KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA

KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA
SALSA MENINGGAL?


__ADS_3

Sebulan kemudian


"Aah capeknya".Kata Boy karena dia baru pulang kuliah. Boy, Lia, Panji dan Elsa pulang lebih awal karena dosennya tidak ada.


"Gimana kabar Salsa yah?".Lanjut Boy lagi bertanya, karena dia merindukan Salsa, tapi pas ada Salsa, Boy malah berantem sama Salsa.


"Baik baik aja lah pasti".Jawab Lia santai tidak mau sedih sedih lagi.


"Eh kita jemput Raka dan Ica yuk, udah lama gue nggak jemput mereka".Lajut Lia mengalihkan pembicaraan. Lia memang jarang menjemput Raka dan Raisa, Raka dan Raisa memang sudah ada yang jemput yaitu supir dan baby sister untuk Raisa karena Raisa masih kecil jadi lebih banyak memerlukan bantuan.


"Emang mereka pulang jam berapa?".Tanya Panji yang sedang meminum air soda.


"Kalau Ica sih pulang jam 10.00, kalau Raka pulangnya jam 12.00".Jawab Lia.


"Kalau gitu ayo sekarang aja jemputnya".Kata Boy yang sudah beranjak dari duduknya.


"Ayo".Kata Lia yang juga sudah beranjak dari duduknya.


"Kalian jemputnya berdua aja, kebanyakan kalau ikut semua".Kata Panji.


"Ya udah kalau gitu, kalian berdua jangan kemana mana".Kata Lia kepada Panji dan Elsa. Lia dan Boy pun berjalan keluar menuju mobil Boy untuk menjemput Raka dan Raisa.


Ditempat lain


"Si Salsa kemana kok udah sebulan nggak ada kekantor".Kata Jefry kepada Dilla yang sedang duduk di sopa dekatnya.


"Mana gue tahu, emang gue bapaknya".Kata Dillan acuh tak acuh.


"Coba cari tahu ke anak buah atau temannya gitu".Kata Jefry lagi.


"Biarin aja sih, ngapain loh urusin dia".Kata Dillan tidak suka.


"Loh kenapa jadi sewot?".Tanya Jefry karena Dillan jadi sewot saat membicarakan Salsa.


"Udah ah gue mau kerja lagi".Kata Dillan sambil berjalan kekeluar ruangan Jefry dan tidak menjawab pertanyaan Jefry. Sedangkan Jefry menghubungi anak buahnya.


"Loh cari tahu Salsa kemana".Kata Jefry, setelah bicara seperti itu Jefry langsung mematikan sambungan telponnya sepihak.


Sedangkan di ruangan Dillan, saat ini Dillan sedang menghubungi seseorang untuk tidak memberi tahu Salsa dimana.


"Halo kalau ada yang cari tahu tentang Salsa bilang aja meninggal".Kata Dillan kepada seseorang.

__ADS_1


"Loh do'ain Salsa meninggal?, kurang aja banget loh".Kata Lia yang tidak terima dengan ucapan Dillan. Ya yang ditelpon Dillan adalah Lia.


"Ck bukan gitu, ini demi keselamatan kalian dan Salsa".Kata Dillan lagi meluruskan ucapannya.


"Lah emang hidup gue sama Salsa terancam?, perasaan gue nggak punya musuh deh".Kata Lia yang masih belum mengerti.


"Ah pokoknya kalau ada yang cari tahu Salsa, bilang aja kalau Salsa udah meninggal kemarin gitu aja".Kata Dillan sambil mematikan sambungan telponnya.


Sedangkan ditempat Lia


"Halo, halo, wah kurang aja nih orang main matiin aja telponnya".Kata Lia kesal karena sambungannya siputus begitu saja.


"Emang siapa yang nelpon?".Tanya Boy yang sedang menyetir untuk menjemput Raka dan Raisa.


"Dillan".Jawab Lia singkat.


"Emang dia ngomong apa?".Tanya Boy yang mulai kepo.


"Katanya gue suruh bilang kalau ada yang nyariin Salsa, bioangnya Salsa udah meninggal".Jawab Lia sambil melirik Boy.


"Hah, suruh bilang meninggal?, kenapa?".Tanya Boy lagi.


"Dia bilang buat keselamatan kita sama Salsa".Jawab Lia lagi, sambil membuka seatbelt karena mobil Boy sudah sampai disekolahan Raka dan Raisa, sekolahan Raka dan Raisa memang sama cuman yang beda kalau Raka SD kelas tiga kalau Raisa TK.


"Kak Lia".Teriak Raisa langsung berlari menuju Lia, dan saat sudah sampai dihadapan Lia, Raisa langsung memeluk Lia.


"Kak kesini jemput Ica?".Tanya Raisa sambil melepas pelukannya dari Lia.


"Iya dong cantik".Jawab Lia sambil mengelus lembut kepala Raisa.


"Sama siapa?".Tanya Raisa lagi. Bukannya Lia yang menjawab melainkan Boy.


"Sama kak Boy yang ganteng se antero jagat raya".Jawab Boy sambil menghampiri Lia, Raisa dan baby sister.


"Yang lebih ganteng itu kak Panji bukan kak Boy".Kata Raisa tidak terima karena menurut Raisa, Panji lah yang paling ganteng.


"Ck nih bocah, puji gue ke sekali kali".Kata Boy sebal karena dirinya selalu dibanding bandingkan sama Panji oleh Raisa.


"Udah ah jangan pada berantem, mending kita beli es krim sambil nunggu kak Raka pulang".Kata Lia mengajak mereka semua untuk makan es krim, karena Raka pulangnya masih sekitar dua jaman lagi.


"Ayo".Semangat Raisa. Mereka pun ke toko es krim yang dekat dengan sekolah tersebut.

__ADS_1


"Ica mau es krim rasa apa?".Tanya Lia yang sudah berada di toko es krim.


"Es krim rasa coklat dan sotoberi".Jawab Raisa.


"Stoberi Ica bukan sotoberi".Kata Boy melarat ucapan Raisa karena Raisa pasti selalu bicara salah.


"Ah iya itu".Kata Raisa sambil melihat lihat es krim yang ada diwadahnya dengan berbagai macam rasa.


"Nih".Kata Lia sambil menyerahkan satu cup es krim rasa coklat dan stoberi. Raisa pun langsung menerimanya dengan senang hati.


"Aduh keluarga yang harmonis banget sih".Kata orang orang saat melihat Lia, Boy dan Raisa, memang mereka cuman bertiga, sedangkan suster pergi ke mini market untuk membeli popok dan susu buat Raisa.


"Iya benar yang satu cantik yang satu ganteng dan anaknya ya ampun lucu banget".Kata teman orang tadi.


"Makasih mbak mbak semuanya".Kata Boy sambil merangkul pinggang Lia, sedangkan Lia kaget karena dirinya dirangkul oleh Boy tiba tiba.


"Apaan sih loh rangkul rangkul gue, dan lagi gue bukan bini loh".Bisik Lia karena dirinya risih dengan rangkulan. Sedangkan Raisa mah asik dengan es krimnya tanpa memperdulikan orang disekitarnya.


"Udah diam aja".Kata Boy sambil tersenyum manis ke Lia, sedangkan Lia yang menerima senyuman itu merasa mual, bukannya baper.


"Ini mbak es krimnya".Kata penjual es krim itu menyerahkan es krim pesenan Lia satu lagi. Lia pun langsung menerima es krim itu dan langsung berjalan keluar dengan Raisa, sedangkan Boy ditinggalkan begitu saja.


"Woy tungguin gue".Kata Boy langsung menyusul Lia dan Raisa.


"Es krim buat gue mana?".Tanya Boy saat melihat Lia dan Raisa makan es krim sambil duduk dikursi yang berada didepan toko es krim tersebut.


"Beli aja sendiri, dekat ini".Jawab Lia santai sambil terus menyuapkan es krim ke mulutnya.


"Ah males ah".Kata Boy sambil duduk dikursi dekat Raisa.


"Kak Boy boleh minta es krimnya nggak Ca?".Tanya Boy kepada Raisa.


"No..no..no..".Jawab Raisa yang mulutnya sudah belepotan. Dan Boy pun hanya melihat Lia dan Raisa yang sedang memakan es krim. Kadang kadang mereka bertiga pun bercanda.


"Kalian bertiga ngapain disini?".Tanya seseorang.


Siapakah orang itu?


Tetap semangat walaupun di tengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗jangan lupa selalu pakai masker dan membawa hand sanitizer kemana pun dan dimana pun kalian berada, agar terhindar dari mbak dan mas Covid😷🦠SALAM SEHAT SEMUA NYA👋


...Berusahalah selalu untuk unggul dalam kebajikan dan kebenaran....

__ADS_1


...- Nabi Muhammad SAW -...


JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐


__ADS_2