KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA

KING MAFIA AND NEW QUEEN OF MAFIA
SALSA DITEMBAK SESEORANG


__ADS_3

Saat ini Salsa dan Dillan baru sampai kampus dan Salsa langsung turun dari mobil dan berlari menuju ruangannya tapi dihentikan oleh Dillan.


"Heh tunggu".Kata Dillan sambil menyusul Salsa yang agak jauh darinya.


"Apa lagi?".Tanya Salsa sambil berbalik menghadap Dillan.


"Nih kunci mobil loh".Jawab Dillan sambil memberikan kunci mobil Salsa.


"Kalau gitu gue pulang".Kata Dillan lagi sambil berjalan menuju mobil anak buahnya, memang tadi Dillan menyuruh anak buahnya untuk membawa mobil dirinya, dan tak berselang lama Dillan berjalan tiba tiba ada bunyi tembakan.


Dor


Dor


Semua orang yang ada dikampus itu langsung berlari dan berteriak histeris. Dillan pun menengok ke arah belakangnya dan alangkah kaget dirinya, ternyata yang ditembak adalah Salsa, Dillan pun langsung berlari ke Salsa.


"Sa bangun Sa".Kata Dillan sambil menepuk nepuk pipi Salsa tapi Salsa tidak merespon karena dia langsung pingsan akibat darah yang keluar dari tangan kanan Salsa. Dillan pun langsung mengendong Salsa dan berjalan menuju mobil anak buahnya.


"Cepat kerumah sakit".Kata Dillan sedikit membentak karena dia terlalu khawatir terhadap Salsa, anak buah Dillan pun langsung memajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


'Kenapa bos khawatir banget sama perempuan itu'.Batin anak buah Dillan, karena biasanya Dillan itu bersikap cuek kepada para perempuan.


"Sa plis bangun jangan tinggalin gue, gue belum beri tahu hal yang penting ke loh".Kata Dillan sambil menatap Salsa yang sedang pingsan.


"Cepat lama banget".Kata Dillan membentak anak buahnya karena menurut Dillan anak buahnya membawa mobil terlalu lambat.


"Ba-baik bos".Kata anak buah Dillan terbata bata.


.


.


.


Tak berselang lama mereka pun sampai dirumah sakit, Dillan langsung mengendong Salsa masuk kerumah sakit itu.


"Dokter, Dokter tolong adik saya".Teriak Dillan sambil mengendong Salsa, Dokter pun datang dengan suster.


"Ada apa mas?".Tanya Dokter itu.


"Tolongin adik saya dok, dia ditembak orang".Jawab Dillan yang menangis karena takut Salsa kenapa napa.


"Cepat ambil brangkar".Kata Dokter itu menyuruh suster untuk mengambil brangkar, tak berselang lama suster pun membawa brangkar dan Dillan langsung menaruh Salsa dibrangkar itu, suster pun membawa Salsa keruangan operasi karena ada timah ditangan kanan Salsa.


"Masnya tunggu disini yah, semuanya serahkan pada kami, masnya cukup berdoa saja".Kata suster itu menahan Dillan yang ingin masuk kedalam ruang operasi tersebut, Dillan pun patuh dia langsung duduk dilantai dekat pintu ruangan operasi Salsa.


'Loh harus bertahan dek'.Batin Dillan yang sedang menangis sambil memegang pintu ruangan operasi Salsa.

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain


"Eh ada apa tuh rame rame?".Tanya Boy yang melihat orang sedang pada ngumpul.


"Mana gue tahu".Jawab Lia berjalan menuju kerumunan itu disusul oleh Boy,Panji dan Elsa. Ya Elsa sudah masuk kuliah hari ini.


"Eh ini ada apa yah ngumpul ngumpul?".Tanya Lia bertanya kepada salah satu mahasiswa.


"Itu tadi ada yang ditembak dekat parkiran".Jawab mahasiswa itu.


"Hah ditembak?,kalau boleh tahu siapa yah?".Tanya Lia lagi penasaran.


"Itu teman kalian si Salsa".Jawab mahasiswa itu sambil kembali fokus berbicara kepada temannya.


'Deg...Salsa'. Batin mereka berempat.


"Sekarang Salsanya dibawa kemana?".Tanya Lia lagi berusaha tenang.


"Tadi dibawa sama seseorang, tapi gue nggak tahu siapa orang itu".Jawab mahasiswa itu.


"Dibawa sama siapa Salsa yah?".Tanya Boy khawatir Salsa dibawa sama orang aneh.


"Kita harus cari Salsa".Kata Lia sambil menuju mobilnya tapi ditahan oleh Boy.


"Emang loh tahu dimana?".Tanya Boy yang sedang menahan Lia, sedangkan Lia mengelengkan kepalanya.


"Loh tahu darimana?".Tanya Boy.


"Nih GPS Salsa udah aktif lagi".Jawab Panji sambil menunjukan lokasi Salsa dilayar HPnya.


"Kalau gitu ayo sekarang kita kesana".Kata Lia langsung berlari menuju mobilnya dan disusul oleh Boy, Panji dan Elsa. Mereka pun pergi kerumah sakit Fatmawati.


Kembali lagi ke Dillan


Saat ini Dillan sedang duduk dikursi dekat ruangan operasi Salsa.


"Cepat cari siapa orang yang nembak Salsa tadi".Perintah Dillan kepada anak buahnya yang sedang berdiri disampingnya.


"Baik bos".Kata anak buah Dillan itu langsung melaksanakan tugas dari bosnya.


Saat Dillan sedang menunggu Dokter yang menangani Salsa tiba tiba ada yang datang.


"Jadi loh yang nembak Salsa?".Tanya Lia tanpa mendengarkan penjelasan Dillan terlebih dahulu, sedangkan Dillan tidak menjawab.


"Jawab gue".Kata Lia lagi sambil mengoyang goyangkan badan Dillan.


"Bukan gue".Kata Dillan datar sambil mendorong Lia, Lia pun tersungkur jatuh.

__ADS_1


"Loh nggak papa Ya?".Tanya Boy sambil membantu Lia bangkit dari jatuhnya.


"Gue nggak papa".Jawab Lia tanpa memarahi Dillan karena Lia tidak mau membuat keributan dirumah sakit.


"Bang Dillan".Kata Elsa kaget karena melihat Dillan, Dillan pun menoleh ke arah Elsa.


"Siapa?".Tanya Dillan karena dia tidak ingat siapa orang yang memanggilnya.


"Ini Elsa bang, ternyata bang Dillan masih hidup".Jawab Elsa sambil memeluk Dillan karena senang.


"Lepasin gue".Kata Dillan karena dia tidak suka ada wanita yang memeluknya kecuali Salsa.


"Bang Dillan nggak inget sama Elsa?".Tanya Elsa sambil melepaskan pelukannya.


"Nggak".kata Dillan datar, sedangkan Elsa kecewa mendengar jawaban Dillan.


"Kalian kenal?".Tanya Panji yang dari tadi melihat interaksi Elsa dan Dillan.


"Kenal".Jawab Elsa.


"Nggak".Jawab Dillan


"Gue nggak kenal sama loh".Kata Dillan memang tidak mengenal Elsa.


"Gue Elsa bang teman waktu Salsa kecil".Kata Elsa mengingkatkan.


"Gue nggak kenal".Kata Dillan lagi.


"Udah stop kenapa kalian pada kenal nggak kenal sih".Kata Lia emosi melihat Dillan dan Elsa malah membicarakan hal yang tidak penting menurutnya. Elsa dan Dillan pun berhenti berbicara.


"Kenapa Salsa bisa kena tembak?".Tanya Lia yang sedang duduk dikursi dekat ruangan Salsa.


"Gue nggak tahu".Jawab Dillan bohong, karena dia tidak ingin membahas masalah Salsa tertembak.


"Terus kalau loh nggak tahu kenapa loh ada dikampus kita?".Tanya Lia penasaran.


"Gue kebetulan lewat aja".Jawab Dillan bohong lagi. Dan saat mereka ngobrol tiba tiba pintu operasi terbuka dan tampak lah Dokter yang menangani Salsa tadi. Dillan pun langsung menghampiri Dokter tersebut.


"Gimana keadaan Salsa Dok?".Tanya Dillan takut terjadi apa apa sama Salsa.


"Pasien...".


Hah kenapa kah Salsa?apakah Salsa baik baik saja?ikutin terus kelanjutannya🥳tetap semangat walaupun ditengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗


...Kecerdasan yang paling cerdas adalah takwa, dan kebodohan yang paling bodoh adalah maksiat....


...- Abu Bakar Ash Shidiq -...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐


__ADS_2