
"Gimana keadaan Salsa Dok?".Tanya Dillan takut terjadi apa apa sama Salsa.
"Kondisi pasien saat ini baik baik saja, dia hanya pingsan karena trauma darah, dan untuk kondisi tangan kanannya baik baik saja karena timah yang masuk kedalam kulitnya tidak terlalu dalam".Jelas Dokter itu.
"Alhamdulilah".Kata mereka semua setelah mendengar penjelasan Dokter.
"Kalau kalian mau lihat kondisi pasien, silahkan tunggu diruangan melati karena pasien akan dipindahkan kesana".Kata Dokter itu sambil masuk lagi kedalam ruangan operasi untuk membawa Salsa keruangan melati. Dokter dan Suster pun keluar membawa Salsa yang sedang terbaring dan masih menutup matanya. Dillan,Lia,Boy dan Elsa pun mengikuti Salsa dan Dokter.
Dan saat mereka berjalan menuju ruangan melati tiba tiba ada yang memanggil Dillan.
"Dillan, gimana keadaan Salsa?".Tanya seseorang itu.
"Salsa baik baik aja mah".Jawab Dillan sambil memeluk ibunya. Ya yang menanyakan Salsa adalah Mamah Mikayla.
"Mamah?".Kaget Lia,Boy dan Panji.
"Tunggu jadi benar kalau Dillan itu abang Salsa?".Tanya Lia yang penasaran.
"Nanti gue ceritain, sekarang kita liat Salsa dulu".Kata Dillan sambil berjalan dulu bersama ibunya.
"Silahkan bagi yang mau melihat pasien, pasien sudah siuman".Kata Dokter itu sambil pergi berlalu.
Mereka semua pun masuk kedalam ruangan Salsa.
"Sayang kamu nggak papa kan?".Tanya mamah Mikayla sambil memeluk anaknya yang sedang berbaring diranjang pasien.
"Salsa nggak papa kok mah, cuman luka kecil".Jawab Salsa tidak mau membuat mamahnya khawatir.
"Mamah sama Papah sudah tahu kalau kamu ketua mafia".Kata Papah Rendy yang mulai bicara, sebenarnya dirinya dan istrinya mau menemui Salsa hari ini karena mereka tahu kalau Salsa ketua mafia dari seseorang.
"Haha Salsa mana mungkin ketua mafia".Kata Salsa tertawa garing.
"Nggak usah bohong".Kata Papah Panji yang kecewa dengan anaknya. Sedangkan Salsa tidak menjawab dia duduk dan menunduk karena takut papahnya akan memarahinya.
"Maaf".Kata Salsa sambil mengeluarkan air matanya karena baru pertama kali membuat papah mamahnya kecewa.
"Kenapa kamu jadi ketua mafia?".Tanya papah Rendy yang sedang menahan amarahnya, Salsa pun tidak menjawab pertanyaan papahnya.
"Jawab".Bentak papah Rendy.
"Udah dong pah Salsa lagi kena musibah, jangan di marahin".Kata Mamah Mikayla menenangkan suaminya.
"Kena musibah?, itu karena dia ketua mafia jadi dia banyak musuh".Kata Papah Rendy marah.
__ADS_1
"Udah om jangan marahin Salsa, ini semua salah Lia yang nyuruh Salsa buat jadi ketua mafia".Kata Lia yang kasihan melihat Salsa dimarahin, dan itu semua karena dirinya.
"Bukan pah ini semua Salsa yang mau".Kata Salsa tidak mau sahabatnya kena amarah papahnya. Sedangkan yang lain hanya diam.
"Kamu akan papah kirim ke Amerika untuk kuliah disana".Kata Papah Rendy menyuruh Salsa kuliah Amerika.
"Salsa nggak mau pah kuliah di Amerika".Kata Salsa menolak karena dia tidak mau kuliah di Amerika.
"Papah tidak mau tahu kamu harus kuliah di Amerika".Kata Papah Rendy sudah bulat dengan keputusannya.
"Tapi pah-...".Kata Salsa tapi dipotong omongannya oleh papah Rendy.
"Kalau kamu tidak mau kamu bukan anak saya lagi".Kata Papah Rendy mengancam Salsa.
"PAPAH!!!".Kaget Mamah Mikayla karena suaminya ngomong sembarangan.
"Mending kalian semua keluar".Kata Dillan karena tidak mau teman Salsa melihat keributan keluarganya. Mereka semua pun keluar karena merasa tidak enak.
"Kenapa papah selalu nggak ngertiin Salsa?".Tanya Salsa karena papahnya tidak mengerti perasaan dan pemikirannya.
"Nggak ngertiin kamu bilang, papah udah kasih kamu kebebasan untuk kuliah di Jakarta, tapi apa yang kamu lakukan?,kamu malah membuat hal hal yang bodoh".Kata Papah Rendy sambil memijit pelipisnya.
"Salsa nggak buah hal bodoh, Salsa ngelakuin ini buat nemuin bukti kalau abang masih hidup".Kata Salsa bicara jujur.
"Abang kamu juga mas-...".Kata Papah Rendy, tapi keburu dipotong omonganya oleh Mamah Mikayla.
"Papah".Kata Mamah Mikayla karena suaminya akan keceplosan.
"Abang masih apa?".Tanya Salsa mendongak ke arah Papahnya.
"Nggak penting, pokoknya kamu harus kuliah di Amerika semingguan lagi kamu berangkat karena luka tembak kamu 3 atau 4 hari lagi kering".Kata Papah Rendy, karena dia tadi bertanya kepada Dokter kalau Salsa 3 atau 4 hari lagi lukanya akan kering.
"Salsa nggak mau".Kata Salsa tetap tidak mau kuliah di Amerika.
"Kamu inget perjanjian yang kamu buat sama Papahnya?".Tanya Papah Rendy mulai tenang. Salsa pun mengangguk.
"Kalau kamu ingat, berarti kamu harus bisa menepatinya".Kata Papah Rendy lagi. Salsa dan Papahnya membuat perjanjian kalau Salsa mau kuliah di Jakarta Salsa harus bisa menjaga diri dan tidak boleh berbuat hal aneh aneh, kalau Salsa melanggar Salsa akan kuliah di Amerika.
"Kalau gitu Salsa mau kuliah di Amerika".Kata Salsa karena dia harus menetapi janjinya karena semenjak kecil Salsa di didik untuk menempati janjinya.
"Bagus kalau gitu dan kamu tidak boleh pulang selama 5 tahun dan tidak boleh menelpon teman teman kamu yang ada di Indonesia, Papah dan Mamah pasti akan selalu mengunjungi kamu".Jelas Papah Rendy, dia melakukan itu karena agar Salsa fokus terhadap kuliahnya dan tidak melakukan hal aneh.
"Hah nggak bisa gitu dong pah".Kata Salsa tidak terima dengan omongan Papahnya.
__ADS_1
"Nggak ada penolakan".Kata Papah Rendy sambil duduk di kursi dekat Salsa.
"Kalau gitu terserah Papah aja".Kata Salsa langsung menutup badannya dengan selimut karena dia tidak bisa membantahkan kehendak Papahnya.
Sedangkan diluar ruangan Salsa
"Coba ceritain kenapa loh panggil tante Mikayla mamah?".Tanya Lia penasaran dengan hal itu.
"Gue ceritain tapi loh semua jangan bilang sama Salsa".Kata Dillan tidak mau Salsa mengetahui dirinya abangnya.
"Kenapa?".Tanya Lia heran.
"Pokoknya jangan bilang sama Salsa".Kata Dillan, semua orang pun mengangguk.
"Jadi gini ceritanya...".Kata Dillan mulai menceritakan dirinya kenapa memanggil ibu Salsa dengan panggilan Mamah.
Flashback on
Saat ini Dillan sedang menuju rumah Mamah dan Papah Salsa yang ada di Bandung. Dillan tahu alamat rumah Mamah dan Papah Salsa dari anak buahnya.
"Apa ini benar yah rumahnya?".Tanya Dillan yang baru sampai dirumah Mamah dan Papah Salsa. Dillan pun berjalan menuju rumah itu. Rumah itu sangat sederhana tapi sangat elegan.
"Assalamualaikum".Kata Dillan sambil memencet bel rumahnya.
"Wa'alaikumsalam".Kata Satpam dirumah itu dan saat melihat muka Dillan alangkah kagetnya dia.
"Mas Dillan".Kata Satpam itu sambil membuka pintu pagar.
"Iya Pak".Kata Dillan agak kikuk karena dia tidak mengenal satpam tersebut.
"Mas Dillan nggak inget sama saya?".Tanya Satpam itu sambil menatap tidak percaya, sedangkan Dillan mengelengkan kepalanya.
"Masa mas Dillan nggak inget sama saya, yang waktu kecil mas Dillan selalu ngerjahilin saya".Kata Satpam tersebut mengingatkan Dillan.
"Saya nggak ingat pak, oh iya saya mau ketemu sama Pak Rendy dan Ibu Mikayla ada?".Tanya Dillan mengalihkan pembicaraan karena dia tidak mau membahas hal kenal atau tidak dengan satpam itu.
Apakah ortu Salsa ada?ikutin terus kelanjutannya🥳tetap semangat walaupun ditengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗
...Ketika bibir ku tersenyum:),bukan berarti aku baik-baik saja dan ketika bibir ku tak mampu berbicara maka air mata menjadi perwakilan nya....
...- Anisa Apriyani -...
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐
__ADS_1