
"Kalian bertiga ngapain disini?".Tanya seseorang. Semua orang pun menoleh ke atah sumber suara, kecuali Raisa, dia masih asik dengan es krimnya.
"Eh kamu udah pulang Ka?".Tanya balik Lia bukannya menjawab pertanyaan Raka. Ya orang itu adalah Raka, tadi dia melihat Lia, Boy dan Raisa sedang berada ditoko es krim, Raka pun langsung menghampiri mereka.
"Udah, tadi gurunya ada rapat jadi disuruh pulang".Jawab Raka sambil duduk disamping Lia.
"Oh gitu, kamu mau es krim nggak?".Tanya Lia lagi.
"Nggak ah Raka pengen makan lapar".Kata Raka sambil mengusap perutnya yang lapar.
"Kalau gitu kita kerestoran dulu, tapi tunggu dulu baby sisternya Ica lagi ke mini market".Kata Lia sambil menyuapkan es krim yang terakhir kemulutnya. Dan tak berselang lama baby sister Raisa pun datang dengan membawa satu kantung besar yang berisi popok dan susu Raisa.
"Maaf lama non".Kata baby sister itu sambil membungkuk.
"Nggak papa kak Sinta".Kata Lia. Lia memang memanggil baby sister Raisa dengan sebutan kak karena baby sister itu lebih tua beberapa tahun darinya, sebenarnya baby sister itu atau Sinta itu tidak mau Lia memanggilnya dengan sebutan kak tapi karena Lia memaksa jadi Sinta pun bisa apa, hanya bisa pasrah.
"Kalau gitu sekarang kita kerestoran untuk makan siang".Kata Lia sambil mengandeng tangan Raisa, tapi sebelum itu Lia mengelap mulut Raisa yang belepotan oleh es krim. Mereka semua pun pergi ke restoran Salsa, karena restoran Salsa tidak jauh dari sekolahan Raka dan Raisa.
.
.
.
Tak berselang lama mereka semua pun sampai direstoran Salsa, semua karyawan pun langsung membungkuk karena mereka tahu siapa datang yaitu teman dari bosnya dan sementara ini Lia memang yang mengurus restoran Salsa, itu pun atas perintah Salsa.
"Mau pesan apa?".Tanya pelayan tersebut saat Lia dan yang lainnya sudah duduk.
"Kayak biasa aja".Jawab Lia, pelayan itu pun mengangguk dan berjalan menuju dapur.
"Kak Ica pengen es krim lagi".Kata Raisa kepada Lia.
"Tadi kan udah makan banyak, nanti kalau makan lagi Ica giginya bisa ilang semua".Kata Lia menakuti Raisa.
"Emang gigi Ica bisa ilang kalau makan es krim banyak banyak?".Tanya Raisa sambil memainkan pas bunga yang ada dimeja itu.
"Iya nanti kayak nenek nenek".Jawab Lia sekenannya. Dan itu berhasil membuat Raisa bergidik ngeri.
"Iiiih kalau gitu nggak mau deh".Kata Raisa. Dan tak berselang lama makan datang, mereka pun langsung memakan makan tersebut. Tiba tiba saat Lia sedang makan ada yang menelponnya.
__ADS_1
"Halo mau apa lagi sih loh nelpon nelpon gue mulu".Kata Lia kepada penelpon itu.
"Gimana ada yang nanyain Salsa nggak?".Tanya Dillan, ya orang itu Dillan.
"Ngapain sih dari tadi nanya itu itu mulu".Kata Lia yang selalu kesal bila berbicara dengan Dillan.
"Yah nggak papa, cepetan jawab pertanyaan gue".Kata Dillan lagi.
"Nggak ada yang nanya Salsa dari tadi juga".Kata Lia, setelah mendengar ucapan Lia, Dillan pun langsung mematikannya dengan sepihak lagi.
"Nih orang nyebelin banget sih, dia yang nelpon dia juga yang matiin telponnya sepihak".Kata Lia kesal.
"Emang siapa?".Tanya Boy yang lagi makan.
"Si Dillan".Jawab Lia sambil berdiri dari duduknya.
"Oh, loh mau kemana?, dan kenapa makanannya nggak di abisin?".Tanya Boy karena makanan Lia masih banyak.
"Ke depan, gue nggak ***** makan lagi".Jawab Lia sambil berjalan keluar. Sedangkan Boy melanjutkan makannya. Setelah selesai makan mereka langsung pulang karena hari sudah sore.
Ditempat lain
"Gimana udah ketemu belum pelakunya?".Tanya Jefry kepada anak buahnya, yang disuruh mencari pelaku yang ngacak ngacak markasnya.
"Gimana sih tugas gitu aja nggak bisa".Kata Jefry sambil nendang perut anak buah, anak buah Jefry pun tersungkur kelantai, setelah tersungkur kelantai Jefry menginjak perut anak buahnya.
"Udah Jef".Kata Dillan menghentikan Jefry karena Dillan tidak mau anak orang mati begitu saja, seperti seminggu yang lalu Jefry melempar anak buahnya menggunakan pisau yang selalu dibawa Jefry. Pisau itu pun menancap dikepala anak buah Jefry dan anak buah Jefry pun langsung mati ditempat karena pisau itu menembus otak anak buah Jefry. Memang pisau Jefry sangat tajam bahkan bisa membelah besi yang tebalnya 5 cm.
"Gue kasih satu kali kesempatan lagi, kalau loh nggak nemu tuh orang mati loh".Kata Jefry duduk disopa sambil meminum satu gelas wine. Anak buah jefry pun mengangguk dan berjalan sambil memegang perutnya yang sakit karena di injak Jefry.
Sedangkan ditempat Lia
Saat ini Lia dan yang lainnya sudah sampai rumah Salsa, mereka langsung masuk kedalam.
"Assalamualaikum".Kata Raka dan Raisa.
"Wa'alaikumsalam".Jawab Panji dan Elsa yang sedang duduk disopa sambil nonton TV.
"Kalian udah pulang?".Tanya Elsa sambil menghampiri Raka dan Raisa, Raka dan Raisa pun langsung menyalami Elsa.
__ADS_1
"Udah, Raka kekamar dulu yah".Kata Raka sambil berjalan kekamarnya, memang Raka dan Raisa mempunyai kamar masing masing sekarang, tapi Raisa selalu tidur bareng Lia dan Elsa.
"Ica ganti baju dulu yuk".Kata Lia mengandeng tangan Raisa, tapi Raisa malah melepaskan tangannya dari Lia.
"Tunggu kak".Kata Raisa, semua orang pun langsung melirik Raisa.
"Kenapa?".Tanya Lia penasaran.
"Kenapa Bunda nggak pulang pulang, Ica kangen sama Bunda".Kata Raisa karena dirinya tidak melihat Salsa pulang pulang.
"Kan Bunda masih belajar sayang, jadi tunggu aja yah".Kata Lia sambil tersenyum manis kepada Raisa.
"Tapi kenapa belajarnya lama banget, Ica aja belajar sebentar".Kata Raisa masih penasaran.
"Hmm...soalnya Bunda belajarnya kan diluar negeri jadi lama".Kata Lia menjawab sekenanya. Sedangkan Raisa mengangguk angukan kepalanya tanda mengerti.
"Kalau gitu ayo ganti baju".Kata Lia lagi, mereka berdua pun berjalan menuju kamar untuk menganti baju Raisa.
"Kasihan banget yah mereka, mereka nggak tahu orang tuanya siapa dan disaat ada yang menyayangi mereka seperti orang tua, malah pergi ke Amerika".Kata Elsa merasa iba dengan Raka dan Raisa.
"Ck kan ada kita, kita juga orang tua mereka".Kata Boy sambil merangkul bahu Elsa.
"Lepasin deh, jangan cari kesempatan dalam kesempitan yah".Kata Elsa sambil menyingkirkan tangan Boy dari bahunya.
"Kalian cocok loh".Kata Panji yang melihat Boy dan Elsa.
"Idih najis kalau sama dia".Kata Elsa sambil menirukan orang yang sedang muntah muntah.
"Jangan gitu nanti suka berabe loh".Kata Boy mengoda Elsa.
"Idih".Kata Elsa merasa jijik. Elsa pun duduk kembali disamping Panji, Boy pun juga ikutan duduk disamping Elsa. Mereka semua pun menonton drama yang ada di TV, sekali kali mereka juga bercanda, dan sesekali mereka juga berantem, tapi berantemnya didominan oleh Boy dan Elsa.
Ya begitu lah kehidupan mereka sekarang, walaupun tidak ada Salsa mereka harus tetap bahagia karena mereka bukan ditinggal meninggal oleh Salsa melainkan ditinggal untuk belajar oleh Salsa.
☆☆☆
Tetap semangat walaupun di tengah pandemi ini, dan semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita hidup seperti biasa lagi💪🤗jangan lupa selalu pakai masker dan membawa hand sanitizer kemana pun dan dimana pun kalian berada, agar terhindar dari mbak dan mas Covid😷🦠SALAM SEHAT SEMUA NYA👋
...Jihad terbesar adalah melawan jiwamu sendiri, untuk melawan kejahatan di dalam dirimu....
__ADS_1
...- Nabi Muhammad SAW -...
JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, VOTE DAN BINTANG 5 YAH GUYS👍💬😘⭐