KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA

KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA
SIAPA YANG NERAKTIR GUE, SIAPA YANG MAU BANTUIN GUE


__ADS_3

Saat ini Dillan sudah berada di meja makan untuk sarapan


"Papah udah baikkan?".Tanya Dillan sambil memakan rotinya.


"Alhamdulilah udah, oh iya papah mau tanya".Kata papah Rendy yang sama sedang memakan rotinya.


"Nanya apa pah?".Tanya Dillan sambil menatap papahnya.


"Kamu selama ini tinggal sama siapa?".Tanya papah Rendy penasaran anaknya tinggal dimana selama ini.


"Dillan tinggal sendiri, soalnya orang yang bantu Dillan udah meninggal".Kata Dillan berbohong karena dia tidak mau papahnya mengetahui kalau yang menyelematkannya sekali gus orang yang merampoknya adalah Dillan, Dillan tidak mau papahnya bersikap baik kepada Jefry.


"Oh gitu, dan kamu tahu dari mana kalau Salsa ketua Mafia?".Tanya papah Rendy lagi.


"Dillan pernah mergokin dia".Kata Dillan asal karena Dillan tidak mau orang tuanya tahu kalau dia juga anggota mafia.


"Kalau gitu nanti sore sehabis kerja papah akan menemui Salsa dan menyuruh Salsa untuk kuliah di Amerika karena sudah membuat papah kecewa".Kata papah Rendy yang kecewa kepada anak bungsunya.


"Kenapa harus ke Amerika pah?".Tanya Dillan kaget karena menurutnya itu terlalu berlebihan.


"Biar dia nggak macam macam lagi".Jawab Papah Rendy.


"Tapikan kalau di Amerika Salsa bisa berbuat hal yang lebih parah lagi pah".Kata Dillan tidak mau adiknya melakukan sesuatu diluar batas.


"Kamu tenang aja papah akan menyuruh bodyguard papah untuk menjaga Salsa selama disana, dan Salsa tidak boleh menghubungi teman teman yang ada di Indonesia".Kata papah Rendy sudah menyusun rencana.


"Kalau begitu terserah papah aja deh".Kata Dillan mengalah, Dillan sekarang tahu kenapa Salsa keras kepala, karena papahnya saja keras kepala.


"Kalau gitu Dillan pulang ke Jakarta dulu yah pah mah".Kata Dillan pamit saat sudah menyelesaikan sarapannya.


"Emang kamu nggak bisa lebih lama lagi?".Tanya mamah Mikayla sedih karena dia masih kangen dengan anaknya.


"Maaf mah soalnya Dillan banyak kerjaan, kapan kapan Dillan main kesini lagi deh".Kata Dillan tersenyum kepada ibunya.


"Kalau gitu hati hati yah di jalannya, ingat jangan ngebut ngebut".Kata mamah Mikayla mengalah, walaupun sebenarnya dia tidak rela.


"Iya mah".Kata Dillan tersenyum manis. Sebenarnya Dillan didepan orang lain jarang senyum atau malah nggak pernah senyum kepada orang lain, tapi tidak tahu kenapa di depan orang tersayang atau keluarganya pasti dia mudah tersenyum.


"Berangkat dulu mah pah".Kata Dillan setelah selesai mencium tangan kedua orang tua nya tak lupa dia juga memeluk kedua orang tua nya apalagi Ibunya. Dillan pun pergi dari kediaman orang tua nya.


Flashback off

__ADS_1


"Jadi loh itu beneran abangnya Salsa?".Tanya Lia, soalnya Lia dan Boy waktu berteman di SMP dulu bersama Salsa, mereka berdua tidak pernah bertemu dengan abang Salsa jadi mereka berdua tidak tahu rupa abang Salsa dan Salsa pun tidak pernah memberi foto abangnya.


"Iya".Jawab Dillan datar.


"Tapi kenapa bang Dillan nggak ingat sama Elsa?".Tanya Elsa penasaran.


"Kan dia udah bilang kalau dia itu hilang ingatan beg*".Kata Boy sambil menoyor kepala Elsa.


"Iih apaan sih".Kata Elsa kesal sambil memonyongkan bibirnya seperti bebek. Saat mereka mengobrol tiba tiba pintu ruangan Salsa terbuka.


"Eh om".Kata Boy yang melihat papah Rendy keluar dari ruangan Salsa.


"Saya mau bicara sama kalian".Kata papah Rendy serius.


"Bicara apa om?".Tanya Lia sambil menunduk karena dia merasa takut dengan tatapan papah Rendy.


"Saya akan kirim Salsa ke Amerika untuk kuliah disana selama 5-6 tahunan disana, dan kalian saya minta tolong jangan hubungi Salsa atau menemui Salsa disana".Jelas Papah Rendy.


"Jadi beneran Salsa akan kuliah di Amerika?,dan kenapa kita nggak boleh menemui Salsa om?".Tanya Lia kaget.


"Iya, karena saya mau Salsa fokus sama kuliahnya".Kata Papah Rendy sambil masuk lagi kedalam ruangan Salsa.


"Huh au ah gue pusing".Kata Lia sambil memijit kepalanya.


"Apa kita pindah aja ke Amerika?".Tanya Boy sambil melirik teman temannya satu satu.


"Gue harap kalian nggak ngelakuin itu".Kata Dillan sambil masuk kedalam ruangan Salsa.


"Kalau Salsa pindah ke Amerika siapa yang jadi ketua Mafia, siapa yang neraktir gue, siapa yang mau bantuin gue, siapa ya-...".Kata Boy.


Buk


"Au beg*, kenapa loh pukul muka gue?".Tanya Boy karena mukanya dipukul Lia tiab tiba.


"Loh berisik ngomongin hal yang nggak penting".Kata Lia kesal karena suasana yang tidak enak ini Boy malah ngomong siapa yang neraktirnya lah dan sebagainya.


"Tapi jangan pukul muka gue juga dong".Kata Boy tidak terima dirinya dipukul.


"Stop, kalian bukannya mikirin solusi biar Salsa nggak berangkat ke Amerika, kalian malah berantem".Kata Panji yang kesal mendengar pertengkaran Lia dan Boy.


"Boy tuh".Kata Lia sambil menunjuk Boy.

__ADS_1


"Eloh".Kata Boy yang juga menunjuk Lia.


"Gue bilang stop".Kata Panji sambil berdiri dari duduknya.


"Loh mau kemana Ji?".Tanya Boy saat melihat Panji berdiri dari duduknya.


"Gue mau ketaman belakang rumah sakit ini".Kata Panji sambil berjalan menuju taman belakang rumah sakit. Sedangkan Lia,Boy dan Elsa tidak menyusul Panji karena mereka tahu kalau Panji pergi ke taman itu berarti Panji ingin menenangkan diri.


Sedangkan di dalam ruangan Salsa


"Salsa tidur?".Tanya Dillan memastikan karena dia takut Salsa belum tidur.


"Udah sayang".Jawab mamah Mikayla yang sedang duduk disamping ranjang pasien Salsa.


"Kamu apa kabar sayang?".Tanya mamah Mikayla sambil melirik anaknya yang sedang duduk di sopa.


"Dillan baik baik aja kok mah".Jawab Dillan tersenyum kepada Ibunya.


"Kalau boleh tahu kenapa Salsa kena tembak?".Tanya Mamah Mikayla lembut.


"Itu karena musuhnya kali mah".Kata Dillan berbohong karena agar Salsa tetap jadi ke Amerika.


"Tuh kan apa papah bilang pasti karena musuhnya".Kata papah Rendy sambil memijat pelipisnya karena merasa pusing.


"Oh gitu yah".Kata mamah Mikayla tanpa memperdulikan ucapan suaminya.


"Iya mah".Kata Dillan.


"Kamu udah makan?".Tanya mamah Mikayla, tapi sebelum Dillan menjawab pertanyaan ibunya tiba tiba Salsa berbicara.


"Abang".Kata Salsa


Hmm...apakah Salsa mengetahui kalau Dillan adalah abangnya?penasaran?ikutin terus kelanjutannya🥳


Tetap semangat walaupun di tengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗jangan lupa selalu pakai masker dan membawa hand sanitizer kemana pun dan dimana pun kalian berada, agar terhindar dari mbak dan mas Covid😷🦠SALAM SEHAT SEMUA NYA👋


...Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri....


...- Anisa Apriyani -...


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐

__ADS_1


__ADS_2