KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA

KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA
TADI BOSNYA SEKARANG SERKERTARISNYA NANTI KARYAWANNYA LAGI


__ADS_3

"Ini bos".Kata anak buah Salsa itu sambil memberikan kotak besar kepada Salsa.


"Buka".Perintah Salsa.Anak buah Salsa pun langsung membuka kotak tersebut.


"Bagus,yang kali ini benar".Kata Salsa.


"Kalau gitu kalian simpan digudang,kalau soal ngejual itu urusan gue".Kata Salsa lagi.


"Baik Bos".Kata Mereka.


Tak berselang lama Galang datang.


"Ada apa bos panggil saya?".Tanya Galang basa basi sebenarnya dia tahu kenapa Salsa memanggilnya.


"Loh selidiki siapa yang bawa minuman minuman laknat itu".Kata Salsa.


"Baik bos".Kata Galang langsung menuju ruangan CCTV.


"Kalau gitu gue mau kerumah sakit dulu mau jenguk Panji".Kata Salsa bangkit dari duduknya.


"Dan bilangin sama Galang nanti kalau sudah ketemu pelakunya hubungin gue".Kata Salsa sambil berjalan keluar.


"Baik Bos".Kata Mereka tanpa banyak bicara.


Ditempat lain


"Si Salsa dimana yah kok dirumah sakit nggak ada".Kata Lia,karena saat Lia tiba dirumah sakit Lia tidak melihat Salsa.


"Mana gue tahu".Kata Boy sambil mengangkat bahunya.


"Apa Salsa di markas yah?".Tanya Lia.


"Mungkin".Jawab Boy.


"Kalau gitu kita ke markas sekarang,kita pamitan dulu sama ortu Panji".Kata Lia sambil masuk keruangan Panji dan disusul oleh Boy.


"Permisi om tante".Kata Lia.


"Iya kenapa Ya?".Tanya Papah Panji.


"Saya mau pamit pulang om".Jawab Lia sambil mencium ounggung tangan ortu Panji.


"Oh kalau gitu hati hati yah kalian".Kata Papah Panji,Lia dan Boy hanya mengangguk sambil keluar dari ruangan Panji.


Lia dan Boy pun pergi menuju markas BLACK WOLF.


Sepeninggalan Lia dan Boy,Salsa baru sampai dirumah sakit dan dia langsung turun menuju ruangan Panji.


"Assalamualaikum".Kata Salsa saat membuka pintu ruangan Panji.


"Wa'alaikumsalam,eh Salsa".Kata Papah Panji.


"Iya om".Kata Salsa sambil mencium punggung tangan ortu Panji.


"Baru aja tadi Lia dan Boy kesini".Kata Papah Panji.


"Oh sekarang mereka kemana om?".Tanya Salsa.


"Mereka katanya mau pulang".Jawab Papah Panji.

__ADS_1


"Oh iya".Kata Salsa.


"Kamu bawa apa Sa?".Tanya Mamah Panji mulai bicara.


"Oh iya lupa,nih Salsa bawa buah".Jawab Salsa sambil memberikan bingkisan buah.


"Oh makasih Sa".Kata Mamah Panji sambil menerima buah itu.


"Sama sama tan".Kata Salsa.


"Gimana Panji udah sadar?".Tanya Salsa sambil melirik Panji yang masih terbaring.


"Belum".Jawab Mamah Panji sedih kembali.


"Udah dong tan masa nangis terus,tante cengeng nih".Kata Salsa sambil bercanda.


"Haha kamu bisa aja Sa".Kata Mamah Panji sambil tertawa lepas.


Tiba tiba ponsel Salsa bunyi.


"Sebentar yah om tan Salsa mau angkat telpon dulu".Kata Salsa sambil keluar dari ruangan Panji.


"Halo".Kata Salsa.


"Loh dimana hah?,kenapa nggak datang kekantor".Kata Jefry.Ya yang nelpon adalah Jefry.


"Gue males".Kata Salsa sambil mematikan telponnya sepihak dan langsung masuk lagi kedalam ruangan Panji.


Ditempat Jefry


"Halo..halo..".Kata Jefry.


"Wah kurang ajar nih anak malah matiin telpon gue".Kata Jefry kesal.


"Puas loh".Kata Jefry kesal.


"Haha puas banget".Kata Dillan masih tertawa.


"Coba loh yang nelpon,kalau nggak diangkat berarti dia harus siap masuk penjara".Kata Jefry,karena Salsa sudah menandatangani kontrak kerja selama tiga bulan kalau ngelanggar atau tidak masuk satu hari pun maka Salsa harus siap siap masuk penjara.


Dillan pun menelpon Salsa.


"Halo apa lagi?tadi bosnya sekarang serkertarisnya nanti karyawannya lagi".Kata Salsa mendengus kesal.


"Marah marah mulu luh nanti cepat tua loh".Kata Dillan menahan tawa.


"Bodo amat gue ini,cepetan mau bilang apa?".Tanya Salsa.


"Gue cuman mau bilang loh buruan datang kekantor kalau nggak loh siap siap aja masuk penjara,dan gue kasih waktu 25 menit harus sudah ada dikantor kalau nggak loh tahu akibatnya".Jawab Dillan sambil mengerjai Salsa.


"Hiis,iya iya gue kesana".Kata Salsa kesal sambil mematikan sambungan telponnya.


"Gimana?".Tanya Jefry.


"Sebentar lagi dia kesini".Jawab Dillan


Ditempat Salsa/Rumah sakit


"Om tante Salsa pamit pergi dulu yah ada urusan penting".Kata Salsa pamit.

__ADS_1


"Oh iya Sa hati hati dijalannya".Kata Mamah Panji.


"Siap tan".Kata Salsa sambil mencium punggung tangan ortu Panji.


"Bye om tan".Kata Salsa sebelum keluar dari ruangan Panji sedangkan Ortu Panji hanya tersenyum.


Salsa pun langsung naik mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi menuju kantor Jefry


.


.


.


Saat ini Salsa baru sampai dikantor Jefry,Salsa pun langsung berlari masuk kedalam kantor Jefry karena waktunya tinggal 2 menit lagi.


Bruak


Dan semua orang didalam ruangan itu kanget.


"Ck ngagetin aja loh".Kata Dillan.Sedangkan Salsa tidak menjawab karena sedang mengatur nafasnya.


"Loh telat satu detik".Kata Jefry.


"Caelah satu detik doang".Kata Salsa santai sambil duduk dikursi.


"Satu detik juga waktu".Kata Jefry.


"Sebagai hukumannya nanti sehabis pulang kantor loh harus bersihin Apartemen gue".Kata Jefry.


"Hah,idih gue nggak mau,gue bukan babu loh yah".Kata Salsa kesal.


"Kalau loh nggak mau gue serang markas loh sekarang".Kata Jefry.


"Emang loh tahu alamat markas gue?".Tanya Salsa.


"Tahu lah".Jawab Jefry.


"Jangan jangan yang ngirimin minuman laknat itu loh yah?".Tanya Salsa mulai naik satu oktaf suaranya.


"Menurut loh".Kata Jefry santai.


"Dasar orang setres,gue itu mati matian larang anak buah gue buat nggak minum minuman laknat itu,dan dengan entengnya loh ngirim minuman itu".Kata Salsa maju kedepan Jefry dan...


Plak...Salsa menampar muka Jefry.


"Kurang ajar loh yah sama gue,baru kali ini ada cewek yang berani nampar gue".Kata Jefry sambil mencekal tangan Salsa dengan sangat keras.


"Lepas".Kata Salsa menghempaskan tangannya dan berniat pergi namun suara Jefry menahannya untuk pergi.


"Kalau loh pergi habis anak buah loh sama teman teman loh itu".Kata Jefry mengancam,otomatis Salsa pun kembali duduk dikursi tadi yang dia dudukin.


"Sekarang loh ikut gue sama Dillan buat meeting".Kata Jefry sambil beranjak dari duduknya dan berjalan duluan.Sedangkan Salsa hanya menahan amarahnya.


"Ayo".Kata Dillan cuek,sebenarnya Dillan kasihan kepada Salsa tapi dia tidak berani untuk membela Salsa,bukan karena takut,tapi takut Salsa itu adiknya,kalau benar Salsa adalah adik Dillan,Dillan tidak mau Jefry tahu kalau Salsa adiknya nanti.


Salsa pun berdiri dan mengikuti langkah kaki Dillan menuju ruang meeting.


...Orang menangis bukan karena mereka lemah. Tapi, mereka menangis karena telah berusaha kuat dalam waktu yang lama....

__ADS_1


...- JOHNNY DEPP -...


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE YAH GUYS👍💬😘


__ADS_2