
"Loh bukanya bawa makanan malah,abisin makanan gue".Kata Panji mencibir Boy.
"Baguslah".Kata Boy santai sambil mengunyah makanan yang dia ambil dari meja tadi. Sedangkan Elsa hanya tersenyum melihat keakraban Panji dan teman temannya.
"Oh iya,loh EL sampai kapan tinggal di Jakarta?".Tanya Salsa kepada Elsa.
"Rencananya gue mau pindah kuliah di tempat Panji kuliah".Jawab Elsa yang sedang berdiri di dekat Panji.
"Oh,kita semua satu kampus dong".Kata Salsa senang.
"Emang kalian satu kampus sama Panji?".Tanya Elsa penasaran.
"Iya dong,kalau kita nggak ngampus di situ,kita nggak bakalan ketemu sama Panji".Jawab Salsa.
"Oh gitu".Kata Elsa sambil mengaguk agukan kepalanya tanda mengerti.
Tiba tiba pintu ruangan Panji dan muncullah Papah dan Mamah Panji.
"Wah rame nih".Kata Papah Panji sambil membawa kantong plastik yang lumayan agak besar.
"Om bawa apa?".Tanya Boy saat dirinya melihat Papah Panji membawa dua kantong plastik.
"Ck loh malu maluin masa langsung nanya 'om bawa apa?'harusnya loh itu cium tangan om sama tante kayak gini".Kata Salsa sambil mencium punggung tangan Papah Panji.
"Hehe sorry".Kata Boy sambil berdiri dan mencium punggung tangan Papah dan Mamah Panji.
"Haha kalian ini lucu sekali,om ini bawa makanan,untung om belinya agak banyak jadi kalian bisa kebagian".Kata Papah Panji menjelaskan bahwa dirinya membawa makanan.
"Oh,mana om Boy laper nih".Kata Boy sambil mengelus gelus perutnya dan yang lain pun ketawa melihat tingkah Boy.
"Kayak orang yang belum makan satu tahun loh".Kata Salsa mengejek Boy.
"Bodo amat".Kata Boy tidak peduli dengan ejekan Salsa.
"Nih buat kamu Boy,kalau mau lagi yah beli sendiri haha".Kata Papah Panji sambil memberikan makanan tersebut ke Boy.
"Makasih om".Kata Boy langsung mengambil makanan pemberian Papah Panji.
"Sama sama".Kata Papah Panji sambil tersenyum.
"Ayo kalian ambil sendiri aja,nanti ke abisan sama Boy loh".Kata Papah Panji lagi sambil bercanda. Semua orang pun mengambil makanan itu terkecuali Salsa.
__ADS_1
"Ayo Sa makan".Kata Mamah Panji mulai bicara karena Salsa tidak mengambil makanan.
"Ah nggak usah tan, Salsa nggak laper".Kata Salsa yang masih duduk di dekat Panji.
"Mamah anak orang ditawarin,sedangkan anak sendiri nggak ditawarin".Kata Panji kesal karena tidak ditawarin makanan.
"Ckck cemburuan loh gitu aja".Kata Salsa mengejek Panji.
"Bodo".Kata Panji tidak pedulu dengan omongan Salsa. Begitulah Panji kalau sudah dekat dengan orang yang dia sayang pasti sifat kekanak kanakannya keluar.
"Udah,nih buat kamu,udah dibolehin ini sama Dokter".Kata Mamah Panji menyerahkan makanan kepada Panji karena Panji sudah dibolehin makan makanan luar oleh Dokter. Mamah Panji pun mau menyuapi Panji tapi dilarang oleh Salsa.
"Udah tan sini biar Salsa aja yang nyuapin Panji,tante lanjut makan aja".Kata Salsa sambil mengambil makanan tersebut dari mamah Panji.(kalau ada yang nanya kenapa Panji harus disuapin? Itu karena Panji memotong urat nadi sebelah kanan jadi dia tidak bisa menggunakan tangan kanannya untuk sementara waktu).
"Kalau gitu makasih yah Sa".Kata Mamah Panji tersenyum sambil kembali ketempat duduknya untuk melanjutkan makan. Salsa pun menyuapi Panji dengan sabar,karena Panji banyak bercanda pas lagi makan,tapi kadang kadang Salsa juga ikut ketawa dengan bercandaan Panji. Sedangkan yang lain tersenyum melihat Salsa dan Panji begitu akrab seperti pacar.
'Semoga Salsa jodoh kamu sayang'.Batin mamah Panji berharap Salsa adalah jodoh Panji karena bisa membuat Panji tersenyum kembali yang tadinya selalu dingin tapi dengan Salsa,Panji bisa tertawa lepas.
"Mau minum nggak?".Tanya Salsa setelah selesai menyuapi Panji.
"Yah mau lah,ya kali abis makan nggak minum".Jawab Panji.
"Kali aja gitu loh nggak minum abis makan".Kata Salsa sambil memberikan segelas air kepada Panji.
"Iya".Kata Salsa sambil menaruh gelas bekas minum Panji.
"Gue mau keluar dulu yah sebentar".Kata Salsa sambil berdiri dari duduknya.
"Keluar kemana?".Tanya Lia penasaran.
"Kepo loh,om tan Salsa pamit dulu yah".Kata Salsa sambil pamit ke Papah dan Mamah Panji.
"Iya hati hati yah Sa".Kata Mamah Panji sedangkan Salsa hanya mengangguk sambil berjalan keluar ruangan Panji.
"Mau kemana yah tuh anak?".Tanya Lia masih penasaran.
"Mana gue tahu".Kata Boy sambil mencomot makan yang ada didepannya.
Sedangkan Salsa saat ini sudah dalam mobilnya dan menuju rumah sakit yang berbeda.
.
__ADS_1
.
.
Sedangkan ditempat lain
"Jadi gimana?apa hubungan Salsa sama Dillan".Kata Jefry yang sedang ada di apartemennya.
"Mereka tidak punya hubungan apa apa bos".Kata anak buah Jefry sambil tertunduk patuh.
"Terus gimana data data soal Salsa?".Tanya Jefry lagi.
"Namanya Salsa Billa Rang dia dari keluarga yang mampu,dia mahasiswa baru di universitas ternama di Indonesia,dia juga pintar bela diri,segitu aja Bos yang saya tahu,soalnya data Salsa dijaga ketat oleh orang tuanya".Jelas anak buah Jefry yang selesai membacakan data data tentang Salsa.
"Masa cuman segitu?,nggak becus loh jadi orang,sini loh".Kata Jefry menyuruh anak buahnya maju ke hadapannya dan anak buahnya pun maju kehadapan Jefry,saat anak buah Jefry sudah maju Jefry langsung berdiri dan memukul wajah anak buahnya,wajah anak buah Jefry pun langsung berdarah karena di pukul sangat kencang.
"Itu balasan karena loh nggak becus kerjanya".Kata Jefry sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan darah yang ada ditangannya. Sedangkan anak buahnya diam membisu dan berjalan keluar dari apartemen Jefry.
Kembali lagi ke Salsa
Saat ini Salsa baru sampai di rumah sakit tempat tujuannya,Salsa pun langsung turun dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah sakit untuk menemui Dokter kenalannya.
"Gimana dok,hasil tes DNA saya?".Tanya Salsa yang sudah ada diruangan Dokter itu.
"Hmm...hasilnya tidak cocok".Jawab Dokter itu bohong,ya itu adalah dokter Arya.
"Nggak mungkin dok,orang wajah orang itu mirip abang saya".Kata Salsa menyakinkan dokter Arya bahwa Salsa dan Dillan adalah adik kakak.
"Tapi hasil tes kalian berdua tidak cocok,mungkin itu hanya kebetulan saja muka abang kamu mirip sama orang ini".Kata Dokter Arya.
"Tapi...".Kata Salsa tidak melanjutkan omonganya karena dia merasa sedih.
"Kalau gitu saya permisi dulu dok".Kata Salsa berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan Dokter Arya.
'Maafin saya berbohong tapi ini demi keselamatan kamu'.Batin Dokter Arya merasa iba dengan Salsa.
Segini dulu untuk hari ini,semoga suka🥳
...betapapun sulitnya hidup, selalu ada sesuatu yang dapat anda lakukan dan berhasil....
...- stephen hawking -...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE YAH GUYS👍💬😘