
"Ngomong apa mah?".Tanya Salsa sambil melirik mamahnya yang duduk disampingnya.
"Sebenarnya Dillan adalah abang kamu".Kata mamah.
Deg
"Ja..di Dil..lan i..tu a..bang Sal..sa?".Kaget Salsa sambil tidak percaya. Mamah Mikayla pun mengangguk. Sedangkan yang lain tidak kaget karena sudah tahu.
"Huaaaa, abang".Tangis Salsa sambil memeluk Dillan yang ada disampingnya.
"Kenapa kalian nggak ngasih tahu Salsa dari dulu".Kata Salsa yang masih memeluk Dillan, sambil menangis sesegukkan.
"Biar surpise".Kata Dillan sambil mengelus kepala Salsa lembut. Sedangkan Salsa tidak menangapi ucapan Dillan lagi, dia terus menangis dipelukan Dillan.
"Udah dong jangan nangis, udah besar juga, nggak malu tuh sama Raka dan Raisa".Kata Dillan menenangkan Salsa agar tidak nangis lagi. Dan tak berselang lama tangisan Salsa berhenti.
"Sekarang kita pulang aja yah, udah sore".Kata mamah Mikayla.
"Kalau saya pulang dulu ke Bandung yah om tante".Kata Davin.
"Oh kalau gitu silahkan, kamu kesana sama siapa?".Tanya mamah Mikayla lagi.
"Sama supir rumah, supirnya udah ada didepan".Jawab Davin berdiri dari duduknya.
"Sayang aku pulang dulu yah".Kata Davin pamit kepada Salsa, Salsa pun mengangguk.
"Kalau gitu saya pamit dulu semua".Kata Davin sambil berjalan keluar restoran. Semua orang pun melihat kepergian Davin dan saat Davin sudah benar benar pergi Lia langsung bertanya kepada Salsa.
"Loh beneran mau tunangan sama Dia?".Tanya Lia serius.
"Beneran lah masa bohongan, dan rencananya gue bulan depan akan nikah sama Dia".Jawab Salsa, dan jawaban Salsa sontak membuat Lia, Panji dan Dillan. Sebenarnya Dillan sudah tahu kalau Salsa sudah tunangan, dan kalau soal pernikahan Dillan belum tahu sama sekali.
"Hah nikah?".Kaget mereka bertiga.
__ADS_1
"Apa nggak terlalu buru buru dek, loh kan baru kenal dia satu tahun, kalau soal tunangan sih masih nggak papa lah ini nikah".Kata Dillan tidak setuju, sebenarnya Dillan tidak suka sama Davin, dan dia sudah tahu semua informasi tentang Davin.
"Beneranlah abang, nanti setelah menikah Salsa akan tetap kerja kok".Kata Salsa sambil tersenyum manis kepada Dillan.
"Menurut gue sih loh jangan nikah dulu Sa, dan entah kenapa gue kurang srek sama si Davin Davin itu".Kata Lia memang agak tidak suka dengan Davin.
"Emang kenapa?, dia baik kok, dan lagi dia teman gue waktu di Bandung".Kata Salsa meyakinkan kalau Davin itu baik.
"Yah gue juga nggak tahu kenapa gue nggak suka sama dia".Kata Lia yang juga tidak tahu alasan kenapa dia tidak suka dengan Davin.
"Yeeeh gimana sih loh, tenang aja dia baik ko".Kata Salsa lagi.
"Udah ayo nanti aja dilanjut ngobrolnya sekarang kita pulang dulu".Kata Mamah Mikayla memotong pembicaraan Salsa dan Lia.
"Iya udah ayo".Kata Salsa sambil berdiri dari duduknya dan berjalan duluan dengan Raka dan Raisa. Mereka semua pun pulang ke rumah Salsa.
.
.
.
"Ah gue kangen sama rumah ini".Kata Salsa sambil duduk disopa.
"Kita lanjutin pembicaraan tadi".Kata Lia karena dia masih harus membicarakannya dengan Salsa.
"Ck ribet loh, udah ah jangan dibahas lagi, gue baru sampai Indonesia nih masa langsung ditanya tanya hal hal yang nggak penting, gue kekamar dulu".Kata Salsa sambil berjalan kekamarnya.
"Apa kalian setuju kalau Salsa nikah sama Davin?".Tanya Lia kepada Panji Boy, Dillan, Raka dan Raisa. Sedang Papah Rendy dan mamah Mikayla mereka langsung kekamar yang selalu mereka tempati.
"Nggak".Jawab mereka berlima kompak.
"Tapi kita nggak bisa ngelarang dia, tahu sendiri kan kalau dia itu keras kepala".Kata Boy tahu sifat Salsa gimana.
__ADS_1
"Bener sih, udah lah gimana dia aja, nanti dia ini yang ngerasain".Kata Lia. Semua orang pun mengangguk.
"Si Elsa tadi kenapa yah?".Tanya Lia yang ingat kalau tadi Elsa pergi begitu saja.
"Gue juga nggak tahu".Jawab Panji, dan saat mereka membicarakan Elsa tiba tiba Boy datang.
"Elsanya mana?".Tanya Lia karena Boy sendiri.
"Udah gue anter pulang".Jawab Boy sambil duduk disamping Panji.
"Lah kenapa nggak dibawa kesini?".Tanya Lia Penasaran.
"Nggak tahu dia pengen pulang aja".Jawab Boy.
"Oh gitu".Kata Lia mengangguk mengerti. Mereka pun ngobrol.
Tak terasa hari sudah sore, dan semua orang saat ini sedang siap siap untuk pergi ke restoran korea, karena Raisa katanya ingin makan makan korea yang dia lihat di drakor drakor.
"Udah siap semuanya?". Tanya Salsa kepada semua orang. Semua orang pun mengangguk.
"Kalau gitu kita berangkat sekarang". Lanjut Salsa lagi. Mereka pun berangkat menggunakan 2 mobil. Mereka pun melaju dengan kecepatan sedang.
"Woy tungguin gue". Teriak Boy, karena dia ketinggalan.
"Aiiis nggak liat apa gue ketinggalan". Kata Boy sambil mengacak perutnya. Padahal dia tidak makan camilan dari tadi, untuk menjaga agar tubuhnya nanti bisa makan banyak, eh pas udah siap malah ditinggal, mau nyusul mobilnya nggak ada, mau nelpon pulsanya nggak ada, semuanya nggak ada.
"Huh mie instan lagi mie instan lagi". Gumam Boy sambil berjalan masuk ke dalam rumah lagi.
Segini dulu untuk hari ini😁
Tetap semangat walaupun di tengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗jangan lupa selalu pakai masker dan membawa hand sanitizer kemana pun dan dimana pun kalian berada, agar terhindar dari mbak dan mas Covid😷🦠SALAM SEHAT SEMUA NYA👋
...Beri makan yang lapar dan kunjungi orang yang sakit, dan bebaskan yang tertawan, jika dia dikurung secara tidak adil. membantu setiap orang yang tertindas baik Muslim maupun non-Muslim. ...
__ADS_1
...- Nabi Muhammad SAW -...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐