
Kebahagiaan ada di dalam. Ini tidak ada hubungannya dengan seberapa banyak tepuk tangan yang kamu dapatkan atau berapa banyak orang yang memujimu. Kebahagiaan datang ketika kamu yakin bahwa kamu telah melakukan sesuatu yang benar-benar berarti.
...- Martin Yan -...
"Piraku ari mas Dillan heunteu inget ka abdi, abdi teh nu sok di jahilan ku mas Dillan keur leutik".Kata Satpam tersebut mengingatkan Dillan. (Terjemahan: Masa mas Dillan nggak ingat sama saya, saya orang yang selalu dijahilin sama mas Dillan waktu kecil).
"Bapak ngomong apa yah?, oh iya saya mau ketemu sama Pak Rendy dan Ibu Mikayla ada?".Tanya Dillan mengalihkan pembicaraan karena dia tidak mengerti omongan Satpam tersebut.
"Euleuh euleuh abdi teh ngomong sunda mas, piraku teu nyaho abdi ngomong sunda, ari baheula mas Dillan bisa ngomong bahasa sunda".Kata Satpam itu yang bernama Udin. Sedangkan Dillan mengerenyitkan dahinya karena masih tidak mengerti omongan mang Udin. (Terjemahan: Saya ngomong Sunda mas, masa nggak tahu saya ngomong Sunda, kan dulu mas Dillan bisa ngomong bahasa Sunda).
"Pak bisa ngomong bahasa Indonesia, saya nggak ngerti bapak ngomong apa".Kata Dillan sambil mengaruk teguknya.
"Alah bapak ge ngomong bahasa Indonesia teu bisa, tapi bapak ngarti mas Dillan ngomong naon".Kata Mang Udin yang mengerti omongan Dillan tapi dia tidak bisa bahasa Indonesia. Sedangkan Dillan semakin bingung dengan omongan mang Udin. (Terjemahan: Bapak juga ngomong bahasa Indonesia nggak bisa, tapi bapak mengerti mas Dillan ngomong apa).
"Aya naon nya mang Udin?".Tanya seseorang yang baru sampai. (Terjemahan: Ada apa yah mang udin?).
"Eh si Ibu, ieu Bu aya mas Dillan".Jawab Mang Udin. Ya yang nanya adalah mamah Mikayla Ibu dari Salsa. Dan saat mendengar nama Dillan, mamah Mikayla langsung menoleh ke arah Dillan karena dia tadi sedang memainkan HPnya, saat melihat muka Dillan, mamah Mikayla langsung kaget dan HPnya pun jatuh ke bawah. (Terjemahan: Eh Ibu, ini bu ada mas Dillan).
"Dillan, kamu kemana aja?, mamah kirain kamu udah nggak ada".Kata mamah Mikayla yang menangis dan langsung memeluk Dillan.
"Ini beneran kamu kan?".Tanya mamah Mikayla masih tidak percaya.
"Ah maaf ibu apa benar ibu ini ibunya Salsa?".Tanya Dillan memastikan.
"Kamu nggak inget sama mamah?".Tanya Mamah Mikayla sambil melepaskan pelukannya.
"Maaf, tapi saya hilang ingatan, jadi saya tidak ingat sama siapa siapa".Kata Dillan bicara hati hati karena takut melukai perasaan wanita yang ada didepannya.
'Deg...hilang ingatan'.Batin mamah Mikayla tidak percaya.
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu ingat Salsa?".Tanya mamah Mikayla penasaran sekali gus tidak percaya. Tapi sebelum Dillan menjawab pertanyaan mamah Mikayla tiba tiba anak yang menghampiri mereka berdua.
"Kenepa gerbangnya nggak dibuka buka mah?".Tanya seseorang itu sambil menatap istrinya dan saat melihat ke arah sebelah kiri alangkah kagetnya orang itu.
"Dillan".Kata Papah Rendy sambil memeluk Dillan tapi tidak direspon oleh Dillan. Ya orang yang bertanya tadi adalah papah Rendy.
"Kita bicara didalam saja".Kata mamah Mikayla karena tidak enak bicara diluar. Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah itu.
"Jadi kenapa kamu ingat sama Salsa dan kepada kami tidak?".Tanya mamah Mikayla saat sudah berada diruang tamu.
"Maksud mamah apa?".Tanya Papah Rendy tidak mengerti dengan ucapan istrinya.
"Dillan hilang ingatan pah".Jawab mamah Mikayla sambil menatap suaminya.
"Apa hilang ingatan?".Tanya Papah Rendy tidak percaya, dan di angguki oleh mamah Mikayla.
"Udah jangan banyak tanya".Kata mamah Mikayla kesal karena suaminya banya tanya.
"Jadi gini....".Kata Dillan menceritakan kenapa dirinya bisa mengetahui atau mengenal Salsa.
"Jadi gitu ceritanya".Kata mamah Mikayla mengerti kenapa Dillan bisa kenal Salsa.
"Iya, saya boleh tahu cerita saya kenapa bisa hilang?".Tanya Dillan penasaran kenapa dirinya bisa hilang, walaupun dia sudah mendengar cerita dari Jefry, tapi takutnya Jefry berbohong.
"Jadi waktu itu kamu....".Mamah Mikayla pun menceritakan kenapa Dillan bisa hilang waktu itu.
"Jadi saya hilang karena di rampok?".Tanya Dillan tidak percaya karena menurut cerita Jefry, dirinya hilang ingatan karena dikeroyok orang, dan Jefry yang menyelamatkannya.
"Iya benar".Jawab mamah Mikayla.
__ADS_1
'Jadi yang ngerampok gue itu Jefry'.Batin Dillan tidak percaya karena selama ini Jefry sangat baik kepadanya. Menurut Dillan yang merampok dirinya adalah Jefry.
"Kamu kenapa ngelamun?".Tanya mamah Mikayla yang melihat Dillan melamun.
"Ah nggak papa kok tan".Jawab Dillan tersadar dari lamunannya.
"Jangan panggil tante dong kan saya ibu kandung kamu, panggil saya mamah".Kata mamah Mikayla tidak suka Dillan memanggilnya tante.
"Baik tan eh mah".Kata Dillan sambil mengaruk teguknya karena merasa aneh dirinya memanggil seseorang dengan sebutan mamah.
"Boleh saya minta satu permintaan?".Tanya Dillan hati hati.
"Yah boleh dong sayang".Jawab mamah Mikayla sambil memeluk Dillan, karena dia sangat sangat kangen dengan Dillan.
"Kalau boleh jangan beri tahu dulu kalau saya abangnya Salsa".Kata Dillan tidak mau Salsa mengetahui dirinya adalah abangnya. Sebenarnya Dillan ingin memberitahu Salsa saat sudah bertemu orang tuanya tapi Dillan berubah pikiran karena dia akan me rencanakan sesuatu.
"Kenapa?".Tanya mamah Mikayla sambil melepas pelukan dirinya dari Dillan.
"Karena Dillan nggak mau Salsa kenapa napa karena Dillan".Ja wab Dillan.
"Kamu dari dulu emang selalu peduli sama Salsa".Kata mamah Mikayla terharu karena walaupun Dillan hilang ingatan tapi sifat Dillan masih sama seperti dulu.
"Dan Dillan juga mau memberi tahu sesuatu".Kata Dillan sambil menatap serius kenapa mamah dan papahnya.
"Beri tahu apa sayang?".Tanya mamah Mikayla sambil mengelus kepala Dillan dengan lembut.
Hmm...Dillan akan memberi tahu apakah kepada ke dua orang tuanya?ikutin terus ke lanjutannya🥳tetap semangat walaupun di tengah pandemi ini, dan se moga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗jangan lupa pakai selalu masker dan membawa hand sanitizer kemana pun dan dimana pun kalian berada, agar terhindar dari mbak dan mas Covid😷🦠SALAM SEHAT SEMUA NYA👋
...Orang yang sabar bukan berarti dia yang tidak akan pernah marah. Namun mereka hanya sebagian orang yang masih bisa tetap diam saat melihat masalah. Sebab adakalanya sebuah keputusan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tetapi dari situlah kita belajar untuk ikhlas dan sabar ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐