
Bab 42 Penasaran 2
Malam itu menjadi malam yang sangat indah buat Kalila maupun Akbar. Keduanya menikmati kesunyian malam dan kembali sambil berjalan berpegangan tangan. Seketika Kalila mengingat seseorang yang mengirim surat padanya.
“Mas, ada yang mau aku bicarakan!” Kabar menghentikan langkahnya dan langsung melirik ke arah Kalila.
“Ada apa?” Kalila mengeluarkan amplop pink dan kuning lalu diberikannya pada Akbar. Albar pun mengambil surat itu dan membukanya satu persatu. Terlihat dari wajah Akbar kalau dia sedikit cemburu.
“... Oh pantes kamu tadi ada di sana. Jadi kamu berniat ketemu sama orang ini sebelum bilang ke aku, begitu? Aku kecewa, La!” entah kenapa Akbar jadi sangat emosi dan melangkah meninggalkan Kalila. Sedangkan Kalila sendiri masih mematung tidak mengerti dengan reaksi kekasihnya.
‘Gue 'kan niat terbuka sama dia, lah kenapa gue yang ditinggalin sih?’ gumam Kalila kesal dan menyusul mengikuti Akbar.
“Mas! Tungguin dulu, kenapa sih!” teriak Kalila dan Akbar menghentikan langkahnya.
“Kalau kamu mau ketemu sama orang ini, silakan! Aku mau masuk, capek!” saat Akbar ingin melangkah masuk ke dalam, dengan cepat Kalila mengenggam tangannya, “Sepertinya Mas enggak suka kalau aku bertemu dengan orang misterus itu. Ya udah, aku enggak akan bertemu dengannya. Udah dong, jangan ngambek!” Akbar berusaha menahan tawanya. Entah kenapa, semenjak menjalin hubungan dengan Kalila, dia jadi seperti anak kecil. Melihat Kalila dekat dengan pria lain membuat Akbar sangat emosi. Dia tidak mau kehilangan Kalila, setelah tiga tahun dia memendam perasaannya.
“Bener kamu tidak akan bertemu dengan dia?” Kalila mengangguk tersenyum.
“... Ya udah, kita masuk yuk, sudah malam. Besok waktu bebas buat kalian, kamu mau pakai ke mana?” tanya Akbar sebari mereka berjalan ke arah lift.
__ADS_1
“Mau menghabiskan waktu sama Mas aja,” Jawab Kalila sambil tersenyum. Akbar ikut tersenyum sambil merangkul Kalila dan membelai rambutnya.
Di sisi lain nampak seorang Pria memakai jas hitam melihat keduanya berjalan. ”Kamu, sepertinya lupa sama aku, La!” lirih Pria itu yang tidak lepas pandangannya dari punggung Kalila.
Sampai di kamar, Hesti sudah menunggu Kalika sejak tadi di pinggir kasur. Sambil melipat kedua tanganmya di atas dada, Hesti memasang wajah cemberut yang membuat Kalila sangat heran. Saat itu Annisa sudah terlelap, sehingga Kalila bisa bebas untuk bicara dengan sahabatnya itu.
“Lo kenapa? Serem amat mukanya!” tanya Kalika sambil menyimpan tas kecilnya di pinggir kasur.
“Lo tega bener La, gue udah nungguin lo di resto, eh malah asik-asikan jalan sama Pak Akbar. Sahabat macam apa kau ini!” ucap Hesti dengan kesal. Kalila benar-benar lupa kalau sahabatnya itu menunggu dirinya. Kalila melemparkan senyuman manisnya dan menghampiri Hesti sambil memeluk pinggangnya.
“Maafin gue ya! Serius gue lupa!” ucap Kalila dengan memasang wajah yang memelas.
”Eh ... tadi waktu lo pergi sama Pak Akbar, gue masih tetap di Resto nungguin orang yang kirim surat sama lo,” ucap Hesti membuat Kalila melepaskannpelukannya dan menatap wajah sahabatnya dengan serius, ”Terus-terus, orang itu muncul enggak?” tanya Kalila penasaran.
Hesti hanya menggelengkan kepalanya, “Gue nunggu selama 20 menit dan tidak ada seorang pun di sana. Mungkin lo hanya dipermainkan, La!” Kalila hanya mengangguk sambil memikirkan, masa iya ada yang mempermainkan dirinya.
“Beneran Lo enggak lihat siapapun di sana?” kembali Kalila meyakinkan sahabatnya dan Hesti mengangguk.
Walaupun begitu, Kalila masih belum percaya. Dia yakin kalau memang ada orang yang benar-benar ingin bertemu dengannya, tapi entah itu siapa. Kalila masih penasaran dengan orang yang mengirimkan surat padanya.
__ADS_1
“Bobo yuk! Gue ngantuk nungguin lo dari tadi,” ucap Hesti sambil berjalan masuk ke dalam selimut di ranjangnya.
“Hes, thanks ya! Lo memang sahabat gue paling terbaik!”
“Enggak usah lebay! Gue merinding kalau lo kaya gitu!” ucap Hesti sambil memejamkan matanya. Kalila tertawa kecil sambil menatap sahabatnya.
Rasa penasaran kalila semakin besar, dia berencana akan mencari waiters yang memberikannya surat itu tanpa sepengetahuan Akbar. Karena, kalau kekasihnya tahu, pastinya Kalila tidak akan pernah diijinkan. Kalila pun membersihkan dirinya terlebih dahulu, sebelum dia istirahat seperti yang lainnya.
~Bersambung~
Jangan Lupa
•Like
•Komen
•Vote/Hadiah yaaa bagi yang berkenan hehe...
Terima Kasih semuanya!
__ADS_1
Aku Padamu!😘😘😘