KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA

KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA
SALSA HILANG?


__ADS_3

"Apa lagi?,udah sana gue mau pulang".Kata Salsa sambil membuka pintu mobilnya.


"Gue anterin yah udah malem, nanti loh kenapa napa".Kata Dillan menawarkan diri untuk mengantar Salsa.


"Nggak usah,gue bisa jaga diri sendiri".Kata Salsa sambil masuk ke mobil tapi ditahan oleh Dillan lagi.


"Astagfirulah, apa lagi?".Tanya Salsa mulai kesal.


"Gue anterin,gue nggak nerima penolakan".Kata Dillan sambil masuk kedalam mobil Salsa.


"Eh ngapain masuk mobil gue?".Tanya Salsa sambil menarik Dillan keluar dari mobilnya tapi tidak bisa karena tenaga Dillan lebih besar dari pada tenaga Salsa.


"Udah naik aja, gue anterin pakai mobil loh".Kata Jawab Dillan.


"Terus mobil loh?".Tanya Salsa berhenti menarik Dillan.


"Udah tenang aja, nanti anak buah gue yang ambil".Kata Jawab Dillan sambil menutup pintu mobil, sedangkan Salsa pasrah sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya.


"Kenapa loh baik sama gue?".Tanya Salsa saat sudah berada didalam mobil.


"Karena gue orang baik".Jawab Dillan santai sambil menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Sedangkan Salsa kesal mendengar jawaban Dillan.


"Huh muji kok diri sendiri".Kata Salsa sambil bersandar dimobilnya karena dia merasa ngantuk.


"Baguslah".Kata Dillan dan saat Dillan menengok ke arah Salsa, ternyata Salsa sudah tidur, Dillan pun mengeleng gelengkan kepalanya karena melihat Salsa begitu cepat tidurnya. Dillan pun kembali fokus ke depan.


.


.


.


Tak berselang lama Dillan sampai di apartemennya, Dillan memang membawa Salsa ke apartemennya karena menurutnya ini sudah terlalu larut dan kebetulan apartemennya dekat danau tadi.


"Kalau gue bangunin kasihan tidurnya nyenyak banget".Kata Dillan sambil melihat Salsa yang tidur begitu nyenyak. Tanpa pikir panjang Dillan mengendong Salsa dan berjalan masuk kedalam apartemennya. Apartemen Dillan lumayan besar tapi tidak sebesar apartemen Jefry. Dillan membawa Salsa menuju kamarnya dan membaringkan tubuh Salsa dengan hati hati karena takut Salsa bangun, setelah membaringkan Salsa, Dillan pun mencium kening Salsa dan berjalan keluar kamarnya.

__ADS_1


Ditempat lain


"Ya gue nggak nemuin Salsa dimana mana".Kata Boy yang baru sampai rumah Salsa.


"Maksud loh Salsa hilang gitu?".Tanya Lia khawatir, walaupun tadi Lia merasa kecewa dengan Salsa tapi Lia tetap mengkhawatirkan Salsa.


"Iya, soalnya gue udah cari kemana mana nggak ketemu".Kata Boy, Boy dan Lia memang tidak mengetahui danau yang sering Salsa kunjungan karena danau itu hanya Salsa yang mengetahui.


"Loh emang nggak ikutin Salsa tadi?".Tanya Lia semakin khawatir kepada Salsa.


"Gue udah ikutin tapi dia bawa mobilnya kencang banget dan salip sana sini".Jawab Boy.


"Bentar coba gue telpon Panji siapa tahu Salsa kesana".Kata Lia sambil mengambil mengambil HPnya dan langsung menelpon Panji.


"Halo Ya ada apa?".Tanya Panji dibalik telpon, Panji memang belum tidur karena dia tidak bisa tidur dari tadi.


"Salsa hilang".Jawab Lia to the poin tapi basa basi.


"Nggak usah bercanda deh".Kata Panji karena menurut Panji Lia berbohong agar Panji bisa memaafkan Salsa.


"Mungkin nginep di hotel kali".Kata Panji masih santai.


"Atau gini kita tunggu sampai besok, kalau besok Salsa nggak pulang baru kita cari".Lanjut Panji lagi.


"Tapi-..., ya udah deh".Kata Lia sambil mematikan sambungan telponya, karena Lia merasa kesal dengan sikap Panji yang biasa biasa saja.


"Udah istirahat aja dulu udah malem besok kuliah".Kata Boy menyuruh Lia untuk istirahat karena jam sudah menunjukan pukul 3 dini hari. Lia pun berjalan kekamarnya untuk istirahat, begitu pula Boy ikut istirahat dikamarnya.


Ditempat lain atu dimarkas BLACK WOLF


"Dillan kemana?,tadi ada".Tanya Jefry yang tidak melihat Dillan dari tadi.


"Tadi bos Dillan pergi menggunakan mobilnya, saya tidak tahu dia mau kemana".Kata anak buah Jefry, sedangkan Jefry tidak menjawab omongan anak buahnya, melainkan dia beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari markas BLACK WOLF.


Jefry pun pergi menggunakan mobilnya entah mau kemana author juga tidak tahu.

__ADS_1


Kembali ke aparteman Dillan.


Saat ini Dillan sedang duduk di sopa yang ada diapartemennya, Dillan tidak bisa tidur jadi dia memilih untuk menonton acara televisi. Karena merasa ngantuk Dillan pun ingin beranjak pergi ke kamarnya tapi tiba tiba ada yang memencet belnya.


"Siapa sih subuh begini".Kata Dillan kesal karena subuh subuh begini ada yang namu. Dillan pun berjalan menuju pintu apartemenya dan dia melihat ke layar monitor terlebih dahulu dan alangkan kagetnya yang datang ternyata Jefry.


'Mau ngapain Jefry kesini subuh subuh?,mana ada Salsa lagi".Kata Dillan panik karena Jefry datang ke apartemennya.


"Mau apa loh datang subuh subuh".Kata Dilla saat sudah membuka pintunya.


"Gue kirain loh nggak ada di apartemen".Kata Jefry langsung masuk kedalam apartemen Dillan.


"Gue tanya loh mau apa kesini?".Tanya Dillan lagi sambil menutup pintu apartemennya


"Loh kenapa sih?,orang biasanya juga gue kesini".Kata Jefry sinis menatap Dillan.


"Udah ah gue mau tidur".Kata Dillan tidak memperdulikan Jefry, dan Dillan pun berjalan menuju kamarnya.


"Kalau gitu gue juga mau tidur dikamar loh".Kata Jefry, memang Jefry kalau nginap di apartemen Dillan pasti tidurnya di kamar Dillan, karena menurut Jefry kamar utama Dillan lebih nyaman dari pada kamar tamu, sedangkan Dillan tidur di kamar tamu kalau Jefry nginap di apartemennya.


"Nggak bisa, loh pulang aja sana".Kata Dillan mengusir Jefry, karena kalau Jefry nginap di apartemennya bisa ketahuan kalau Salsa sedang ada dikamarnya.


"Males gue pulang".Kata Jefry sambil berjalan menuju kamar Dillan, Dillan pun langsung menahan Jefry.


"Apaan sih loh, lepasin".Kata Jefry sambil menghempaskan tangannya.


"Loh nggak bisa tidur dikamar itu, karena...hmm...karena...ah karena kamarnya lagi diperbaiki soalnya bocor kemarin".Kata Dillan berbohong, sedangkan Jefry mengerenyitkan alisnya karena merasa aneh, soalnya apartemen Dillan mewah tapi kenapa bisa bocor pikir Jefry.


"Masa apartemen bagus gini bocor".Kata Jefry heran.


"Bisalah namanya juga rumah pasti bisa bocor".Kata Dillan menyakinkan Jefry.


Apakah Jefry mempercayai omongan Dillan?penasaran?kalau penasaran ikutin terus kelanjutannya.


...Perbanyak sabar dan jangan lupa doakan, karena mengingatkan harus ikhlas, sebab tidak mudah mengubah kebiasaan atau sikap seseorang. Cinta memang butuh kesabaran, namun tetap harus ada batasannya. Sebab cinta gabungan dari dua kesatuan, yang satu terus terusan sabar dan yang satunya lagi tidak kunjung sadar....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐


__ADS_2