya.
"Hmm,capek banget,ini kapan selesainya sih banyak banget".Kata Salsa sambil merengangkan otot ototnya.
"Cepetan kalau belum selesai juga saya tambahin tugasnya".Kata Jefry.
"Tambahin tambahin mata loh peang ini juga belum selesai".Gumam Salsa sambil mengerutu dan masih bisa didengar Jefry.
"Jangan banyak protes".Kata Jefry yang sama masih sibuk dengan pekerjaannya.
Tok tok
"Masuk".Kata Jefry.
Masuklah Dillan.
"Ayo pulang bro udah jam pulang nih".Kata Dillan,memang Dillan dan Jefry itu dekat dan diluar jam kantor mereka tidak bicara dengan formal.
Sedangkan Salsa hanya menengok kearah Dillan tapi tidak menyapa karena mau apa nyapa tapi orang itu tidak kenal menurut Salsa.Tapi Salsa akan cari tahu asal usul Dillan karena dia yakin bahwa asistennya Jefry itu adalah Dillan Rang abangnya.
"Bentar lagi".Kata Jefry.
"Oh kalau gitu gue duduk aja dulu ah".Kata Dillan duduk tepat disamping Salsa.
Sedangkan Salsa cuek bebek.
__ADS_1
"Loh tadi heboh amat kalau gue itu abang loh,sekarang loh diam aja".Kata Dillan.
"Mungkin benar gue salah orang,nggak mungkin abang gue sifatnya kayak loh".Kata Salsa datar.
"Maksud loh apa nih?".Tanya Dillan.
"Pikir aja sendiri".Jawab Salsa sambil berdiri dari duduknya.
"Kalau gitu gue pulang dulu,udah selesai ini pekerjaan gue".Kata Salsa pamit sambil berjalan keluar dari ruangan Jefry.
"Emang gue mirip yah sama dia?".Tanya Dillan,Jefry hanya mengangkat bahunya.
"Ayo pulang".Kata Jefry,memang Jefry dan Dillan itu tinggal bersama.
"Loh duluan aja deh gue mau ketemu cewek gue dulu".Kata Dillan.
"Ya udah gue duluan".Kata Jefry sambil berjalan keluar dari ruangannya.
Tak lama Jefry pamit Dillan pun keluar dari ruangan Jefry.
.
.
.
Dan saat ini Dillan sudah ada dirumah sakit dan menuju dokter kenalannya.
"Nih loh tolong tes DNA rambut ini sama rambut gue".Kata Dillan kedokter itu.
"Emang ini rambut siapa?".Tanya dokter itu yang bernama Arya.
"Udah tes aja jangan banyak tanya".Kata Dillan.
"Huh oke lah,kalau gitu tunggu aja 2 minggu lagi".Kata Arya.
"Ok kalau gitu gue tunggu hasilnya".Kata Dillan.
"Kalau gitu gue pamit dulu".Kata Dillan sambil berjalan menuju mobilnya.Dan tiba tiba kepalanya sakit.
"Aaaaah".Kata Dillan sambil memegang kepalanya.
"Loh kenapa Lan?".Tanya Arya.
"Kepala gue kambuh lagi".Jawab Dillan.
"Kalau gitu duduk dulu".Kata Arya sambil membawa Dillan untuk duduk.
"Nih minum".Kata Arya sambil memberikan minum ke Dillan yang dia ambil dari ruangannya.
"Makasih".Kata Dillan.
"Loh udah inget apa gitu?".Tanya Arya.Memang Dillan itu mengalami amnesia.
"Gue inget tapi cuman sekilas kilas".Jawab Dillan.
"Semoga loh cepat inget semuanya".Kata Arya berharap.
"Iya,kalau gitu gue pamit dulu yah".Kata Dillan dan Arya hanya mengangguk.
Dillan pun sudah mengendarai mobilnya untuk pulang.
'Kalau loh benar adik gue,maaf gue masih belum inget siapa keluarga gue'.Batin Dillan.
...Tidak ada orang suci tanpa masa lalu,tidak ada orang berdosa tanpa masa depan....
...- AUGUSTINE -...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE YAH GUYS👍💬😘