Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila
Bab 33 Terbuka


__ADS_3

Bab 33 Terbuka


Kalila, Kama dan teman-teman yang lainnya merayakan hari kebebasan mereka setelah satu minggu penat dengan berbagai soal-soal ujian. Walaupun meraka masih harap-harap cemas menanti akhirnya, tapi setidaknya mereka terlebih dahulu melepaskan penat mereka. Ana sendiri sudah menyiapkan berbagai macam makanan dan cemilan untuk menyambut sahabat-sahabat dari anak-anaknya.


“Akhirnya beres juga ujian. Gue enggak sabar untuk segera pergi ke pantai,” ucap Hesti sambil mengangkat tangannya ke atas. Para teman-teman Kalila pun menyantap makanan yang sudah siapkan.


Di sisi lain Akbar baru saja tiba ke sekolah. Dia turun dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam sekolah, dengan besar harapan masih bisa bertemu dengan kekasihnya. Kekecewaan Akbar dapat, saat dia melihat sekolah yang sudah sangat sepi. Dengan napas yang tidak beraturan, Akbar melangkahkan kakinya menuju mejanya.


“Pak, kenapa kok kaya lemas banget sih?” tanya Sarah yang juga baru tiba di sekolah.


“Enggak kok, cuma capek aja. Kamu kenapa ke sekolah?” tanya Akbar sambil melihat selembar kertas putih yang ada di mejanya.


“Ada yang harus aku ambil. Itu apa?” tanya Sarah berjalan mendekat dan melihat kertas putih itu.


Keduanya pun melihat isi kertas yang isinya pengajuan anak didiknya untuk pergi berlibur sebagai tanda perpisahan. Keduanya langsung tersenyum saat melihatnya.


“Mereka antusias sekali. Terus bagaimana?” ucap Sarah berjalan ke meja kerjanya.


“Aku coba ajuin ke sekolah dulu, semoga dibolehkan. Kasian mereka ingin bersenang-senang.” Sarah hanya mengangguk tersenyum.


Akbar pun memberikan surat itu pada wakil kepala sekolah, untuk meminta persetujuan membawa murid-muridnya berlibur. Setelah menyerahkan, Akbar tinggal menunggu keputusan sekolah akan menyetujuinya atau tidak. Akbar kembali ke tempat duduknya, dia kaget saat melihat layar ponsel yang ada di mejanya banyak panggilan tidak terjawab. Akbar pun menelepon balik kekasihnya.


Akbar :“Halo Sayang, kenapa?”


Kalila :“Kok enggak ada kabar sih? Ini lagi di mana? Sama siapa?” Akbar tersenyum, dia sudah lama tidak di interogasi seperti ini.


Akbar :“Ini baru sampe sekolah, terus tadi baru menyerahkan surat ijin untuk liburan. Sayang di mana sekarang?

__ADS_1


Kalila :“Aku lagi di rumah. Anak-anak lagi pada ngumpul buat ngerayain bebas ujian gitu. Dan di sini juga ada Danes.” mendengar nama itu membuat Akbar sedikit cemburu. Andai aku juga bisa berkumpul pikirnya.


Akbar :“Oh ... have fun ya cantik. Kalau gitu aku sekarang mau langsung pulang, nanti sudah sampai rumah aku kabari. Love you, sayang!”


Kalila :“Love you too!”


Akbar menatap ponselnya. Hatinya maaih terasa sangat panas. Bukannya dia tidak suka Kalila dekat dengan pria, cuma Akbar tahu jelas kalau Danes sangat menyukai kekasihnya. Pikiran-pikiran jelek pun seketika muncul. Akbar takut Kalila akan berpaling, karena Danes lebih segala dibandingkan dirinya. Dengan tidak semangat Akbar mulai merapihkan barang-barang yang ada di mejanya.


“Kamu sudah punya pacar? Siapa? Apa dia ada di sekolah ini juga?” tanya Sarah mengintrogasi Akbar. Sarah sejak tadi diam-diam mendengarkan Akbar bicara di teleponnya. Dia cukup kaet saat Akbar memanggil orang yand ada di seberang telepon sana dengan kata sayang.


Akbar pun tersenyum mengangguk, “Iya aku sudah punya kekasih. Kalau gitu aku duluan ya Sarah!” jawab Akbar dan langsung pergi pamit, tanpa menawarkan untuk pergi bersama. Sarah masih mematung melihat terus ke arah Akbar yang semakin jauh darinya.


‘Pantas saja kamu akhir-akhir ini berubah, Bar. Aku kira, kamu mempunyai perasaan yang sama denganku, ternyata tidak! Siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati kamu? Aku penasaran seperti apa dia!’ gumam Sarah dalam hati.


“Lila, ayok! Semua sudah berkumpul di bawah,” ucap Elina yang menghampiri sepupunya yang sejak tadi masih di kamar. Kalila mengangguk tersenyum dan mengkuti Elina.


Benar saja, di ruang keluarga teman-temannya sedang asik memakan cemilan yang sudah disiapkan sambil bercanda. Sebelum bergabung, Kalila menghampiri sang ibu di dapur


“Mami ....!”


“Halo Sayang! Oh iya, kok mami enggak lihat Akbar? Dia enggak ke sini?” tanya Ana.


“Emmm ... teman-teman aku tidak ada yang tahu Mi, lagi pula dia mana mau ke sini kalau lihat anak muridnya ada di sini,” jawab Kalila sambil mengambil kue yang baru saja dipotong oleh ibunya.


“Kenapa harus disembunyikan? Mereka 'kan teman-teman dekat kamu. Lagi pula kamu sudah tidak akan sekolah di sana.” mendengar perkataan ibunya membuat Kalila berpikir untuk mengungkapkan hubungan dia dengan Akbar.


“Memangnya enggak apa-apa ya Mi?” tanya Kalila yang ragu dan takut.

__ADS_1


“Ya enggak apa-apa, sayang. Kalian 'kan bukan mencuri, kenapa harus malu dan takut. Surulah dia ke sini, biar dia lebih dekat dengan keluarga kita.” mendapat ijin dari sang ibu, Kalila tersenyum bahagia dan langsung kembali ke kamarnya. Ana yang melihat sang anak tersenyum seperti itu nampak senang. Pasalnya Kalila sangat jarang tersenyum. Ana juga sengaja menyuruh Akbar datang ke rumahnya agar Kalila menjadi lebih terbuka. Selama ini Kalila sangat tertutup dan Ana nyaris tidak mengenali anaknya. Dengan berhubungan sama Akbar, Ana jadi bisa lebih mudah mendekati Kalila dan mengajak anak gadisnya bicara.


Sampai di kamar, Kalila langsung mengambil ponselnya. Dia pun menekan nomor ponsel kekasihnya. Awalnya tidak ada jawaban sama sekali dan itu berhasil membuat Kalila kesal.


‘Kenapa susah sekali menghubungi kamu sih!’ gumam Kalila dan masih terus berusaha menghubungi kekasihnya.


Setelah beberapa kali menghubungi Akbar, akhirnya teleponnya pun diangkat oleh kekasihnya.


Akbar :“Halo sayang, aku sedang di jalan. Ada apa?”


Kalila :“Emmm ... pantes sangat sulit menghubungi kamu. Kak, sekarang ke rumah ya! Mami suruh kamu datang ke sini.”


Akbar :“Apa?!” Akbar sangat kaget mendengar apa yang dikatakan Kalila. Berarti itu tandanya, Kalila mau terbuka tentang hubungan dia di depan teman-temannya.


Kalila :“Kenapa Kak?”


Akbar :“Kamu yakin, Sayang? Nanti kalau tersebar bagaimana?


Kalila :“Sangat yakin, Sayang. Aku percaya sama mereka. Lagi pula kalau tersebar ya enggak apa-apa. Kata Mami aku 'kan sebentar lagi lulus, jadi tidak masalah.” mendengar itu membuat Akbar sangat bahagia. Itu artinya dia bisa memperlihatkan pada Danes kalau Kalila benar-benar miliknya.


~Bersambung~


Jangan lupa


• Like


• Komen

__ADS_1


• Vote yaaa


Terima kasih!


__ADS_2