Kirana

Kirana
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )


__ADS_3

Kirana sedang makan siang bersama Tesa di rumah makan Padang. Saat suapan pertama Kirana merasa mual, tapi ditahannya. Hingga suapan ke lima dia sudah tak kuat lagi akhirnya dia berlari ke toilet.


Kirana memuntahkan semua isi perutnya. Dia kemudian kumur-kumur dan membersihkan mulutnya.


Kirana kembali ke mejanya. "Kamu baik-baik saja Kir, wajah kamu pucat. Kalau kamu sakit kamu pulang saja."


"Aku nggak apa-apa, Tes. Cuma masuk angin aja."


"Kirana." Seseorang memanggil Kirana.


Reflek Kirana menoleh ke arah suara. "Adipati!"


"Kebetulan sekali kita ketemu di sini."


"Iya, sangat kebetulan sekali." Kirana tersenyum pada Adipati.


"Kirana, siapa?" bisik Tesa pada Kirana.


"Temanku," jawab Kirana.


Pada saat bersamaan masuk Bintang dan Nathan. "Bintang, itu istri kamu 'kan?"


Bintang menoleh ke arah yang di tuju. Benar saja itu adalah Kirana istrinya. Dia sedang mengobrol bersama seorang pria.


"Siapa cowok itu, kamu tahu?" tanya Nathan.


Bintang tidak menjawab namun, dia berlalu dan menempati di salah satu meja yang kosong.


Di lihatnya lagi sang istri yang sedang tersenyum pada pria itu. Nathan pergi memesan makanan untuk mereka.


Kirana tidak jadi makan siang. Dia tidak kuat rasanya mual. Tesa merasa kasian pada Kirana, dia akhirnya cepat-cepat menghabiskan makan siangnya.


Setelah habis, Kirana dan Tesa segera kembali ke kantor.


"Di, aku ke kantor lagi, ya. Senang bertemu dengan kamu, dah."


"Kirana tunggu! Aku antar kamu. Wajah kamu pucat, takutnya nanti kamu pingsan di jalan."


"Ya ampun, Di. Kantor aku dekat cuma jalan sebentar. Terima kasih, tapi nggak usah."


"Nggak apa-apa Kirana. Yuk!"


Adipati menarik tangan Kirana. Belum sempat Kirana menarik tangannya seseorang manggilnya.


"Kirana!"

__ADS_1


"Pak Bintang!"


"Maaf, Anda siapa?" tanya Bintang. Dia menarik tangan Kirana.


"Saya temannya. Anda siapa?" Adipati menjawab sekaligus bertanya pada Bintang.


"Saya suaminya."


Kirana merasa pusing, wajahnya semakin pucat. Dia ingin cepat-cepat ke kantor dan istirahat di ruang kesehatan.


Tesa yang melihat itu mencoba untuk bicara dengan Bintang.


"Pak, maaf. Tapi ...." Belum selesai bicara Adipati menyelanya.


"Maaf, saya tidak tahu. Saya tidak berniat macam-macam, hanya ingin mengantar Kirana kembali ke kantor. Dia sepertinya sakit, wajahnya terlihat pucat."


"Terima kasih biar saya yang antar. Kirana ayok!" Bintang menarik lembut tangan Kirana dan berlalu dari hadapan Adipati. Tesa mengikuti mereka.


Bintang kembali ke mejanya dia akan pamit pada Nathan. "Nath Lo udah makannya, gue mau antar Kirana ke kantor."


"Lo duluan aja, gue nanti langsung balik ke kantor gue."


"Oh, oke. Gue balik duluan." Bintang menarik Kirana pergi.


Saat mau dekat kantor Bintang dia berhenti. Tesa, kamu ke kantor dan tolong izinkan kalau Kirana pulang, tidak enak badan."


Tesa, berjalan lebih dulu meninggalkan Bintang dan Kirana.


Bintang menuntun Kirana langsung ke parkiran, dia membuka mobilnya dan menuntun Kirana untuk masuk ke mobil.


"Kita ke rumah sakit, ya. Kamu terlihat pucat.


"Iya,"


Bintang segera pergi ke rumah sakit.


***


Di ruangan Dokter, Kirana segera di periksa.


"Dari hasil pemeriksaan, sepertinya Anda baik-baik saja. Semua yang Anda rasakan sepertinya karena hormon kehamilan."


"Apa Dok, hamil?"


"Iya, untuk lebih jelasnya Anda nanti saya rujuk ke Spesialis kandungan."

__ADS_1


"Iya, Dok Makasih."


Dokter pun memberi surat rujukan. Mereka lalu pergi ke Dokter kandungan.


Di sana dia dia di periksa dan benar saja, Kirana ternyata hamil. lima minggu.


Dokter menerangkan apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan. Makanan apa yang sebaiknya di makan. Dokter juga meresepkan vitamin dan susu hamil.


Pulang dari sana Bintang langsung menebus obat. Dia merasa senang akhirnya mereka akan mempunyai buah hati.


Setelah masalah yang selama ini terjadi hampir saja membuat mereka berpisah.


***


Malam ini saat makan malam Kirana dan Bintang menyampaikan berita bahagia ini pada Galaksi dan Aurora.


Mereka juga memberi tahu pada Abah dan Ambu lewat video call. Keceriaan dan kebahagiaan meliputi keluarga Kirana dan Bintang.


Berbeda dengan Adipati yang sedang menatap langit malam. Dia sedang patah hati, tapi dia ikhlas melihat kebahagiaan Kirana.


Baru saja dia akan membuka hati setelah sekian lama dia menutup diri untuk perempuan, ternyata wanita itu sudah menikah.


Sementara itu di suatu tempat, di restoran yang mewah masukkan seorang wanita yang cantik dan sexy dia mencari orang yang dikenalnya.


"Bintang," gumamnya begitu dia melihat seorang pria dari belakang. Senyumnya terbit, dia segera melangkah dengan langkah yang gemulai.


"Bintang, aku senang kau datang juga." Wanita itu menyentuh pundak Bintang.


Pria itu berbalik, dan betapa terkejut si wanita ternyata pria itu bukan Bintang.


"Kamu siapa?" tamu wanita itu.


"Apakah itu penting Nona cantik, mimpi aku semalam bertemu dengan bidadari, kenalkan aku Nathan." jawab Si Pria.


"Aku Ratna." Wajah Ratna bersemu merah ketika Nathan mencium tangannya.


Walau dia kesal karena salah orang, tapi hatinya berbunga.


"Maaf, saya salah orang," ucap Ratna rusak enak.


"Aku rasa itu sudah takdir, berarti kita ini jodoh." Nathan berkata dengan tenang seraya tersenyum.


Ratna sudah masuk ke dalam perangkap Nathan.


Setelah mengetahui kehamilan Kirana, Aurora dan Bintang melarang Kirana bekerja. Dia terpaksa resign dari kantor.

__ADS_1


Semua bahagia menyambut kehamilan Kirana.


...TAMAT...


__ADS_2