
"Abang".Teriak Salsa sambil bangun dari tidurnya dan bercucuran keringat karena bermimpi buruk
"Sayang kamu mimpi buruk?".Tanya Mamah Mikayla langsung memberikan minum kepada Salsa, Salsa pun mendenguk habis minuman itu.
"Hiks...hiks...Salsa mimpi ketemu abang, terus pas Salsa peluk abang, abangnya hilang".Kata Salsa sambil memeluk ibunya menggunakan tangan kiri. Sedangkan mamah Mikayla melirik Dillan dan suaminya.
"Udah ah jangan nangis udah gede juga".Kata mamah Mikayla sambil mengelus gelus kepala Salsa yang sedang memeluk dirinya dengan erat.
"Ck katanya ketua mafia, tapi mimpi buruk aja nangis".Ejek Dillan sambil duduk santai. Sedangkan Salsa yang kenal dengan suara itu pun berhenti menangis.
"Ngapain loh kesini hah?".Tanya Salsa sambil mengelap air matanya dan ingusnya.
"Bukannya terima kasih udah gue selamatin".Kata Dillan berjalan ke arah Salsa.
"Kalau loh nggak selamatin gue juga nggak papa, orang banyak ini yang mau nyelamatin gue".Kata Salsa sombong.
"Salsa kalau ngomong itu yang sopan".Kata mamah Mikayla tidak suka Salsa bicara kasar kepada Dillan.
"Nggapain sopan sama dia".Kata Salsa sambil menunjuk Dillan. Sedangkan mamah Mikayla hanya mengelengkan kepalanya.
"Eh Dillan mirip abang kamu yah".Kata mamah Mikayla mengalihkan pembicaraan.
"Idih nggak ada mirip miripnya sama abang".Kata Salsa tidak setuju dengan ucapan ibunya.
"Cih waktu pertama kali ketemu loh langsung meluk gue dan bilang 'Abang'".Kata Dillan sambil menirukan suara Salsa waktu itu.
"Itukan dulu, kalau sekarang sih nggak".Kata Salsa karena Salsa tahu kalau Dillan bukan abangnya.
"Gimana kalau kita tes DNA?".Tanya mamah Mikayla bohong, karena dia tidak mau Salsa curiga.
"Eh eh nggak udah nggak penting, lagian dia bukan abang Salsa".Kata Salsa tidak mau karena dia sudah tahu hasil tes DNA itu akan negatif.
"Tapikan bisa dicoba dulu".Kata Mamah Mikayla keukeuh, padahal dalam hatinya dia berdoa agar Salsa tidak mau.
"Salsa bilang nggak usah mah, nanti mamah kecewa lagi liat hasilnya".Kata Salsa tidak mau membuat ibunya kecewa.
"Hmm...kalau gitu ya udah deh".Kata Mamah Mikayla.
"Salsa mau pulang mah, sumpek dirumah sakit melulu".Kata Salsa ingin pulang karena dirinya tidak nyaman tinggal dirumah sakit.
"Emang kamu udah nggak papa?".Tanya mamah Mikayla khawatir kalau Salsa nanti pulang kerumah takut terjadi sesuatu.
__ADS_1
"Salsa udah nggak papa mah".Jawab Salsa menyakinkan orang tuanya kalau dirinya tidak apa apa.
"Kalau gitu papa tanyain dulu ke dokter".Kata Papah Rendy sambil berjalan keluar ruangan Salsa untuk keruangan dokter yang tadi menangani Salsa. Dan tak berselang lama papah Rendy kembali dengan dokter.
"Jadi gimana Salsa boleh pulang dok?".Tanya Salsa saat dokter menghampirinya.
"Sebenarnya masih belum boleh pulang,soalnya luka bekas operasi kamu belum kering tapi karena papah kamu tadi maksa, jadi kamu boleh pulang tapi ingat jangan lupa diminum obatnya agar lukanya cepat kering".Jelas Dokter.
"Ini resep obatnya, nanti silahkan ambil ke apotek".Lanjut Dokter itu sambil memberikan secarik kertas kepada mamah Mikayla.
"Kalau begitu makasih dok".Kata Mamah Mikayla, sedangkan dokter itu hanya mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan Salsa.
"Kalau gitu kalian pergi duluan aja ke parkiran papah mau beli resep obatnya".kata papah Rendy sambil mengambil secarik kertas yang dipegang istrinya dan berjalan menuju apotek.
"Kalau gitu ayo kamu ganti baju dulu".Kata Mamah Mikayla sambil membantu Salsa berjalan menuju kamar mandi untuk ganti baju. Setelah ganti baju, Salsa langsung keluar dari ruangannya bersama Mamah dan Dillan.
"Loh beneran udah nggak papa?, mending diam satu atau dua hari lagi disini".Kata Lia khawatir karena tadi dia mendengar dari papah Rendy kalau Salsa mau pulang dari rumah sakit.
"Gue nggak papa".Kata Salsa yang masih berdiri di depan pintu bekas ruangannya. Tiba tiba papah Rendy datang dengan membawa obat Salsa.
"Kalian masih disini?".Tanya papah Rendy saat dirinya melihat Salsa dan yang lain masih didepan ruangan bekas Salsa pakai.
"Ini juga mau keparkiran pah".Jawab mamah Mikayla sambil membantu Salsa berjalan.
"Eh iya mamah lupa".Kata mamah Mikayla sambil melepas pengangnya dari Salsa.
"Kalau gitu ayo kita pulang".Lanjut mamah Mikayla berjalan duluan dan disusul oleh Mereka yang ada disana.
Mereka pun pulang menuju rumah Salsa, kecuali Dillan dia tidak ikut karena takut nanti Salsa mencurigainya.
.
.
.
Tak berselang lama mereka pun sampai dan langsung masuk kedalam rumah.
"Kamu istirahat aja Sa".Kata mamah Mikayla menyuruh Salsa untuk istirahat.
"Iya mah,kalian tidur dikamar gue yah, karena mungkin kita akan lama nggak ketemu".Kata Salsa sambil berjalan duluan dan disusul oleh Lia,Boy,Panji dan Elsa menuju kamar Salsa.
__ADS_1
Saat mereka sudah sampai kamar mereka langsung merebahkan badannya dikasur dan disopa yang ada dikamar Salsa.
"Jadi loh beneran akan pindah ke Amerika?".Tanya Lia sambil menatap langit langit kamar Salsa.
"Iya".Jawab Salsa.
"Kenapa loh nggak nolak?".Tanya Lia lagi sambil menatap Salsa.
"Gue nggak bisa, karena loh tahu sendiri kan papah gue itu keras kepala".Jawab Salsa yang juga menatap Lia.
"Gue serahin anggota BLACK TIGER sama Panji".Kata Salsa sambil menutup matanya menahan sedih.
"Gue nggak mau, yang cocok jadi ketua BLACK TIGER itu loh bukan gue".Kata Panji tidak terima jika ketua BLACK TIGER diganti olehnya.
"Kita nggak mau loh pergi ke Amerika Sa".Kata Boy yang sedari tadi diam saja mulai angkat bicara.
"Plis tolong kalian ngertiin gue, jangan buat gue ngerasa bersalah sama kalian".Kata Salsa yang sudah mengeluarkan air matanya karena sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Udahlah jangan pada sedih, kan kita masih bisa ketemu sama Salsa yah walaupun ketemunya masih lama".Kata Elsa menengahi.
"Mending kita buat kenang kenang, dari pada kita sedih begini".Lanjut Elsa lagi, karena dia paling tidak suka suasana yang sedih begini.
"Maksud loh?".Tanya Boy penasaran.
"Maksud gue sebelum Salsa pergi ke Amerika kita senang senang dan kita buat kenang kenang untuk Salsa gar Salsa selalu ingat sama kita".Jawab Elsa sambil melirik Boy yang ada disopa bersama Panji.
"Boleh juga".Kata Boy menyetujui ide Elsa.
"Kalau gitu kita mau kemana buat senang senang?".Tanya Boy lagi tapi tidak ada sahutan dari teman temannya.
"Woy malah dikacangin".Kata Boy kesal karena tidak ada yang menjawab pertanyaannya.
"Malah pada tidur lagi, perasaan tadi masih pada melek".Kata Boy saat melihat ke arah ranjang dan Panji ternyata mereka semua sudah tidur. Karena tidak ada yang mengajaknya ngobrol Boy pun juga ikutan tidur sambil memeluk Panji seperti bantal guling.
Mereka semua pun tidur dengan tenang walaupun di hati mereka merasa sedih karena akan berpisah dengan Salsa, dan begitu pun dengan Salsa dia juga merasa sedih berpisah dengan teman temannya.
Segini dulu untuk hari ini🥳
Tetap semangat walaupun di tengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗jangan lupa selalu pakai masker dan membawa hand sanitizer kemana pun dan dimana pun kalian berada, agar terhindar dari mbak dan mas Covid😷🦠SALAM SEHAT SEMUA NYA👋
...Setiap manusia telah diciptakan Allah memiliki kelebihan dan kekurangan.jdi,jangan merasa kamu orang paling buruk yaa:)....
__ADS_1
...- Anisa Apriyani -...
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐